
Setelah mendapatkan petunjuk dari sang pelindung tentang cara memanfaatkan Batu Cahaya dengan bijaksana, Jason dan Maya semakin percaya diri dalam perjalanan mereka. Mereka telah menjadi petualang yang semakin berpengalaman dan cerdik, dan semangat mereka untuk melindungi Negeri Antah Berantah semakin menggelora.
Di bab ini, mereka memutuskan untuk mencari keajaiban yang disembunyikan di balik terang dan kegelapan Negeri Antah Berantah. Mereka menyadari bahwa tidak semua keajaiban terletak di permukaan, tetapi juga dalam kedalaman hati dan kebijaksanaan.
Mereka melakukan perjalanan jauh ke wilayah yang jarang dijamah oleh manusia, mencari petunjuk dan keajaiban yang disembunyikan oleh alam. Mereka menelusuri gua-gua tersembunyi, menjelajahi hutan-hutan angker, dan menyelam di dalam sungai yang misterius.
Setiap langkah mereka membawa kejutan dan keindahan yang tak terduga. Mereka menemukan makhluk-makhluk ajaib yang hidup di dalam gua, bunga-bunga eksotis yang hanya mekar pada malam hari, dan air terjun bercahaya yang tersembunyi di dalam hutan.
Namun, di balik keindahan itu, mereka juga menghadapi cobaan dan bahaya. Di dalam gua gelap, mereka harus menghadapi labirin berbahaya yang penuh dengan perangkap mematikan. Di hutan angker, mereka berhadapan dengan makhluk-makhluk buas yang mencoba menghalangi mereka.
__ADS_1
Setiap ujian membawa mereka lebih dekat pada kebijaksanaan dan ketangguhan. Mereka belajar untuk berani menghadapi ketakutan dan ragu, serta untuk bertindak dengan hati yang tulus dan pikiran yang cerdas.
Di tengah perjalanan mereka, mereka bertemu dengan seorang wanita tua bijaksana yang tinggal di dalam gua terpencil. Wanita itu mengenakan pakaian kain sederhana dan memiliki wajah yang penuh keriput. Namun, matanya berbinar cerah seperti bintang yang bersinar di malam hari.
"Wahai petualang, selamat datang di tempatku," sambut wanita tua itu dengan ramah.
"Mohon maaf mengganggu, tetapi kami sedang mencari keajaiban dalam terang dan kegelapan Negeri Antah Berantah," kata Jason.
Maya bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, "Bagaimana kami bisa memahami terang dan kegelapan?"
__ADS_1
Wanita tua itu menjelaskan dengan sabar, "Terang melambangkan kebahagiaan, kegembiraan, dan kecerahan dalam hidup. Kegelapan melambangkan kesedihan, tantangan, dan ketidakpastian. Keduanya adalah bagian dari kehidupan, dan kalian harus menerima keduanya dengan tulus."
"Dalam terang, kalian belajar untuk bersyukur dan menikmati momen bahagia dalam hidup. Dalam kegelapan, kalian belajar untuk tetap berdiri teguh dan mempertahankan tekad dalam menghadapi cobaan dan rintangan."
"Maka, ketika kalian memahami dan menerima keduanya dengan hati yang tulus, kalian akan menemukan keajaiban sejati di dalam diri kalian sendiri."
Jason dan Maya merenungkan kata-kata wanita tua itu dengan serius. Mereka menyadari bahwa selama ini, mereka telah fokus mencari keajaiban di luar, tanpa menyadari bahwa keajaiban yang sejati ada di dalam diri mereka sendiri.
Mereka berterima kasih kepada wanita tua bijaksana dan melanjutkan perjalanan mereka dengan pandangan yang baru. Mereka mulai menghargai setiap momen dalam hidup, baik dalam terang maupun kegelapan, sebagai bagian dari pengalaman yang berharga.
__ADS_1
Di bab ini, Jason dan Maya belajar untuk memahami terang dan kegelapan sebagai bagian dari kehidupan. Mereka mengerti bahwa keajaiban sejati ada di dalam diri mereka, dan perjalanan mereka menjadi semakin bermakna karena mereka menemukan kebijaksanaan dan kedamaian dalam setiap langkah petualangan mereka.