[M] EGALODON

[M] EGALODON
[M] egalodon 1


__ADS_3

Seorang pemuda dengan wajah tegas dan matanya yang tajam sedang berjalan di Koridor sekolah SMK Jaya Jaya.


Megan Rafa aditya, itu dia namanya jika kalian ingin tau. Megan terkenal dengan wajah tampan dan dibumbui dengan wajah tegas, hidung mancung, bibir sexy, alis tebal, mata hitam pekat tajam dan kulit putih.


Mungkin jika kalian bertemu dengannya, hidung kalian akan mengeluarkan darah.


Megan sangat benci dengan orang yang berisik. Seperti sekarang ini siswi SMK Jaya Jaya sedang meneriakkan namanya. Bahkan sampai memuji megan.


"Kak megan saranghae!"


"Megan KUA menunggu kita berdua!"


"Megan! Neraka menunggumu!"


Megan mendengus mendegar teriakan terakhir. Dia tau siapa yang berteriak. Musuh Bebuyutannya di kelas.


Clara Aristiya, biasa di panggil ara. Cewe bar-bar dan keras kepala yang megan temui di tahun ini.


"Megan!!" Panggil ara di samping telinga megan.


Megan pun mengusap telinganya yang berdengung akibat suara ara yang kencang.


Dia menatap tajam ara, tetapi ara hanya tersenyum polos seperti tidak melakukan kesalahan.


"Kuping gua sakit, jadi cewek yang feminim dikit ke" Ucap megan pedas. Namun tidak mempan dengan ara yang noteban nye bar-bar.


"Ya maap, tadi gua ngakak sama yang teriak KUA haha" Ara tertawa ketika mengingat teriakan salah satu siswi.


"Megan KUA menunggu kita berdua!" Ara meniru seperti teriakan tadi lalu ia kembali tertawa.


Sedangkan megan menatap ara kesal. Dia pun langsung membekap mulut ara agar berhenti.


"Diem! lo berisik banget" Tegas megan lalu masuk kedalam kelas meninggalkan ara di depan kelas sendirian.


"Si megan tangannya wangi ih jadi suka" Gumam ara. Ia pun menyusul megan masuk kedalam kelas.


Ara menatap megan yang sedang bermain game dengan temannya Henry, rega dan jay. Ia pagi ini tidak mau mengganggu megan, ia ingin mengerjakan PR nya terlebih dulu.


Bisa-bisa ara di cekek banting oleh bu tuti. Nanti megan kesepian gak ada dia.


"Bu tuti bu tuti dimana hati nuranimu oh yeahh" Ara bernyanyi sambil duduk di bangkunya dekat jendela.


Kane banget tsay.


Temannya sebangkunya sekaligus teman ara dari kelas 10, dia menutup kupingnya, "tanya si dora sono" Ujarnya.


Nadin arbela, teman ara dari awal masuk SMK. Nadin, cewek pecinta oppa Korea yang gantengnya gak ada akhlak. Ara sangat pusing jika nadin berbicara dengan bahasa Korea.


"Et bagi dua" Ara merebut buku berisi PR Matematika dari bu tuti.


Nadin hanya bisa mendengus malas. Dia ingin sekali membuang ara kerumah megan.


Ara sangat fokus dalam mengerjakan PR matematika, Walaupun menyontek. Ets, tapi gini-gini otak ara sangat bermanfaat.


Ara sering mendapatkan peringkat kelas. Ia tak pernah keluar dari 10 besar peringkat kelas.


Ara meregangkan ototnya tangannya, PR yang ia kerjakan telah selesai. Dia menaruh buku ia dan nadin di kolong meja.


Saatnya mengganggu megan!


Megan yang tengah asik bermain game bersama temannya tiba-tiba di kagetkan oleh ara yang sudah di samping nya.


"Ngapain?" Tanya megan yang kembali fokus ke HP-nya.

__ADS_1


"Cuma nonton doang, janji ga bakal ganggu lu"


"Bulshit"


Dalam hati ara tersenyum. Ia akan membuat megan kalah dalam game. Lihat saja!


"Meg itu bunuh!" Ara menyentuh layar HP milik megan.


Karna hilang kontrol, karakter yang di mainkan megan pun mati. Ara langsung lari sebelum megan berteriak marah.


Hitung sampai 1 detik!


Megan mengambil nafas lalu, "araaa!" Teriak megan.


Ara yang berada di luar kelas tertawa mendengar teriakan megan.


Ini lah hiburan bagi ara. Mengganggu megan.



