
Clara yang duduk ditaman rumahnya asik menikmati jusnya dan sambil membaca majalah,seperti itulah kebiasaan Clara setiap berada dirumahnya.
"Bosan juga main dirumah sudah 3 hari gue dirumah saja."guman Clara dan meletakkan majalahnya diatas meja.
"Oh iya hampir lupa gue kan besok acara pameran produk."ucap Clara sambil memukul jidatnya.
"Gue harus kemall ini,gue harus tampil cantik dan mengejutkan mereka semua,terutama si agler brengsek itu.''guman Clara dengan mengulek tangannya.
"Bagaimana apa kamu sudah mencari tau tentang Clara frestika?"tanya agler kepada asistennya zidan.
"Bilang tidak ya ketuan,kalau Clara itu anak almr wiranata dan calon istrinya."guman zidan yang sudah tau kebenarannya.
"Belum tuan saya sama sekali tidak bisa melacaknya kerna dibelakang nona Clara sangat pintar."ucap zidan berbohong,kerna atas permintaan mamanya agler.
"Bagaimana sih kamu,hanya mencari satu identitas orang saja kamu tidak bisa,untuk apa kamu kerja sama saya."ucap agler kesal.
"Pergilah urus semua keperluan untuk pameran produk besok!"ucap agler sambil memijit dahinya.
__ADS_1
"Clara frestika kenapa susah sekali mencari tau tentangmu."guman agler marah.
"Eh,kalian sudah dengar tidak katanya si Clara mata-mata dari peeusahaan zing Grup dan menyalin produk kita."ucap viona kepada rekan kerjanya.
"Iya aku juga dengar sih tapi tidak tau juga dengan kabar ini."timpal yang lain.
"Kabar ini benarlah buktinya Clara sudah 3 hari tidak datang."ucap viona
"Viona lo bisa tidak menuduh orang sembarangan tidak mungkin Clara melakukan itu."bantah prilly yang tak terima temannya difitnah.
"Kalau lo gak percaya ya sudah kita lihat saja nanti."ucap viona membuang muka.
"Tuan semuanya sudah siap,apa kita segera berangkat keacaranya?"tanya zidan.
"Baiklah kita jemput mama sama papa kerumah!"ucap agler sambil memasang dasinya.
Setelah zidan melihat tuanya sudah masuk segera dia melajukan mobilnya menuju rumah besar agler.
__ADS_1
"Ehmmm...sepertinya calon istri kamu bakalan ada dipameran."ucap zidan
"Sok tau kamu,mana mau dia menunjukkan wajahnya yang jelek itu."ucap agler kesal mengingat Clara yang tidak menghadiri pertemuan yang telah disiapkan kedua orang tuanya.
"Hahaha...kali ini pasti datang dengan penampilan yang menakjubkan dan juga mungkin membuat kamu kaget."ucap zidan membuat agler menaikan alisnya.
"Mana mungkin."ucap agler tak percaya.
"Baiklah kita taruhan,kalau dia datang lo harus menaikan gaji gue dan kalau dia tidak datang gue siap deh jadi korban amarah lo."ucap zidan.
"Oke sepakat."ucap agler yang tanpa berfikir.
Zidan dan agler kalau diluar kerja atau sedang berdua bersama keluarga agler dan zidan mereka bersikap seperti sahabat biasanya tapi didepan rekan kerja atau disaat kerja mereka seperti bos dan bawahan seperti saat ini.
"Clara kamu sudah siap sayang cepatan nanti kita telat diacaranya."ucap ranti sedikit berteriak kepada Clara yang masih berada dikamarnya yang diatas.
"Mama duluan saja Clara nanti sama sopir pribadi Clara."ucap Clara dibalik pintu.
__ADS_1
"Baiklah,kamu harus datang ya mama pergi dulu."ucap ranti berlalu pergi.
"Tentu saja Gue harus datang."ucap clara dengan senyum sinisnya.