
Kini mereka sedang berbincang bincang bersama dan kini malam pun sudah semakin larut mereka pun berpamitan pulang setelah mereka semua pulang Jimin dan Suga pun langsung tidur
Skip
Kini pagi pun tiba hari ini adalah hari libur sekolah Jimin
Suga:" hari ini kau libur sayang?" ucapnya sambil memeluk Jimin dari belakang yang sedang merapikan pakaiannya
Jimin:" hem aku libur hari ini kenapa Hem" ucapnya sambil mengelus surai suaminya
Suga:" tidak aku hanya tanya saja aku juga libur hari ini aku ingin bersamamu seharian" ucapnya sambil masih memeluk Jimin
Jimin:" way kenapa libur huh bukannya kau ada rapat penting sayang?" tanyanya sambil membalikan badan menghadap suaminya
Suga:" semua itu namjon dan KAI yang akan mengurus semuanya sayang kau tidak perlu khawatir hari ini adalah harimu sayang Hem" ucapnya sambil mencium kening Jimin
Jimin:" baiklah ayo turun dan sarapan bersama ayo" ucapnya lalu Suga pun mengangguk dan mereka pun langsung menuju ke bawah sambil bergandengan sambil bertukar cerita sesekali juga tersenyum karena gombalan garing suaminya itu
Lalu mereka pun makan di ruang makan dengan tenang lalu setelah makan mereka duduk di ruang keluarga dengan menyalakan tv Jimin yang berbaring di sofa dengan kepala yang ia taro di pangkuan Suga
Suga:" sayang bagaimana kalau kita ke rumah ayah Sehun Hem" ucapnya sambil mengelus surai Jimin
Jimin yang awalnya memandang televisi ia pun langsung beralih menatap suaminya
Jimin:" kenapa sayang kau merindukan ayah ya? Kalu begitu ayo kita ke sana" ucap Jimin lalu beranjak bangun
Suga:" tidak sayang hanya saja saya ingin menemui mereka sudah lama rasanya saya tidak bertemu dengan mereka" ucapnya
Jimin:" ya sudah ayo aku akan Menganti pakaianku dulu ya tunggu sebentar" ucapnya lalu beranjak dari tempatnya sambil berlari kecil dia menuju ke kamarnya Suga terlihat terkekeh di sana karena istrinya itu sangat mengemaskan
Lalu Suga pun langsung menelpon seseorang
Suga๐:" segera siapkan segalanya saya akan segera ke sana" ucapnya
?๐:"........
Suga ๐:" baiklah" ucapnya lalu mematikan telponnya secara sepihak
Lalu tak selang berapa lama Jimin pun datang
Pakaian yang di kenakan Jimin
Jimin dengan senyuman manisnya turun dari tanga
Jimin:" ayo aku sudah siap" ucapnya menghampiri suaminya
Suga:" jangan terlalu cantik seperti ini sayang saya takut ayah akan berpaling dari ibu nanti" ucapnya sambil tertawa
Jimin:" jangan menggombal terus atau ku cubit kau huh" ucapnya sambil tersenyum
Suga:" baiklah tuan putri maaf kalau begitu mari" ucapnya sambil mengulurkan tangannya bak seorang pangeran ingin mengandeng putri
Jimin terkekeh pelan lalu menerima uluran tangan Suga lalu mereka pun berjalan menuju mobil mewah milik mereka lalu mereka pun melajukan mobilnya sesekali mereka berbincang bincang tak selang berapa lama mereka pun sampai
Saat mereka sampai para maid dan para bodyguard ayah Suga berjejer menunduk hormat dan membukakan pintu mobil milik Suga dan juga Jimin
Lalu mereka pun memasuki rumah mewah itu dengan Suga melingkarkan tangannya di pinggang Jimin dengan mesra mereka langsung menuju ruang keluarga terlihat di sana ramai ada taehyung Jungkook Sehun Mina jhope eunwo dan juga Irene
Jimin:" mereka" ucapnya sambil menatap suaminya
Suga:" iya mereka sedang berkumpul di sini sayang makanya saya membawamu kemari" ucapnya sambil mengelus surai Jimin Jimin pun tersenyum ke arah suaminya
Jimin:" ibu Mina" ucapnya memeluk ibu mertuanya lalu ke ayah mertuanya Sehun langsung merangkul menantunya itu
