"30"HARI MENJADI KARYAWAN

"30"HARI MENJADI KARYAWAN
kekecewaan falensia


__ADS_3

"Ja...di lo selama ini menyebut gue bodoh kerna gue tidak mengerti lo?"tanya clara ragu.


"Iya."ucap aglersambil mengesup lembut kepala clara.


Clara tersipu malu mendengar penjelasan agler,agler yang dapat melihatnya hanya tersenyum bahagia ternyata selama ini cintanya tidak lah bertepuk disebelah tangan.


Tidak menunggu waktu lama agler membawa pergi clara dan meninggalkan yang lainnya dikantin.


Sedangkan sania menatap alex dengan tajam meminta penjelasan dari alex,alex yang tau dengan maksud tatapan sania hanya cengegesan dan sambil memeluk tangan sania dengan manja namun ditepis sania dan berlalu pergi dan alex pun mengejar sania.


Prilly yang ditinggal sendirian menghempas nafasnya kasar sedangkan gery yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia melihat prilly kesal.


"Lo mau berapa lama disini?"ucap gery dingin.


"Buset...ni cowok udah lama gak ketemu nambah nganteng aja,tapi sikap dinginnya tidak pernah berubah."guman prilly.


"Ini anak gak ada berubahnya selalu aja bengong kalau diajak berbicara."guman gery.


FLASBACK

__ADS_1


Prilly yang baru berkerja diperusahaan wiranata memiliki semangat untuk bekerja sehingga tidak menghiraukan orang sekitarnya.


Gery yang baru pulang dari singapur kembali kekantor untuk memberitahu ayah angkatnya bahwa semuanya berjalan lancar dan juga untuk mendiskusikan untuk pengantaran produk,Gery yang tidak sabar meberitahukan berita baik itu sehingga membuat dia terburu-buru dan menabrak prilly sehingga kertas yang ditangan prilly berhamburan dan prilly hampir jatuh dengan sigap Gery menarik tubuh prilly hingga prilly berada didalam pelukannya.


"Kamu tidak apa-apakan?"tanya gery.


"Gilak ganteng banget,bibirnya seksi,matanya dan juga hidungnya sungguh sempurna ciptaan mu tuhan."guman prilly.


Gery yang dari tadi mencoba menyadarkan prilly namun tak kunjung sadar kerna Gery terburu-buru melepaskan prilly hingga membuat prilly sadar,tidak menunggu lama gery langsung meninggalkan prilly yang melihat kepergiannya.


BACK AGAIN.


"Ah...maaf pak sa...ya per..misi dulu."ucap prilly gugup dan berlalu pergi.


Gery mengerutkan dahinya melihat tingakah prilly yang berlari seolah menghindari hantu.


Didalam ruangan menejer seorang gadis cantik menagis dia tak lain falensia yang menangisi kekecewaannya dan rasa bersalah terhadap perusahaan wiranata atas perbuatan sahabatnya itu.


"Hiks...hiks....huhuhhh kenapa hiks...kenapa sita lo tega lakuin ini ke gue hiks...apa salah gue hiks..."tangis falensia.

__ADS_1


"Kenapa..hiks kenapa lo bodoh sekali sih...hiks gara-gara cowok sialan itu lo harus dipenjara hiks...hisk."ucap falensia emosi.


TOK...TOK...TOK...


"Siapa sih gak tau apa orang lagi sedih hiks...hiks?"umpat falensia kesal dan menghapus air matanya.


"Masuk!"ucap falensia.


"Permisi saya mau nanya apa nona falensia tau dimana keberadaan tuan muda agler?"tanya orang yang mengetuk pintu tak lain zidan asisten agler.


"Anda inikan asistennya kenapa nanya ke saya ha."ucap falensia jutek.


"Maaf nona falensia saya memang asistennya,tapi bukan berarti saya selalu berada disisinya."ucap zidan tak mau kalah.


"Uhhhh,menyebalkan orang lagi bersedih dia malah mengganggu."umpat falensia.


"Tuan muda agler anda pergi keluar bersama nona muda clara,saya tidak tau pergi kemana."ucap falensia.


"Oh terimakasih."ucap zidan dingin.

__ADS_1


"Oh iya,jangan terlalu menangis ntar wajah kamu kayak badut."ucap zidan sambil menahan tawanya.


__ADS_2