"30"HARI MENJADI KARYAWAN

"30"HARI MENJADI KARYAWAN
Ancaman sita....


__ADS_3

"Tidak bisa seperti itu pak,bapak juga harus mikirin saya dong,bagaimana ji......"ucap Clara terpotong kerna Agler sudah mencium bibirnya.


Clara terus membrontak meminta agler untuk melepaskan ciumannya namu sayang genggaman agler begitu kuat sehingga hanya membuat Clara pasrah menyerahkan Ciuman pertamanya dengan orang yang belum dia kenal,Clara hanya bisa menitikkan air matanya.


"Kenapa gue,tergoda dengan cewek ini dan mengapa hati gue merasa sakit melihat dia menangis."ucap Agler dan melepaskan ciumannya.


Clara bergegas keluar dari lif yang pintunya sudah terbuka,Clara bergegas pergi kegudang sambil menangis dan mengusap bibirnya yang basah kerna ciuman agler.


Setelah meletakkan kembali ponsel yang dia temuakan Clara bergegas pergi dari gudang itu,Agler terus memperhatikan Clara yang keluar dari gudang dengan keadaan masih menangis.


"Kenpa gue sekasar itu kepadanya,tidak seharusnya gue berbuat seperti itu,"guman agler dan mengacak rambutnya kerna kesal dengan dirinya.


"Ah,sudahlah lebih baik cek dulu benda apa yang dia cari digudang ini?"guman agler dan berjalan menuju gudang.


Didalam gudang agler,mencoba mencari tau apa yang clara cari digudang.


"Ponsel,punya siapa ini?"ucap agler dan melihat layar ponsel yang dia pegang.

__ADS_1


"Suruh zidan saya yang cek,lagian apa kerjanya sebagai sekretaris yang tidak bisa mengerjakan hal sekecil ini!"ucap agler dengan menaikan bahunya.


Clara yang berada ditoilet,mencaci maki agler kerna telah mengambil secara paksa ciuman pertamanya.


"Brengsek,gue tidak akan pernah memaafkan mu,walaupun kamu berlutut dikakiku."ucap Clara didepan cermin wostefel.


Setelah merasa cukup tenang Clara bergegas keluar dari toilet,namun seseorang didepan pintu mendorong clara sampai Clara terduduk dilantai.


"Auw..."rintih Clara kesakitan.


"Dimana bendanya?"ucap seorang yang mendorong clara yang tak lain sita.


"Jangan pura-pura bodoh lo,kalau lo tidak ingin nyawa lo dalam bahaya mending sekarang lo serahkan ponselnya stefin!"ucap sita dengan nada kasar dengan tangannya diwajah Clara.


"Saya benar tidak tau dan saya juga tidak kenal siapa Stefin."ucap Clara berbohong.


"Lo gak mau mengaku juga ya,lo pikir gue buta apa,elo kan yang pergi kegudang gue juga lihat lo keluar dari gudang."ucap sita sambil melepaskan ngenggamannya dari wajah Clara dengan kasar.

__ADS_1


"Apa dia melihat gue keluar dari gudang,apa dia juga lihat waktu dilif?"guman Clara.


"Baiklah jika kamu tidak mengakuinnya,kamu harus menjadi mata-mata saya,kamu harus memperhatikan apa yang dikerjakan tuan agler dan kamu juga harus mengambil berkas penting tentang semua produk baru yang baru diciptakannya!"ucap sita dengan melipat kedua tangannya.


"Wanita sialan,kita lihat saja sampai kapan kamu tersenyum bahagia seperti itu?"guman Clara dan menampilkan senyum sinisnya.


"Jika kamu tidak mau jangan salahkan saya jika saya berbuat lebih dari ini."ucap sita


"Serahkan berkas itu disaat pameran produk minggu ini!"ucap sita dan berlalu pergi.


"Cih..,baiklah akan aku ikuti permainanmu,wanita sialan."ucap Clara dan bardiri dari tempat dia terduduk.


Clara segera meraih ponselnya dari tasnya,dan mencari kontak yang ingin dia hubungi.


"Halo,alex apa Gery sudah ada ditanganmu?"ucap Clara yang dia hubungi iyalah Alex.


"Iya,gue baru saja melepaskan Gery sekarang kita lagi dekejar oleh orang yang menyekap Gery."ucap agler dibalik telpon.

__ADS_1


"Baiklah,saya akan segera menghubungi polisi,loe kirim lokasi lo dimana!"ucap clara langsung mengakhiri panggilannya.


__ADS_2