Lalu Jimin pun langsung menuju ibunya Irene
Jimin:" ibu" ucapnya lalu memeluk ibunya
Irene:" bagaimana kabarmu sayang Hem?" tanyanya pada anak satu satunya itu
Jimin:" baik ibu" ucapnya lalu mereka semua pun duduk
Mereka berbincang bincang sesekali tertawa bersama
terlihat taehyung dan Suga melirik satu sama lain memberi kode entah apa yang di rencanakan kakak beradik itu
Jungkook:" em aku ke kamar mandi dulu ya semuanya, sayang " ucapnya berpamitan ingin ingin ke kamar mandi
__ADS_1
taehyung:" iya sayang hati hati ne apa perlu ku antar" ucapnya tapi Jungkook menolak
Mina:" biar ibu yang mengantarnya ayo sayang" ucapnya lalu mengantar Jungkook
Lalu mereka melanjutkan berbincang bincang tiba tiba telpon Jimin berdering
Suga:" siapa sayang?" tanaynya pada istrinya
Jimin,:" ibu kenapa menelpon" ucapnya lalu mengangkat telpon ibu mertuanya itu
Mina๐:" Jimin sayang bisa tidak kemari sebentar ibu perlu bantuanmu" ucapnya dalam telpon
Jimin๐:" kenapa ibu apa ada yang terluka huh?" tanyanya sedikit khawatir
Mina๐:" tidak ibu hanya ingin meminta bantuanmu mengambilkan tisu untuk Jungkook saja ibu kan sedang menunggunya tidak mungkin kan ibu meninggalkannya sendirian sayang" ucapnya
Jimin๐:" ouw baiklah ibu tunggu sebentar Jimin akan segera ke sana" ucapnya
Jimin:" sayang aku akan mengambilkan tisu dulu untuk ibu ya" ucapnya
Suga:" baiklah hati hati" ucapnya
Terlihat semua orang tersenyum. Di sana seperti merencanakan sesuatu mereka terlihat bersekongkol
Jimin yang sedang membawa tisu berjalan santai menuju kamar mandi tiba tiba ada yang mendorongnya ke ruangan dan pintunya terkunci dari luar
Jimin:" ahhhh" triaknya kaget lalu menggedor pintu itu
Jimin:" sialan siapa yang mendorongku tadi" ucapnya marah
Kalu berbalik melihat ke belakang ternyata di sana ada Jungkook yang sedang duduk di kasur memandang Jimin
Jimin:" Jungkook kau ada di sini bukanya kau ada di kamar mandi bersama ibu?" tanyanya
Jungkook:" aku tidak tau kenapa aku tiba tiba ada di sini tadi ada yang mendorongku kemari" ucapnya
Lalu Jimin pun mulai mencari hpnya tapi sialnya tidak ada dia meninggalkan hpnya di meja
Jimin:" sial hp ku ketinggalan" ucapnya geram sambil membuang tisu yang ia bawa sedari tadi
Jimin:" apa kau membawa hp mu?" tanyanya pada Jungkook
Jimin:" sialan gimana ini" ucapnya sambil duduk di sebelah Jungkook agak jauh
Mereka diam Diaman sangat lama tidak ada yang berbicara sama sekali
Jungkook:" kakak tenang saja pasti mereka sebentar lagi akan mencari kita kan" ucapnya semakin merapatkan duduknya dengan Jimin
Jimin:" hais kenapa aku terjebak di sini bersamamu" ucapnya mengusak surai nya kasar
Jungkook:" kakak kenapa kakak tiska suka padaku kakak?" tanyanya pada Jimin
Jimin:" karena ibumu adalah alasan ayah dan ibu bercerai ibumu MERENGGUT semuanya milik ibuku" ucapnya dengan nada datar nan dingin
Jungkook:" iya aku tau ibuku salah kak tapi tidak bisakah kita berbaikan seperti layaknya adik kakak yang saling menjaga kakak?" tanyanya
Jimin:" tidak" ucapnya singkat
Jungkook:" kakak meskipun kau membenciku aku tetap menyayangimu kau adalah kakak yang terbaik menurutku kau adalah kakak ku" ucapnya sambil tersenyum memandang Jimin sedangkan Jimin dia hanya menatap datar lurus ke depan
Jimin:" jangan memegang ku" ucapnya menepis tangan Jungkook
Jungkook:" apa kau ingat kakak saat aku masih kecil saat aku terjatuh kakak menggendongku dan mengobati lukaku apa kakak ingat aku sangat rindu dengan masa masa itu kakak" ucapnya sambil tersenyum sedangkan Jimin hanya diam
