Yoonmin

Yoonmin
end


__ADS_3

Kini Jimin menunggu suami dan anaknya dengan perasaan yang gembira sedaritadi ia pandang makanan makanan yang berada di meja itu dengan senyuman yang lebar Irene pun hanya bisa menatap anaknya dengan sendu


Irene:" kenapa kau ingin mengambil senyum indah putriku tuhan" ucapnya dalam hati


Tiba tiba terdengar pintu utama terbuka Jimin dan Irene seketika langsung berdiri


Jimin:" itu pasti suamiku" ucapnya lalu berjalan menuju pintu utama dengan di ikuti Irene yang berada di sampingnya


Jimin terlihat menunggu Suga dengan senyum lebarnya tapi tidak ya datang bukan suaminya tapi yang Jimin lihat sekarang adalah petugas rumah sakit yang membawa bankar untuk orang mati di susul oleh anaknya argantara taehyung angkasa Jungkook Mina Sehun eunwo jhope yang menangis di sana


Jimin:" ada apa ini siapa yang kalian bawa kemari?" tanyanya dengan mereka dia bingung kenapa mereka menangis seperti ini


Argantara yang mendengar pertanyaan ibunya pun dia langsung menghampiri ibunya dan memeluk ibunya dengan erat


Jimin:" aganta ada apa ini Hem kenapa siapa yang kau bawa kemari sayang?" tanyanya argantara diam dia hanya diam saja dia langsung menuntun ibunya menuju jasad ayahnya setelah ibunya berada di depan jasad ayahnya argantara lalu membuka separo penutup putih yang menyelimuti seluruh tubuh Suga


Jimin seketika langsung terdiam kakinya lemas matanya sudah berlinangan air mata Jungkook dan eunwo dengan sigap menangkap Jimin yang akan terjatuh


Jimin:" tidak ini tidak mungkin ini tidak mungkin hiks tidak suamiku pasti masih ada di kantor tidak dia pasti bukan suamiku" ucapnya sambil menangis tersedu sedu eunwo langsung mendekap anaknya kedalam pelukannya Jimin langsung melepas pelukan ayahnya dan langsung memeluk jasad suaminya


Jimin:" jangan jangan tinggalkan aku dan aganta sayang katanya kau ingin di masakkan masakanku Hem bangunlah aku sudah menyiapkan segalanya untukmu bangun sayang bangun" ucapnya sambil masih memeluk jasad suaminya dengan penuh tangisan argantara yang berada di samping ibunya pun mengelus punggung ibunya yang bergetar itu dengan lembut


Argantara:" ibu ikhlaskan ayah ibu ikhlaskan dia di sini masih ada aganta yang akan selalu bersama ibu" ucapnya sambil mengelus punggung ibunya


Jimin:" tidak aganta dia berjanji padaku dia akan selalu bersamaku selalu dia berjanji akan kembali tapi apa ini dia meningalkanku untuk selama lamanya tidak hiks aganta ayahmu aganta ayahmu" ucapnya sambil menangis tersedu sedu sambil menciumi jasad suaminya


Argantara:" ibuuuu jangan begini ibu aganta tau mengiklankan itu hal yang sangat susah tapi cobalah ikhlaskan kepergian ayah ibu" ucapnya sambil mengangkat tubuh ibunya agar menghadap dirinya


Argantara tangkup wajah ibunya yang sudah penuh dengan air mata dia usap air mata ibunya dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang


Argantara:" di sini masih ada aganta yang akan menjaga dan menyayangi ibu sudah ya ibu ikhlaskan ayah dengan lapang dada ya ibu" ucapnya Jimin hanya diam dan terus menitihkan air matanya dia tidka bisa lagi mengatakan apapun sakit rasanya hatinya di tinggalkan oleh lelaki yang sangat ia cintai lelaki yang sangat sangat mencintainya seperti dunianya sekarang sudah hancur kehidupannya serasa sudah berhenti sekarang


