"30"HARI MENJADI KARYAWAN

"30"HARI MENJADI KARYAWAN
satu lif dengan Agler.....


__ADS_3

Agler menghempaskan tubuhnya dikasurnya kerna merasa kesal dengan calon istrinya yang tidak datang menemuinya.


"Sial,lo lihat nanti bagaimana gue menaklukkan mu."ucap agler berbicara sendiri kerna kesal.


______________________________________________


"Halo pa.."ucap runa dibalik telpon,yaitu telpon dari suaminya.


"Iya mama sayang,bagaiman apa calon menantu kita cantik,apa dia sama seperti dulu?"ucap suaminya dibalik telpon dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


"Kita tidak bertemu dengannya pa"ucap runa dengan kecewa.


"Kenapa bisa sayang?"ucap suaminya.


"Tadi mbak ranti bilang,kalau Clara lagi sibuk kerna menemukan bukti baru sehingga dia tidak pulang kerumahnya."ucap runa menjelaskan kepada suaminya.


"Iyaudah sabar saja dulu!"ucap sumianya.


"Iya pa,"ucap runa.


"Iyaudah sayang,oh iya dalam minggu ini papa akan menyusul kalian dijakarta."ucap suaminya.


"Bagaimana dengan perusahaan disana pa?"ucap runa.

__ADS_1


"Perusahaan disini,papa serahin ke wirko papa yakin dia pasti bisa!"ucap suaminya.


"Iyaudah mama tunggu disini"ucap runa


"Iya ma,yaudah mama istirahat lagi!"ucap suaminya.


"Iya papa juga,bay."ucap runa dan mengakhiri panggilan.


Suami runa bernama,Wira Andrian dan wirko adik iparnya runa.


Clara terus menggali informasi sita lebih dalam,sampai dia terus menguap dan matanya sudah terasa berat,namun dia terus mencarinya.


Dan apa yang dilihatnya dilayar loptopnya,membuat matanya membesar kerna kaget dengan informasi yang dia dapat.


Informasi yang bisa membuktikan bahwa perusahaan wiranata,tidak menggunakan bahan kimia dan tidak menciplak prodouk dari zing grup,setelah selesai clara langsung merebahkan tubuhnya kekasurnya kerna merasa lelah tidak menunggu waktu lama clara langsung terlelap.


______________________________________________


Dikantor Agler masih merasa kesal dengan calon istrinya yang tidak menemuinya,agler hari ini segaja datang kekantor lebih awal kerna dia ingin menyelidiki tentang clara dan juga sita.


Hari ini Clara udah genap 3 minggu menjadi karyawan di perusahaan papanya sendiri dan seperti biasanya Clara selalu diantar sopir pribadinya.


"Non ini saya antarnya sampai simpang non?"ucap pak anton sopir pribadinya.

__ADS_1


"Pak agak kedepan kantor pak,tapi pastiin dulu tidak ada yang melihat saya!"ucap clara.


"Baiklah non."ucap anton.


Clara turun dari mobilnya kerna merasa tidak ada yang melihatnya turun dari mobil mewah,namun pemikiran Clara salah kerna Agler memperhatikannya dari atas balkon ruangannya.


"Sepertinya kamu ada sangkut pautnya dengan kasus ini,Clara Frestika."guman agler sambil menanpilkan senyum sinisnya.


Clara yang merasa kantor masih sepi hanya beberapa karyawan yang sudah datang,Clara menuju lif lantai 10,untuk meletakkan kembali ponsel yang dia temukan digudang,agar tidak ketahuan oleh sipemilik ponsel itu.


Setelah lifnya terbuka Clara segera masuk namun begitu pintu lif mulai tertutup seseorang dari luar mencegahnya dan langsung masuk seketika membuat Clara kaget,dia adalah Agler.


Agler langsung menutup pintu lifnya menekan angka 10 tempat yang dituju Clara,membuat Clara semangkin kaget.


Agler yang melihat raut wajah Clara berubah menampilkan senyum sinisnya dan Agler mendekati Clara,Clara yang merasa Agler mendekat kearahnya perlahan mundur kebelakang sampai dia berhenti kerna Clara tidak bisa lagi untuk mundur kebelakang.


Clara hanya pasrah,dengan posisinya sekarang ini yang sudah didikunci oleh agler dengan kedua tangannya membuat Clara tidsk bisa berbuat apa-apa hanya membrontak yang dia bisa.


"Maaf pak apa yang anda lakukan."ucap clara hanya dibalas senyuman sinisnya.


"Tidak baik seperti ini pak,jika karyawan lain yang melihatnya reputasi bapak akan tercemar."ucap clara.


"Oh iya,tidak ada yang karyawan yang berani berkomentar tentang saya."ucap agler.

__ADS_1


"Sial,kenapa cewek ini kelihatan cantik sekali dan rasanya aku tidak tahan melihat bibirnya yang terus berbicara,"guman agler.


__ADS_2