Jungkook:" aku tau kau pasti menyayangiku kan kakak meskipun itu sedikit pasti kau menyayangiku kan buktinya saat pernikahanku kau datang padahal kau dulu bilang kalau pernikahanku di laksanakan kau tidak akan datang" ucapnya sambil tersenyum
Jimin:" sebenarnya apa maumu huh bisa diam tidak kita ini sedang terkunci di ruangan sialan ini kenapa kau malah mengoceh kemana mana" ucapnya dingin
Jungkook :" hihihihi" tawanya
Jimin:" kau gila huh kenapa tertawa di saat begini seharusnya kau memikirkan bagaimana caranya keluar bukannya tertawa dan mengoceh trus" ucapnya
Jungkook:" aku tidak khawatir terjebak di sini sampai berhari hari karena ada kakak yang pastinya akan melindungi ku dalam keadaan apapun " ucapnya sambil tersenyum
Jimin:" terserah kau saja lah" ucapnya sedikit kesal
Jungkook beranjak dari duduknya dengan susah payah dia berjalan menuju lemari
Jimin:" kau mau kemana sialan" tanyanya
__ADS_1
Jungkook:" ouw aku ingin mencari makanan untuk di makan pasti ada di sini apa kakak tiska lapar?" tanaynya
Jimin:" kau duduk sana diam ku tiska lihat perutmu mulai besar biar aku saja" ucapnya dengan nada cuek Nan dingin Jungkook terlihat tersenyum di sana lalu ia pun duduk dan Jimin memeriksa semua lemari mencari makanan di sana dan ternyata ada ia lihat lihat makanan itu apakah sudah expired atau mebul terlihat di sana juga ada minuman botolan
Jimin:" ini makanlah" ucapnya cuek memberi makanan untuk Jungkook dan Jimin hanya meminum minuman saja
Jungkook:" kakak ini makanlah" ucapnya memberi jajanan untuk Jimin
Jimin:" tidak " singkat padat jelas
Jungkook:" ayo lah kakak ini" ucapnya berdiri menghampiri Jimin dengan susah payah
Jimin:" sudah ku bilang kan Jagan bergerak jika kau terjadi apa apa aku yang repot sedangkan kita berada di ruangan ini tidak bisa keluar kalau terjadi apa apa pada anakmu bagaimana bodoh" ucapnya marah Jungkook tidak takut malah tersenyum di sana
Jungkook:" apa kakak menghawatirkan ku Hem?" tanyanya Jimin terlihat menelan ludahnya kasar dan terdiam menelaah apa yang barusan ia katakan
Jimin:" sudahlah Jungkook diam kau membuatku pusing saja" ucapnya memalingkan wajah dari Jungkook sambil memegang dagunya menunduk ke bawah Hinga rambutnya yang tergerai itu menjulur ke bawah
Jungkook dengan tangan lentiknya mengelus surai kakaknya merapikannya Jimin terlihat menatap Jungkook kebingungan
Jungkook:" entah apa yang akan terjadi padaku kalau saja kakak tidak ada di sisi ku aku suka marah mu aku suka cuek mu kakak karena di balik sikapmu itu kau adalah sosok yang hangat dan peduli , ternyata kalau kakak di pandang secara dekat kakak semakin terlihat cantik ya aku beruntung memiliki kakak seperti mu kak" ucapnya sambil menatap Jimin lekat tatapan yang sangat teduh Jimin seketika tersentak akan ucapan Jungkook tatapan Jimin yang awalnya tajam kini berbalik menjadi tatapan hangat seorang kakak
Jimin:" kenapa kau sangat Banga memiliki kakak sepertiku padahal aku tidak pernah menganggap mu adik aku hanya kakak tiri mu aku bukan kakak kandungmu" ucapnya
Jungkook:" karena kakak berani melawan apapun yang menurut kakak benar kakak orang yang sangat bijak dan kakak adalah kakak kandungku tidak ada yang bisa mengusiknya kakak adalah kakakku hanya kakakku , terkadang aku iri dengan Tae Hyung dia mendapat kasih sayangmu tapi tidak apa apa kau tetap kakak ku kakak tercantik ku" ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Jimin sambil menitihkan air matanya Jimin hanya memandang Jungkook dengan perasaan campur aduk