Jungkook dan taehyung lalu menghampiri Jimin yang sedaritadi menangis


taehyung tangkup wajah istri kakaknya yang sudah tiada itu lalu berkata


Taehyung:" kakak Suga berkata padaku dia menitipkan kalian berdua padaku dia ingin kakak dan aganta bahagia dan jangan berlarut larut menangisi kepergiannya dia bilang begitu padaku kakak jadi aku mohon kakak setelah ini jangan berlarut larut dalam kesedihan ya kakak" ucapnya sambil mengusap air mata Jimin taehyung sudah menganggap Jimin adalah kakak kandungnya sendiri malah dia sangat menyayangi Jimin


Jimin:" bagaimana aku bisa mengikhlaskannya taehyung kalau setiap aku memejamkan mata saja bayangannya masih terlihat jelas di mataku" ucapnya dengan wajah datar sambil menangis lalu Jimin pingsan di sana


Jungkook:" kakak kakak bangun kakak kakak" ucapnya panik


Argantara pun Langsung membopong ibunya menuju sofa membaringkan tubuh ibunya yang lemas di sana di dampingi oleh eunwo Irene Jungkook dan taehyung


Argantara:" ibu bangun jangan begini sekarang yang aganta punya hanya ibu aku tidak ingin kehilangan ibu juga ibu aganta sangat menyayangi ibu" ucapnya sambil merapikan surai ibunya


Skip


Kini pagi pun tiba hari ini adalah hari pemakaman Suga di hadiri oleh banyaknya rekan kerja Suga keluarga dan juga sahabat sahabat Jimin dan juga Suga Jimin yang selalu di dekap oleh anak laki kakinya sedaritadi sejak awal pertama mereka berada di pemakaman itu argantara sama sekali tidak melepaskan pelukannya dari ibunya Jimin masih saja menangis Tampa ekspresi dia tatap suaminya yang akan di makamkan itu dengan nanar


Jimin:" bawa ibu ke sana aganta ibu ingin melihat ayahmu untuk yang terakhir kalinya" ucapnya argantara pun langsung menuntun ibunya menuju jasad ayahnya lalu Jimin berjongkok di sebelah jasad suaminya dia cium jasad suaminya lalu menyatukan kening mereka berdua


Jimin:" aku mencintaimu sangat mencintaimu kau adalah suami sahabat dan teman yang sangat sangat hebat aku Banga memilikimu aku Banga menjadi istrimu aku akan selalu mengenang mu aku tidak akan pernah melupakanmu kau adalah cinta pertama Dan terakhir ku aku milikmu kau milikku kita adalah satu" ucapnya lalu argantara pun lagsung membantu ibunya berdiri lalu memeluk ibunya dengan erat lagi lalu pemakaman itu di langsungkan dengan keluarga yang terus menerus menangis


Argantara:" anak kecilmu ini sebenarnya masih membutuhkanmu ayah tapi aku harus kuat dengan ibu aku akan menjaga cintamu ayah aku akan menjaganya aku berjanji" ucapnya dalam hati


Setelah jasad Suga sudah di makamkan semua orang pun pergi dari sana terlihat di sana hanya ada keluarga saja yang berkumpul di sana teman teman Jimin langsung mendekat ke Jimin dan langsung memeluk Jimin bersama sama


Lissa:" aku tau kau kuat kau adalah perempuan hebat Jimin" ucapnya menguatkan Jimin


seulgi:" ikhlaskan dia ya" ucapnya


seokjin:" sedih tidak apa apa tapi kau harus pikirkan juga anakmu dia pasti juga kehilangan ayahnya Hem kalian harus saling menguatkan satu sam lain " ucapnya Jimin pun hanya mengangguk saja di San


Lalu Lissa seokjin dan seulgi pun berpamitan pulang


Mina dan Sehun pun juga pulang jhope eunwo pun berpamitan pulang juga kini di sana hanya ada Jimin argantara taehyung Jungkook angkasa dan Irene yang senantiasa menemani Jimin


Argantara:" ibu ayo pulang sebentar lagi akan turun hujan ayo ibu" ucapnya sambil membantu ibunya berdiri


Jimin:" langit pun juga menangisi kepergiannya apa lagi denganku " ucapnya sambil menatap pemakaman suaminya itu dengan nanar argantara mencoba menguatkan dirinya sendiri agar tidak menangis


