
Setelah berhasil menghadapi Sang Penguasa Gelap dan mengembalikan kedamaian ke Negeri Antah Berantah, Jason dan Maya merasa semakin kuat dan bijaksana. Mereka menyadari bahwa keberanian dan kebijaksanaan mereka telah mengubah nasib negeri itu dan membawa cahaya ke dalam kegelapan.
Namun, di tengah kebahagiaan mereka, ada rahasia yang belum terungkap sepenuhnya tentang Batu Cahaya. Jason dan Maya merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang pelindung dan penduduk asli Negeri Antah Berantah.
Mereka memutuskan untuk mencari jawaban atas rahasia itu. Dengan penuh semangat, mereka kembali melakukan perjalanan ke wilayah yang jarang dijamah oleh manusia. Mereka tahu bahwa hanya dengan memahami rahasia di balik Batu Cahaya, mereka bisa menggunakan kekuatannya dengan bijaksana dan melindungi negeri ini dengan lebih baik.
Di tengah hutan lebat, mereka bertemu dengan seorang dukun yang tinggal di sebuah gua. Dukun itu menyambut mereka dengan senyum hangat.
"Selamat datang, pemegang Batu Cahaya. Aku tahu kalian datang untuk mencari jawaban atas rahasia di balik batu itu," kata dukun tersebut.
Jason dan Maya terkejut, "Bagaimana kau tahu tentang Batu Cahaya dan rahasia di baliknya?"
Dukun itu menjawab, "Aku adalah seorang yang bijaksana dan memiliki pengetahuan tentang keajaiban Negeri Antah Berantah. Batu Cahaya adalah hadiah dari makhluk spiritual yang memiliki kekuatan magis untuk menghubungkan manusia dengan energi rohaniah negeri ini."
"Makhluk tersebut memberikan batu tersebut sebagai simbol harapan dan kebaikan untuk manusia. Namun, batu itu juga menyimpan rahasia yang besar."
Maya bertanya dengan penasaran, "Apa rahasia di balik Batu Cahaya?"
Dukun itu menjawab, "Rahasia itu adalah bahwa Batu Cahaya memiliki kekuatan untuk mempengaruhi takdir. Orang yang memegang batu tersebut memiliki pengaruh besar dalam mengubah nasibnya sendiri dan dunia di sekitarnya."
"Namun, dengan kekuatan besar itu juga datang tanggung jawab besar. Kekuatan itu bisa digunakan untuk kebaikan atau kejahatan, tergantung pada niat dan hati pemegangnya."
__ADS_1
Jason dan Maya merasa tercengang dengan penjelasan tersebut. Mereka menyadari bahwa dengan kekuatan Batu Cahaya, mereka bisa mempengaruhi takdir dan mengubah nasib Negeri Antah Berantah.
Dukun itu melanjutkan, "Sang pelindung memberikan batu tersebut kepada kalian karena ia percaya pada keberanian dan kebijaksanaan kalian. Dia tahu bahwa kalian akan menggunakan kekuatan itu dengan bijaksana dan untuk tujuan yang baik."
"Dengan keberanian kalian dalam menghadapi cobaan dan kebijaksanaan kalian dalam memahami kehidupan, kalian adalah pemegang Batu Cahaya yang terpilih."
Jason dan Maya merasa terhormat dengan kepercayaan yang diberikan oleh sang pelindung dan makhluk spiritual tersebut. Mereka tahu bahwa tanggung jawab mereka sebagai pemegang Batu Cahaya sangat besar, dan mereka harus menggunakan kekuatan itu dengan hati yang tulus dan pikiran yang cerdas.
Dengan jawaban yang mereka dapatkan, Jason dan Maya semakin yakin dengan peran mereka sebagai pemegang Batu Cahaya. Mereka berjanji untuk terus menghadapi setiap cobaan dengan keberanian dan menggunakan kebijaksanaan untuk melindungi dan membawa kebaikan bagi Negeri Antah Berantah.