Jungkook:" maaf kalau aku pernah menyakiti hatimu kakak maaf kalau aku merenggut kasih sayang ayah darimu aku tidak bermaksud begitu aku juga ingin kakak di sayang banyak orang kakak maaf ya kalau ibuku yang membuat kakak begini maaf" ucapnya menunduk meminta maaf sambil berjongkok menaruh kepalanya di paha Jimin
Jimin:" angkat kepalamu " ucapnya lalu Jungkook pun mengangkat kepalanya
Jimin:" berdirilah duduk jangan begitu kau sedang mengandung apa kau tidak kasihan dengan anakmu huh" ucapnya sambil mendudukkan Jungkook secara perlahan
Jimin:" aku sejak dulu memang sudah menjadi kakak mu maaf kalau aku terlalu kasar padamu aku sudah memaafkanmu jadi jangan menangis" ucapnya sambil tersenyum tipis
Jungkook:" apakah kakak sudah menerimaku sebagai adikmu kakak" ucapnya berbinar
Jimin:" mungkin begitu" ucapnya sambil tersenyum tipis Jungkook pun langsung memeluk kakaknya dengan erat
Jungkook:" aku menyayangimu kakak aku sangat sangat ingin pelukan darimu ini kakak trimakasi sudah menerimaku sebagai adikmu kakak makasi" ucapnya bahagia tangan Jimin pun terulur untuk memeluk Jungkook
Namun tiba tiba Jungkook merasakan nyeri di perutnya
Jungkook:" sssss aduh perutku" ucapnya sambil memegangi perutnya
Jimin:" way way kenapa ada apa dengan perutmu?" tanyanya khawatir
Jungkook:" tidak tau perutku sakit sekali akkkkk huuuuhh sakit sekali " ucapnya ingin tumbang tapi dengan sigap Jimin langsung menangkap Jungkook
Jungkook:" sakit kakak"
Jimin :" Jungkook jangan begini astaga bagaimana ini Jungkook tenang dulu ku di sini aku akan mencoba mendobrak pintunya" ucapnya membaringkan Jungkook lalu berusaha mendobrak pintunya tapi kekuatannya sangat kecil dia tidka bisa mendobraknya
Jimin:" kau harus bertahan Jungkook" ucapnya sambil menangis memeluk Jungkook
Jungkook:" kakakk a a ambil hp milikku h hp ku masih bisa di gunakan" ucapnya dalam pelukan Jimin dengan cepat Jimin langsung meraih hp milik Jungkook menelpon nomer taehyung
Jimin:" h h h hallo taehyung hik cepat kemari bantu aku hiks Jungkook kesakitan cepat" ucapnya lalu dengan cepat terdengar taehyung berlari menuju mereka
Jimin:" tenanglah Jungkook mereka akan segara kemari jangan khawatir aku ada di sini kau boleh gigit tangan ku jika kau tidak tahan rasa sakitnya " ucapnya sambil mengusap air matanya
Jungkook:" kakak. J jngn menangis akkk" ucapnya
Jimin:" perhatikan dirimu jangan mengurusi ku bodoh" ucapnya sambil mengisi lalu tiba tiba pintu terbuka terlihat semua orang masuk ke ruangan itu lalu taehyung pun langsung mengendong Jungkook dan langsung berlari membawa Jungkook menuju rumah sakit
Sedangkan Jimin Suga langsung mengandeng Jimin yang terlihat menangis Suga dan Jimin langsung menyusul mereka
Suga lihat istrinya trus menangis lalu ia hentikan mobilnya terlebih dahulu
Jimin:"kenapa berhenti ayo cepat Jungkook pasti kesakitan" ucapnya sambil menangis tanpa mengatakan apapun Suga langsung memeluk istrinya dengan hangat
Suga:" tenangkan dirimu dulu sayang Jungkook pasti tidak apa apa Hem", ucapnya sambil mengelus punggung Jimin dengan halus lalu saat Jimin mulai tenang dia Suga langsung melepas pelukannya
Suga:" sudah tenang sayang kalau sudah kita lanjutkan perjalanannya Hem" ucapnya
Jimin:" udah kok ayo cepetan" ucapnya lalu Suga pun mengelus surai Jimin dan langsung menancapkan gas menuju rumah sakit
OK SEGITU DULU YA GYS KAPAN KAPAN LAGI PAPAY
BORAHE ๐ APOBANGPO ๐
__ADS_1