Argantara:" sudah ya ibu ayo pulang" ucapnya lalu menuntun ibunya


Setelah mereka pulang dan berada di rumah jimin langsung berjalan menuju kamarnya argantara taehyung Jungkook dan angkasa hanya menatap kepergian Jimin sambil menghela nafas panjang


taehyung:" ayah taehyung akan tinggal di sini bersama angkasa dan ibu Jungkook untuk menemanimu dns ibumu Hem" ucapnya ambil menepuk bahu argantara pelan


Argantara:" trimakasi ayah taehyung" ucapnya sambil berusaha tersenyum di hadapan taehyung lalu taehyung pun naik ke atas dan menuju kamarnya angkasa yang masih di bawah bersama argantara pun angkasa langsung menepuk bahu adiknya dengan lembut


angkasa:" tidka apa apa di sini masih ada Kaka bukan" ucapnya sambil merangkul argantara


Argantara pun langsung memeluk angkasa


Argantara:" trimakasi ya kak aku sangat menyayangimu" ucapnya sebelumnya argantara tidak pernah begini tapi kali ini entahlah dia butuh pelukan saat ini

__ADS_1


Di sisi lain Jimin sedang duduk di lantai di depan jendela membuka album foto keluarga miliknya dia buka setiap lembarnya dengan air mata yang sedari tadi menetes dia elus foto suaminya yang terlihat sangat tampan nan gagah


Jimin:" aku masih ingat bagaimana tutur katamu saat berbicara dan aku masih begitu ingat bagaimana senyummu yang kau tunjukan padaku begitu manis" ucapnya sambil memeluk foto itu dengan senyuman campur tangisan


Jimin:" aku tidak tau harus melanjutkan hidupku selanjutnya bagaimana tampa mu rasanya begitu berat dan menyakitkan hidup tampa mu sayang aku ingin selalu berada di samping mu" ucapnya sambil memeluk lututnya sendiri


Jimin:" tidak akan ada yang bisa menghapus dirimu di rumah jiwaku , kau akan terus abadi didalam hatiku pikiranku dan jiwaku" ucapnya lalu ia pun terlelap dalam tidurnya masih dengan posisi yang sama


Kini malam pun tiba Jungkook susah menyiapkan makan malam untuk semua orang semua sudah berkumpul di sana kecuali Jimin


Argantara:" buar aku yang akan memangil ibu buat makan" ucapnya tapi Jungkook menghentikan argantara


Jungkook:" tidak aganta biar ibu yang akan mengantar makanan untuk ibumu Hem kau makan saja di sini" ucapnya argantara pun hanya mengangguk lalu Jungkook pun melangkahkan kaki menuju ruangan kamar kakaknya terlihat tidak ada cahaya sama sekali ia nyalakan lampunya lalu ia lihat Jimin sedang tertidur di dekat jendela sambil memeluk foto foto suaminya Jungkook hanya bisa menghela nafas panjang


ia bersihkan foto foto itu lalu ia taro di meja lalu menepuk pelan pipi kakaknya


Jungkook:" kakak bangun yuk kita makan malam dulu" ucapnya Jimin pun mulai membuka matanya


Jungkook:" ayo kakak makan dulu aku sudah membawakan mu makanan kesukaanmu Hem aku sendiri Lo yang masak" ucapnya sambil tersenyum membawa makanan untuk kakaknya


Jungkook:" ayo kakak makan biar ku suapi ya" ucapnya lalu menyendokan satu sendok tapi Jimin hanya dia saja sambil menatap Jungkook


Jimin:" katakan padaku Jungkook katakan bahwa ini hanya mimpi" ucapnya sambil menitihkan air matanya Jungkook terdiam menatap kakaknya dengan tatapan sendu


Jungkook:" kakak" ucapnya lalu memeluk kakaknya berusaha membuat kakaknya tenang


Jimin:" aku berharap ini hanya mimpi Jungkook tolong bangunkan aku dalam mimpi buruk ini Jungkook bangunkan aku" ucapnya sambil menangis


