
"Setelah mereka keluar Clara langsung memasuki gudang dan menaruh berkas yang dia bawa tadi.
"Apaan tadi gue tendang ya...'guman clara yang menendang sesuatu dia segera mencarinya.
"Ini...pasti punya pria tadi,lebih baik simpan deh pasti ads sesuatu yang berguna,apa lagi tadi dia berbica tentang gery....'ucap clara berbicara sendiri.
"Clara langsung mengantongi ponsel yang dia temukan dan kembali ketujuan awalna yang mencari informasi lebih lanjut dari gudang itu.
"Bik,bagaimana keadaan clara disana...'tanya ranti.
"Nona baik-baik saja nyonya...'ucap bik ina.
"Bagaimana menurut mu bik,jika Clara saja jodohkan dengan anak sahabat saya?..."tanya ranti.
"Menurut saya itu bagus nyonya,tapi apa non clara sudah tau?.."tanya bik ina.
"Belum bik saya takut kalau beritau dia sekarang saat ini,dia bakalan tinggalin saya..."ucap ranti.
"Sebaiknya,nyonya beritau saja itu lebih baik nyonya.."ucap bik ina.
"Kamu benar bik,saya akan cari waktu tepat untuk memberi tau clara..."ucap ranti.
"BIk,kamu awasin Clara saat disana ya!..."pinta ranti.
__ADS_1
"Baik nyonya..."ucap bik ina.
"permisi pak..."ucap falensia.
"Oh iya masuk..."suruh agler.
"Pak ini berkas yang anda pinta..."ucap falensia dan menaruh diatas meja agler.
"Baiklah,kamu boleh pergi..."ucap agler.
"Baik pak..."ucap falensia berlalu pergi.
"Zidan...tolong kamu cari tau tentang sita ranisa saja sedikit curaga dengan orang ini..."ucap agler dibalik telponnya.
"Ini...tidak ada yang beres,sepertinya saya harus mencari sendiri berkas ini digudang..."guman agler.
"Kemana sih Clara lama amat..."ucap prilly yang menunggu clara.
"Eh...coba lihat ini,ini berita tentang perusahaan kita..."ucap salah satu karyawan.
"Apaan sih,coba gue lihat..."ucap prilly langsung membulatkan matanya saat membaca berita diponsel rekan kerjanya.
"Ini...bagaimana mungki,kenapa bisa sampai tersebar berita ini..."ucap prilly.
__ADS_1
"benar...bukankah perusahaan luar tidak tau kalau perusahan wiranata menurun,bagaimana mungkin bisa ada berita seperti ini..."ucap karyawan pria.
"Apa diantara kita ada pengkhianat..."timpal salah satu karyawan cowok.
"Mungkin..."ucap semua karyawan.
"Kenapa susah sekali mencari bukti-bukti sih...'grutu clara kesal yang sudah mulai lelah mencari data pengkhianat.
"Dan tanpa segaja Clara menendang salah satu rak dan salah satu map jatuh mengenai kepala clara".
"Clara langsung meraih dan membacanya dan tertera di kertas itu nama sita ranisa Gg.
"Gg...tanda ini...dari grup Global..."ucap lirik clara.
"Jika sita benar seorang pengkhianat seperti data ini apa kemungkinan falensia juga berkerja sama dengannya..."ucap clara berbicara sendiri di gudang.
"Tidak bisa ini,gue harus menyelidiki lebih dalam jangan sampai salah orang..."guman Clara.
"Sedangkan agler sudah berjalan menuju gudang tempat yang dia tuju sedangkan clara masih berada didalam gudang dengan pemikiranya.
"Udah deh sekarang gue sudah dapat bukti dan gue tau gery tidak bersalah,mending sekarang gue keluar dulu dari gudang ini sebelum ada yang melihat gue akan berantakan rencana gue..."ucap Clara.
"Baiklah keluar dulu baru menelpon alex..."ucap clara dan berjalan keluar.
__ADS_1
"Tapi begitu Clara membuka pintu gudang dia dikagetkan dengan seseorang didepannya yaitu agler yang menatap tajam kearahnya.