"Harta Karun Di Negeri Antah Berantah"

"Harta Karun Di Negeri Antah Berantah"
Bab 3 - Menembus Gerbang Negeri Antah Berantah


__ADS_3

Dengan Batu Cahaya di tangan mereka, Jason dan Maya merasa semakin yakin dan percaya bahwa mereka akan berhasil menemukan Negeri Antah Berantah. Namun, perjalanan mereka tidaklah mudah. Mereka harus menemukan cara untuk menembus gerbang misterius yang konon menjadi pintu masuk ke negeri tersebut.


Malam itu, mereka berkemah di tepi sungai yang tenang. Cahaya bulan purnama menyinari tenda mereka, menciptakan suasana yang tenang dan magis di sekitar mereka. Dalam keheningan malam, Jason dan Maya duduk berdua di depan api unggun kecil.


"Kisah tentang Negeri Antah Berantah selalu menyebutkan tentang gerbang ajaib yang harus dilewati oleh para petualang. Tapi tak seorang pun tahu bagaimana cara menemukan gerbang itu," kata Maya dengan khawatir.


Jason mengangguk, "Benar, tapi aku yakin, jawabannya ada di depan mata kita. Kita harus lebih teliti dalam mencari petunjuk."


Mereka bergegas untuk mengamati kembali tulisan-tulisan kuno yang mereka temukan selama perjalanan. Dalam cahaya api unggun yang samar-samar, mereka mengamati gambar dan simbol yang menghiasi Batu Cahaya. Dalam beberapa saat, sesuatu menarik perhatian Maya.


"Jason, lihatlah di sini. Simbol ini tampaknya sama dengan gambar yang ada di salah satu buku kuno yang saya bawa," ucap Maya sambil mengeluarkan buku tua dari tas ranselnya.


Jason dan Maya mencocokkan gambar dan simbol tersebut. Benar saja, gambar yang ada di buku kuno itu mirip dengan simbol yang terukir di Batu Cahaya.

__ADS_1


"Ini harus menjadi petunjuk kita!" ujar Jason bersemangat.


Mereka menyadari bahwa petunjuk selama ini telah ada di depan mata mereka. Dengan teliti, mereka mengikuti jejak simbol-simbol itu yang terukir di batu-batu di sekitar mereka, mengarahkan ke arah tertentu. Setelah berjalan beberapa kilometer, mereka tiba di sebuah tebing yang besar dan kokoh.


"Tebing ini sepertinya penting. Kita harus mencari cara untuk melewatinya," kata Maya sambil memeriksa tebing tersebut.


Jason dan Maya mencari-cari bagian tebing yang mungkin menyimpan rahasia. Setelah beberapa saat, Maya menemukan sebuah batu besar yang terlihat berbeda dari batu-batu lainnya.


Tanpa ragu, Jason menyentuh batu itu dengan Batu Cahaya yang dipenuhi sinar keemasan. Tiba-tiba, tebing tersebut terbuka, menampilkan sebuah lorong yang tersembunyi di baliknya.


"Mari kita masuk!" ajak Jason.


Mereka berdua masuk ke dalam lorong dengan hati-hati. Di dalam, mereka menemukan lorong yang gelap dan menyenangkan, mengarah pada sesuatu yang mereka tidak tahu pasti. Namun, tekad mereka kuat untuk melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


Lorong berbelok-belok dan menuntun mereka pada tantangan baru. Mereka harus menghindari jebakan dan teka-teki yang tersembunyi di dalam lorong tersebut. Namun, Jason dan Maya tidak putus asa. Dengan saling bahu-membahu, mereka mengatasi setiap rintangan dengan cerdik dan keberanian.


Setelah berjalan beberapa lama, mereka tiba di ujung lorong yang menakjubkan. Di depan mereka, terbentang pemandangan yang tak terlupakan. Dalam sinar cahaya yang berkilauan, mereka melihat gerbang besar yang dihiasi dengan ukiran-ukiran indah dan bercahaya.


"Ini gerbang Negeri Antah Berantah!" bisik Maya, terpana oleh keindahannya.


Mereka menginjakkan kaki di depan gerbang megah itu dengan perasaan campuran antara takjub dan gugup. Setelah menghadapi berbagai rintangan dan bahaya, akhirnya, mereka berhasil menemukan gerbang yang konon menjadi pintu masuk ke negeri penuh misteri dan harta karun itu.


"Kita telah sampai di Negeri Antah Berantah!" ujar Jason, suara gembira terdengar di wajahnya.


Di depan pintu gerbang yang megah ini, petualangan baru akan dimulai. Jason dan Maya merasa bahwa takdir telah membawa mereka ke tempat ini, dan mereka siap untuk menjalani petualangan yang tak terlupakan dan menantang di Negeri Antah Berantah.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2