Jungkook:" kakak jangan begini aku mohon" ucapnya sambil mengelus punggung Jimin dengan halus


Jungkook terus memeluk kakaknya menyalurkan kasih sayangnya agar kakaknya lebih tenang


Jungkook:" sudah ya sekarang kakak makan dulu kakak belum makan dari kemaren makan ya sekarang aku yang akan menyuapi kakak" ucapnya mengambil makanan itu lagi tapi Jimin memegang tangan Jungkook


Jungkook:" ada apa kakak?" tanyanya


Jimin:" dimana aganta apa dia sudah makan?" tanyanya


Jungkook:" dia sudah makan di bawah dengan angkasa dan taehyung Hyung sekarang tinggal kakak yang belum makan , makan ya aku yang akan menyuapi kakak" ucapnya


Jimin:" tidak perlu Jungkook bawa makanan ini lagi aku tidak lapar aku akan tidur saja" ucapnya


Jungkook:" tapi kak"


Jungkook:" aku tingal makanannya di sini ya kalau kakak lapar kakak bisa memakannya aku tinggal dulu Hem" ucapnya sambil mengelus surai Jimin pelan lalu ia pun pergi dari sana


jimin pandang bulan di balik jendela miliknya terlihat begitu indah lalu tersenyum di sela sela tangisannya


Jimin;" apa kau lihat bulan malam ini begitu indah biasanya kita melihat bulan bersama di atap tapi kali ini kau membiarkanku melihat bulan sendirian" ucapnya tersenyum di sela sela tangisannya


Skip


Kini hari telah berganti bulan pun juga sudah berganti tahun pun juga sudah berganti sudah 5 tahun lamanya selama itu juga Jimin selalu merenung di sepanjang malam mengingat suaminya yang sangat ia cintai dia juga selalu datang ke pemakaman suaminya setiap sore hari bersama argantara terkadang juga bersama Jungkook jika argantara belum pulang dari kampusnya dia selalu membawakan bunga yang dulunya selalu Suga belikan untuknya setiap hari ia selalu menyirami pemakaman Suga dengan air dan bunga bunga yang banyak setiap harinya


Kini di sore hari yang cerah hari ini argantara pulang dari kampusnya lebih cepat dari biasanya dia ingin menemani ibunya dia sudah berdandan rapi dan langsung menuju kamar ibunya dengan senyum yang lebar


Ia langsung membuka pintu ibunya dan terlihat ibunya sendang duduk di dekat jendela sambil melihat pemandangan di balik jendela sambil memegang album foto keluarga


argantara:" ibu" panggilnya pada ibunya Jimin pun langsung menoleh ke arah anaknya dengan senyum tipisnya



Lalu argantara pun langsung berjalan menuju ibunya dia langsung duduk di sebelah ibunya lalu memberikan ibunya bunga mawar putih kesukaan Jimin Jimin pun tersenyum tipis ke arah anak satu satunya itu


Argantara:" ibu sedang melihat apa?" tanyanya sambil menatap wajah cantik ibunya


Jimin:" kemarilah" ucapnya menepuk pangkuannya argantara pun langsung berbaring di pangkuan ibunya Jimin pun langsung mengelus surai putranya dengan lembut


Jimin:" aganta lihatlah ini waktu kau masih berada di perut ibu lihatlah kau belum terlihat di sini" ucapnya sambil memperlihatkan foto di mana Jimin dan Suga sedang berfoto di laut sedang tersenyum ceria argantara hanya tersenyum dan mengangguk mendengarkan ibunya


Jimin:" dulu ayahmu selalu membawamu kemanapun dia pergi dia selalu bilang ke ibu dia ingin menjadi ayah yang baik untuk anaknya dia ingin anaknya tidak kekurangan kasih sayang darinya " ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan foto foto di mana Jimin Suga dan argantara yang masih kecil berfoto dengan senyuman yang sangat manis


Argantara:" ayah sudah berhasil menjadi ayah yang baik untuk aganta aganta Banga memiliki orang tua seperti ibu dan ayah aganta sama sekali tidak kekurangan kasih sayang sama sekali" ucapnya sambil tersenyum ke arah ibunya Jimin pun mengelus surai anaknya


