
Setelah mengungkap harta karun di dalam gua rahasia, Jason dan Maya merasa semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus menjelajahi Negeri Antah Berantah. Mereka yakin bahwa petualangan mereka belum berakhir, dan masih banyak keajaiban dan harta karun lain yang menanti di negeri ini.
Dalam perjalanan mereka, mereka bertemu dengan seorang wanita tua yang menjadi pemimpin suku di salah satu wilayah di Negeri Antah Berantah. Wanita tua itu dikenal sebagai "Nenek Pemimpin Suku" karena kebijaksanaannya dalam memimpin suku dan pengetahuannya tentang sejarah dan rahasia negeri ini.
"Nenek, kami adalah Jason dan Maya, pemegang Batu Cahaya. Kami datang untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang harta karun yang tersembunyi di negeri ini," ucap Jason dengan hormat.
Nenek Pemimpin Suku menatap mereka dengan penuh perhatian dan berkata, "Kalian adalah pemegang Batu Cahaya yang terpilih, telah lama saya menantikan kedatangan kalian. Kalian membawa cahaya dan kebijaksanaan bagi negeri ini."
Maya bertanya, "Apakah Anda tahu tentang harta karun yang tersembunyi di sini? Kami ingin mengungkap lebih banyak misteri dan keajaiban Negeri Antah Berantah."
Nenek Pemimpin Suku mengangguk dan berkata, "Ya, saya mengetahui tentang harta karun itu. Namun, harta karun sejati bukanlah harta materi yang berkilauan, tetapi kebijaksanaan dan pengetahuan yang mendalam."
"Saya akan mengajarkan kalian tentang sejarah negeri ini dan kebijaksanaan yang tertanam dalam tanah ini," lanjutnya.
Mereka duduk di bawah pohon tua di tengah suku tersebut, dan Nenek Pemimpin Suku mulai bercerita tentang legenda dan sejarah Negeri Antah Berantah. Dia menceritakan tentang masa lalu yang kaya dengan keajaiban dan harta karun, tentang pemimpin-pemimpin suku yang bijaksana, dan tentang makhluk-makhluk ajaib yang pernah hidup di negeri ini.
Dari ceritanya, Jason dan Maya belajar tentang kebijaksanaan dan ketegasan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian dalam hidup. Mereka menyadari bahwa menjadi pemegang Batu Cahaya tidak hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang kekuatan hati dan pikiran yang tulus dan bijaksana.
"Negeri Antah Berantah adalah tempat yang indah dan penuh misteri. Kalian adalah pemegang harapan bagi negeri ini, agar kebijaksanaan dan keceriaan kembali menerangi setiap sudutnya," kata Nenek Pemimpin Suku dengan penuh harapan.
Dari pertemuan mereka dengan Nenek Pemimpin Suku, Jason dan Maya semakin memahami arti sejati dari peran mereka sebagai pemegang Batu Cahaya. Mereka merasa terinspirasi oleh kebijaksanaan Nenek Pemimpin Suku dan berjanji untuk melanjutkan perjalanan mereka dengan hati yang tulus dan pikiran yang bijaksana.
__ADS_1
Perjalanan mereka sebagai petualang yang berani dan penuh semangat berlanjut. Dalam bab ini, mereka belajar tentang sejarah dan kebijaksanaan Negeri Antah Berantah, dan semakin yakin bahwa mereka adalah pemegang cahaya dan harapan bagi negeri ini. Mereka siap menghadapi setiap tantangan yang menanti di depan, dan terus mencari keajaiban dan harta karun yang tersembunyi di negeri ini.
.....................................
Setelah mendapatkan kebijaksanaan dari Nenek Pemimpin Suku, Jason dan Maya merasa semakin siap untuk melanjutkan petualangan mereka sebagai pemegang Batu Cahaya. Mereka yakin bahwa mereka telah dilatih dan dibekali dengan pengetahuan yang cukup untuk menghadapi segala tantangan yang menanti di depan.
Namun, di tengah perjalanan mereka, mereka menerima berita yang mengkhawatirkan. Negeri Antah Berantah kembali dihadapkan pada ancaman kegelapan. Kekuatan gelap kembali bangkit, dan kali ini tampaknya lebih kuat daripada sebelumnya.