Perjalanan mereka sebagai petualang yang berani dan penuh semangat terus berlanjut. Di bab ini, mereka memahami rahasia di balik Batu Cahaya dan menemukan kekuatan sejati dari keberanian dan kebijaksanaan dalam menghadapi takdir dan membawa kedamaian ke negeri ajaib ini.
.................................
mereka bertemu dengan seorang penjelajah tua yang mengaku pernah mendengar tentang harta karun dari negeri antah berantah. Penjelajah itu menceritakan bahwa harta karun tersebut diyakini tersembunyi di dalam sebuah gua rahasia yang tersembunyi di lereng Gunung Permai.
"Namun, jalan menuju gua itu sangat berbahaya dan belum pernah dijamah oleh manusia. Hanya mereka yang memiliki keberanian dan kebijaksanaan yang bisa mencapai gua itu," kata penjelajah tua itu dengan serius.
Jason dan Maya merasa tertantang oleh cerita penjelajah tua itu. Mereka berdua merasa yakin bahwa mereka adalah petualang yang tepat untuk menemukan gua rahasia itu dan mengungkap harta karun yang tersembunyi di dalamnya.
Mereka memutuskan untuk memulai perjalanan menuju Gunung Permai. Perjalanan itu tidak mudah, mereka harus melewati lebatnya hutan, menyeberangi sungai yang deras, dan mendaki lereng yang curam.
__ADS_1
Namun, dengan keberanian dan ketekunan, mereka berhasil mencapai puncak Gunung Permai. Di puncak gunung, mereka melihat pemandangan yang memukau. Negeri Antah Berantah tampak begitu indah dari ketinggian, dan cahaya matahari menyinari seluruh negeri.
"Kita harus mencari gua rahasia itu dari puncak ini," ujar Maya.
Jason setuju, "Benar, dari puncak ini, kita bisa melihat seluruh wilayah Negeri Antah Berantah. Mungkin kita bisa menemukan petunjuk untuk menuju gua itu."
Dengan cermat, mereka memeriksa setiap lekukan dan puncak di bawah mereka. Hingga akhirnya, Jason menemukan sebuah lekukan aneh di dinding tebing yang tersembunyi di balik pepohonan.
"Ini harus menjadi gua rahasia itu!" ujar Jason.
Mereka turun dari puncak gunung dan menuju lekukan di dinding tebing tersebut. Setelah melewati jalan yang terjal dan tersembunyi, mereka berhasil menemukan masuk ke dalam gua rahasia.
Gua itu gelap dan misterius. Di dalamnya, mereka menemukan banyak lorong dan ruangan yang bercabang. Mereka harus berhati-hati agar tidak tersesat dalam labirin gua yang rumit ini.
Dengan bantuan Batu Cahaya, mereka melacak jejak yang ditinggalkan oleh penduduk asli Negeri Antah Berantah, yang diyakini telah menyelidiki gua ini sebelumnya. Setelah mengikuti jejak itu dengan hati-hati, mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan besar yang dipenuhi dengan harta karun.
Harta karun itu berkilauan dengan indahnya. Ada permata berharga, emas, perhiasan, dan harta berharga lainnya yang terhampar di depan mata mereka. Tetapi yang paling mengejutkan adalah Batu Cahaya lain yang berukuran besar dan bersinar dengan cahaya yang kuat.
"Ini adalah Batu Cahaya yang legendaris! Sang pelindung telah memberi kita petunjuk tentang Batu Cahaya lain yang tersembunyi di dalam gua ini," kata Maya dengan gembira.
Mereka menyadari bahwa harta karun sejati adalah kebijaksanaan dan cahaya kebaikan yang mereka miliki, dan Batu Cahaya lain itu adalah simbol harapan dan keberanian bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan sebagai pemegang Batu Cahaya.
__ADS_1
Dengan rasa syukur, mereka meninggalkan gua rahasia itu dengan hati penuh kebahagiaan. Perjalanan mereka sebagai pemegang Batu Cahaya terus berlanjut, dan mereka yakin bahwa dengan keberanian dan kebijaksanaan mereka, mereka akan menemukan lebih banyak keajaiban dan harta karun yang tersembunyi di Negeri Antah Berantah.