Jimin:" kau sudah besar sekarang aganta putra kecil ibu sekarang sangat dewasa dalam menyikapi sesuatu kau sangat mirip dengan ayahmu aganta " ucapnya sambil menatap anaknya lekat argantara pun langsung berdiri dan langsung menatap ibunya dengan lembut


Argantara:" apa ibu sudah mengikhlaskan ayah maaf jika aganta bertanya begini ibu" ucapnya Jimin pun tersenyum tipis ke anaknya lalu mengelus wajah anaknya lembut


Jimin:" ibu sudah ikhlaskan aganta ikhlas bukan berarti melupakan kan aganta " ucapnya sambil tersenyum manis ke arah argantara senyuman yang sangat argantara rindukan kini senyuman itu sudah kembali argantara pun langsung tersenyum lebar


Jimin:" lihat aganta langit sore begitu indah bukan" ucapnya pada anaknya


Argantara:" benar ibu sangat indah"


Jimin:" dulu saat ayahmu masih Ada setiap menjelang sore ibu dan ayah selalu melihat langit sore dan berbincang kalau ayahmu pulang cepat " ucapnya sambil tersenyum menatap langit sore yang begitu indah

__ADS_1


argantara:" tapi senja itu hanya datang sebentar ibu aganta tidak begitu menyukai senja aganta lebih menyukai pelangi yang sangat indah seperti senyummu ibu" ucapnya sambil menatap ibunya Jimin pun terkekeh pelan mendengar perkataan anaknya


Jimin:" senja memang tak seindah pelangi aganta tapi senja selalu berjanji untuk datang kembali" ucapnya sambil tersenyum tipis


Argantara:" Hem iya ibu benar senja itu indah seperti halnya ibu " ucapnya


Jimin:" dulu ayahmu juga bilang begitu tapi senja tidak seindah dulu aganta bukankah senja membutuhkan laut agar terlihat sempurna aganta tapi laut meninggalkan senja begitu saja dan kini senja tengelam dan datang di keesokan harinya hanya untuk menunggu lautnya" ucapnya sambil melihat matahari yang sebentar lagi akan tengelam sempurna argantara hanya menatap wajah ibunya dengan lekat lalu tersenyum


Argantara:" sebegitu besarkah cintamu pada ayah ibu sampai bertahun tahun pun cintamu tidak pernah luntur sedikitpun pada ayah" ucapnya dalam hati


Jimin:" ayo turun dan makan ibu akan memasakkan mu makanan kesukaanmu Hem" ucapnya sambil berdiri lalu angkasa pun juga ikut berdiri mengikuti langkah ibunya dia bahagia sekali melihat perubahan besar ibunya biasanya Jimin tidak pernah berbicara banyak tapi kali ini Jimin berbicara banyak dan mau turun ke bawah juga


Saat mereka akan turun ke bawah terlihat di sana sudah ada taehyung Jungkook dan angkasa yang baru saja datang


Jungkook:" kakak bagaimana kabarmu?" tanyanya padahal setiap mingu mereka ke rumah Jimin tapi mereka selalu menanyakan kabar


Jimin:" baik Jungkook bagaimana dengan kandunganmu?" tanyanya sambil tersenyum mengelus pelan perut Jungkook yang sudah semakin membesar Jungkook kaget dengan perubahan besar kakaknya biasanya Jimin hanya diam di kamar dan tidak pernah tersenyum sama sekali


Jungkook:" baik semua baik " ucapnya sambil tersenyum


Angkasa:" ibu jimin aku sangat merindukanmu" ucapnya sambil memeluk Jimin Jimin pun tersenyum lalu mengelus punggung angkasa pelan


Jimin:" anak ini apa kau masih nakal Hem?" tanyanya


angkasa:" tidak ibu ak" ucapnya terhenti karena argantara langsung menyela perkataan angkasa


Argantara:" dia masih sama ibu dia sangat nakal dan tengil" ucapnya sambil mengejek angkasa