"Ok, pelajaran saya sampai sini saja, yang belum mengerjakan PR saya kasih waktu sampai besok!" Ucap bu tuti selalu guru Matematika.


"Siap bu" Sahut kelas XI ips 1.


"Silahkan kalian istirahat"


Kelas XI ips 1 pun berhamburan keluar kelas, mereka ingin ke kantin. Sama halnya dengan ara dan nadin yang berlari untuk mendapatkan meja makan.


Seusai mendapatkan tempat duduk, ara pun memanggil salah satu pedagang di kantin. Mang ali.


"Mang ali" Ara memanggil mang ali, penjual bakso di kantin. Ara sangat suka sekali dengan bakso mang ali.


Mang ali pun menghampiri ara, "Iya neng?" Tanyanya.


Nadin menatap ara, "Lo mau pesan ga?" Tanya ara.


"Oh samaan aja kayak ara mang" Pesan nadin.


Mang ali pun mengangguk lalu ia pergi untuk menyiapkan pesanan ara dan nadin.


"Habis ini pelajarannya apaan?" Tanya ara yang sedang asik mengedipkan matanya ke kaka kelas ganteng.


"Olahraga" Jawab nadin singkat.


Ara melotot kan matanya, "serius olahraga?! Gila panas banget coy!" Ucap ara ngegas.


"Eh tapi gakpapa deh soalnya nanti adem soalnya ada pak arif ganteng hehe" Lanjut ara.


Pak arif sangat populer di kalangan murid SMK Jaya Jaya karna ketampanannya dan badan kekar nya.


Tidak seperti di sekolah lain, malah tukang bersih-bersih yang berbadan kekar.


"Ini neng bakso sama es teh nya" Mang ali menaruh dua mangkuk bakso dan dua gelas teh di meja.


"Makasih mang ali" Ara langsung mengasih uang sebesar 16 ribu.


"Sama-sama neng"


Ara langsung menyantap baksonya. Ia memasukan tiga sendok sambal ke dalam mangkuk.


"Hot banget! Tapi lebih hot om om" Ucap ara absurd.


Nadin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan random ara.

__ADS_1


Brak!


"Uhuk" Nadin menepuk pundak ara yang sedang keselek bakso mang ali.


Setelah bakso keluar, ara langsung meminum teh nya. Ia menatap pelakunya, rega.


"Rega belegug, kalo gua mati gimana?" Tanya ara sambil menjambak rambut rega.


Henry dan Jay menertawakan nasib rega, sedangkan megan duduk tenang sambil melihat temannya yang tersiksa.


Akhirnya ara melepaskan jambakannya, rambut rega sudah sangat acak-acakan. Bahkan ada banyak helaian rambut rega yang rontok dan jatuh di meja.


"Makannya jadi manusia jangan ke babi" Ucap ara, ia melanjutkan makan bakso yang tersisa tiga.


"Maap sayang"


Henry dan jay masih tertawa terbahak-bahak. Rambut rega terlihat seperti orang habis kesetrum.


Rega pun menata rambutnya agar terlihat sempurna kembali, "nah gini kan gua ganteng"


"Gantengan juga gua" Ucap megan membuat rega merasa tertohok.


"Ahhhh" Ara meneguk kuah yang ada di mangkok hingga habis. Ke empat orang tersebut menggelengkan kepalanya.


Mereka ber-empat sangat bingung dengan kelakuan ara. Gak ada feminim nya sama sekali.


Ara mengambil bakso bekasnya yang ada di lantai. Lalu ia melemparnya tepat di wajah megan.


"Ups"


Ara langsung menarik nadin dari kantin untuk menghindari amukan dari megan.


"Ar-"


Tringg


Baru saja ingin berteriak, namun bel istirahat telah berakhir. Megan pun menelan kembali kata-kata kasar yang ingin ia layangkan ke ara.



Sprot


Sprot


Ara tengah sibuk menyemprotkan parfum. Botol parfum dengan merek gucci tapi isinya minyak bayi. Absurd memang.


"Nah aku udah wangi, tinggal ketemu pak arif deh" Ucap ara sambil tersenyum lebar.


"Genit lo"


"Gakpapa lah pak arif kan masih jomblo, entar gua punya gelar"


"Apaan?"


"Sugar baby"


Plak!


Nadin menggeplak bokong ara, "jahanam baby kali ah" Ucap nadin lalu meninggalkan ara.


Ara mengusap bokongnya yang sakit, lalu ia mengambil bajunya dan menyusul nadin


"Tungguin woy!"

__ADS_1



__ADS_2