"Negeri ini kembali dalam bahaya, kita harus melakukan sesuatu!" ucap Maya dengan penuh tekad.
Jason setuju, "Kita adalah pemegang Batu Cahaya, kita memiliki kewajiban untuk melindungi negeri ini. Kita harus mencari cara untuk menghentikan kekuatan gelap ini sekali dan untuk selamanya."
Makhluk-makhluk itu memberikan petunjuk dan nasihat tentang cara menghadapi kekuatan gelap tersebut. Mereka menyampaikan bahwa untuk menghentikan kekuatan gelap, Jason dan Maya harus menghadapinya dengan kebijaksanaan dan keberanian, tetapi juga dengan penuh cinta dan pengampunan.
Misi mereka menjadi semakin berat dan menegangkan, namun mereka tidak pernah menyerah. Dengan bantuan Batu Cahaya dan kemampuan serta keberanian mereka, mereka menghadapi setiap cobaan dan bahaya dengan tekad yang bulat.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan makhluk spiritual yang mengaku sebagai penjaga kekuatan gelap tersebut.
"Kalian datang untuk menghentikan saya, bukan?" kata makhluk spiritual tersebut dengan suara mengancam.
Jason menjawab dengan penuh keberanian, "Ya, kami datang untuk menghentikan kekuatan gelap ini dan membawa kedamaian kembali ke Negeri Antah Berantah."
__ADS_1
Makhluk spiritual itu tersenyum sinis, "Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan saya! Kekuatan gelap ini lebih kuat dari apapun yang pernah kalian hadapi sebelumnya."
Mereka memasuki pertarungan yang sengit dengan makhluk spiritual tersebut. Kekuatan gelap itu berusaha menguasai mereka, tetapi Jason dan Maya terus bertahan dengan kekuatan Batu Cahaya dan kebijaksanaan mereka.
Dalam pertarungan yang panjang, mereka merasakan beban dari kegelapan itu. Namun, mereka mengingat nasihat dari makhluk-makhluk ajaib dan Nenek Pemimpin Suku. Mereka memahami bahwa untuk mengalahkan kekuatan gelap, mereka harus menggunakan kekuatan cinta dan pengampunan.
Dengan tekad yang kuat, Jason dan Maya memancarkan cahaya keemasan dari Batu Cahaya. Cahaya itu menyinari makhluk spiritual tersebut dan merasuki ke dalam hatinya.
Makhluk spiritual itu merasa tersentuh dan terharu. Dia menyadari bahwa kegelapan itu muncul dari ketakutannya dan kebingungannya, dan bahwa kekuatan cinta dan pengampunan adalah kunci untuk mengatasi kegelapan itu.
"Dosa dan kegelapanku telah mempengaruhi negeri ini selama bertahun-tahun. Aku minta maaf atas segala penderitaan yang telah aku sebabkan," ucap makhluk spiritual itu dengan tulus.
Jason dan Maya memberikan pengampunan dan cinta kepada makhluk spiritual itu, dan dengan kekuatan Batu Cahaya, mereka mengubah kegelapan di dalam hatinya menjadi cahaya kebaikan.
Dengan transformasi itu, kekuatan gelap pun hilang, dan Negeri Antah Berantah kembali diterangi oleh cahaya kebaikan.
Misi mereka berhasil, dan negeri ini kembali dalam kedamaian. Jason dan Maya merasa bahagia dan terhormat telah berkontribusi dalam menyelamatkan negeri ini.
Perjalanan mereka sebagai pemegang Batu Cahaya belum berakhir, tetapi mereka tahu bahwa misi mereka adalah untuk melindungi Negeri Antah Berantah dan membawa cahaya ke dalam kegelapan.
Di bab ini, Jason dan Maya belajar tentang kekuatan cinta dan pengampunan, yang ternyata menjadi kunci untuk mengatasi kekuatan gelap. Mereka merasa semakin siap untuk menghadapi setiap cobaan dan petualangan yang menanti di depan, karena mereka memiliki kebijaksanaan, keberanian, dan cahaya kebaikan dari Batu Cahaya.
__ADS_1