Angkasa:" yakkk itu bohong ibu aganta bohong aganta juga nakal ibu" ucapnya


taehyung:" kalian sama nakalnya kau tau kakak mereka habis balapan kemarin aku yang menjewer dan memarahi mereka kemarin" ucapnya


Jungkook:" benar kakak mereka nakal mereka tidak mau menuruti perkataanku mereka hanya akan menuruti perkataanmu kak" ucapnya Jimin hanya menatap anak anak itu satu persatu


Jimin:" anak anak nakal ini adalah anak kesayanganku Jungkook taehyung dulu aku juga begitu balapan siang dan malam tapi aganta angkasa kalain harus patuh pada perintah ayah taehyung dan juga ibu Jungkook Hem jangan melawan kalau kalian melawan kalain akan berhadapan langsung dengan ibu Hem" ucapnya sambil menatap keduanya


angkasa:" hehehe kau si aganta selalu mengajakku balapan" ucapnya sambil menyenggol argantara


Argantara:" salah siapa mau huh" ucapnya sambil bersendekap dada


Jimin:" sudah sudah jangan bertengkar kalain duduk sana aku akan memasakkan kalian makanan Hem" ucapnya


Jungkook:" biar ku bantu kakak"


Jimin:" tidak perlu kau duduk saja kau sedang hamil Jungkook"


Jungkook:" aku hanya hamil Kakak bukan lumpuh biarkan aku membantumu" ucapnya sambil cemberut Jimin pun hanya terkekeh di sana


Jimin:" baiklah ayo" ucapnya lalu Jimin dan Jungkook pun memasak makanan untuk mereka


Ta selang berapa lama pun masakannya pun jadi para maid pun langsung menaruh makanan buatan Jimin dan Jungkook di meja makan mereka pun Langsung memakan makanan itu dengan lahap lalu setelah makan mereka lanjut dengan membakar marshmellow di dekat kolam Jimin pandang taehyung yang menyuapi Jungkook marshmellow lalu angkasa dan juga argantara yang berebut marshmellow padahal masih ada banyak marshmellow yang ada di sana


Jimin tersenyum senang melihatnya dia menghembuskan nafasnya pelan lalu berkata


Jimin:"jika kau ada di sini mungkin aku lebih bahagia lagi" ucapnya sambil menatap mereka yang tersenyum lebar


Jimin:" aku akan menjaga anak kita dengan baik aku janji" ucapnya sambil tersenyum lebar lalu ia mendengar ada seseorang yang memangilnya dari belakang lalu ia pun menoleh



terlihat di sana Suga menatap Jimin dengan senyuman andalannya senyuman yang Jimin rindukan



Jimin seketika langsung tersenyum


Jimin:" apa kau bahagia sekarang melihat mereka semua bahagia sayang?" tanyanya Suga pun Hanay mengangguk


Suga:" tapi yang lebih saya harapkan adalah senyumanmu sayang senyuman hangat mu agar saya lebih tenang " ucapnya sambil menatap Jimin lekat


Jimin langsung tersenyum sendu


Jimin:" senyumanku hanya untukmu hanya untukmu, pergilah aku sudah mengikhlaskan kepergian mu aku akan selalu menyimpan kenangan kita di dalam pikiran hati dan jiwaku kau abadi di dalam hatiku pergilah dengan tenang aku sudah mengikhlaskan mu aku sangat mencintaimu" ucapnya sambil tersenyum di sela sela tangisannya Suga pun tersenyum lalu memeluk Jimin sebelum ia benar benar menghilang


Jimin:" pergilah aku pasti akan menyusul mu jika waktuku di dunia sudah habis" ucapnya sambil menatap kepergian Suga yang perlahan lahan mulai menghilang menjadi debu


Jimin pun langsung memejamkan matanya


Jimin:" aku mencintaimu sungguh aku sangat mencintaimu" ucapnya dalam hati sambil tersenyum dan menitihkan air matanya


Dan end


MAAF KALAU AKHIR CERITANYA JELEK NANTIKAN KARYA KARYAKU SELANJUTNYA PAPAY


BORAHE 💜 APOBANGPO 💜

__ADS_1


__ADS_2