[M] EGALODON

[M] EGALODON
[M] egalodon 5


__ADS_3

Taxi yang ara naiki telah sampai di sebuah club malam. Dia menutup wajahnya dengan masker agar orang tak mengenal dirinya.


Ara pun langsung masuk kedalam club tersebut, musik dj yang sangat kencang menyambut kedatangan ara.


Dia langsung ke Roftoop club, disana tempat favorit ara saat banyak pikiran. Sesampainya di roftoop club, ara memesan minuman dengan alkohol rendah.


Sambil menunggu pesanannya, ara memandangi langit malam yang tenang. Otak ia kembali memutar kejadian yang tadi, dimana papanya menampar dia.


Ara juga tak habis pikir dengan papanya yang menjodohkan dirinya. Padahal ara bisa mencari pasangannya sendiri.


Akhirnya pesanan ara datang, tanpa basa-basi, dia langsung meminumnya. Sampai tiga teguk, ara sudah sangat mabuk akibat alkohol.


Di satu tempat dan waktu yang sama, megan beserta tiga temannya juga sedang berada di club.


Megan mendengus malas, pasalnya ketiga temannya sudah mabuk. Mereka bertiga berbicara tidak jelas, seperti rega yang menyukai nadin, Henry yang ingin cepat-cepat punya anak dan jay yang seperti orang mabuk cinta.


Megan sudah terbiasa dengan hal ini, dia akan menjadi bodyguard disaat teman-temanya mabuk.


Karna merasa bosan, megan berjalan ke pinggir roftoop club. Dia menikmati angin malam yang dingin. Saat menengok kesamping, ia terkejut melihat ara yang sedang meneguk alkohol.


Megan pun langsung menghampiri meja ara. Dia sangat terkejut melihat ada 6 gelas berukuran kecil.


'Dia minum sebanyak ini?' tanya megan


"Ara lo ngapain ke sini?"


Merasa ada yang memanggilnya, ara pun menengok ke depan. Dengan senyum manisnya ara menyapa megan.


"Eh megan, Hai" Sapa ara.


Baru saja ara ingin meneguk gelas ke 7, megan langsung merebut semua dan membuangnya ke tempat sampah.


Ara merenggut tak suka, dia memukul tangan megan.


"Apaan si lo!" Ara membentak megan.


"Lo yang apaan?! Ngapain kesini?" Tanya megan ngegas.


Tidak menjawab, ara malah terkekeh. Namun detik berikutnya air mata ara meluncur bebas.


"Lo pernah gak di tampar sama papa lo meg?"


"Nih liat pipi gua punya tato cap lima jari, keren kan?"


"Lo harus nyoba meg, seru banget haha"


Megan dengan serius mendengarkan celotehan ara, ia merasa ara sedang ada masalah dengan papanya.


Megan menghapus air mata ara yang mengalir, "lo ada masalah sama papa lo?" Megan bertanya, ia ingin tau.


"Um papa jodohin gua meg, orang yang di jodohin sama gua ganteng, tapi gantengan lo" Jawab ara sambil tersenyum.


Megan menoyor kepala ara, "lagi mabok lo masih bisa gombal"


"Nama dia fikri, kata papa dia cocok jadi suami gua padahal gua sukanya pak arif"


Megan kembali menoyor kepala ara, ia tak habis pikir sama ara. Coba kalau tadi megan tak melihat ara lalu ara di bawa sama orang lain dan ara mengira orang itu pak arif lalu ara di-.


'Stop megan' megan membuang pikiran negatifnya.


Ara menatap megan dengan wajah lucu, jari lentiknya mengelus dagu tegas milik megan.


"Lo ganteng banget meg" Puji ara.


"Thanks"


"tapi ko lo ga punya pacar?"


"Apa jangan-jangan lo gay? Iya kan?"

__ADS_1


Megan langsung membekap mulut ara, "Berisik" Ucapnya.


Ara mengambil tangan megan dan menciumnya, "tangan lo wangi kopi" Ucap ara yang terus mencium tangan megan.


Megan membiarkan ara terus mencium tangannya. Ia tidak risih, toh ara sedang mabuk kan?


Ara kembali menaruh tangan megan di atas meja dan dia merebahkan kepalanya di atas tangan megan.


"Megan gua ngantuk" Ucap ara.


Perlahan-lahan mata ara mulai tertutup dan dengkuran halus terdengar dari ara. Dia sudah tertidur dengan tangan megan sebagai bantal.


Megan tersenyum tipis melihat wajah tenang ara yang sedang tertidur. Ia mengelus wajah cantik ara yang disinari cahaya bulan.


"Lo juga cantik"


"Tapi Kalo kayak gini, kalo bar-bar, cantik lo cuma sedikit"


Megan mengambil ponsel miliknya dan mencari kontak nadin. Setelah mendapat kan kontak nadin, megan langsung menghubunginya.


"Ada apa?"


"Ara ada di gua, dia mabok"


"Bawa kerumah gua, nanti gua sherlock, jaga ara!"


"Ok"


Telpon terputus secara sepihak. Detik berikutnya megan medapatkan notif dari nadin.


Nadin


| jln. Bunga rt3/rw6


Clik untuk melihat 📍


Megan menggendong ara ala bridal style, lalu ia turun dari roftoop menuju mobil milik ia.


Megan sudah meminta penjaga club untuk menjaga temannya. Jadi tak usah khawatir, keselamatan ara nomor satu.


Eak.


Megan menjalankan mobilnya ke alamat rumah yang nadin kasih. Megan sesekali menengok ke samping kirinya, ara sepertinya terganggu.


"Megan lo mau culik gua ya?" Tanya ara, matanya masih tertutup.


"Iya, mau buang lo" Jawab megan dengan nada dingin.


Ara malah tertawa kencang, dia seperti orang sedang bahagia.


megan tersenyum melihat ara yang tertawa, menurutnya ara sangat lucu ketika sedang mabuk.


"Megan"


"Hem?"


"Lo tau ga jawabannya, gua di tambah lo?"


"Apaan?"


"Jawabannya anak kita haha"


Megan tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya. Ara masih bisa menyebalkan saat mabuk.


Akhirnya mobil yang megan kendarai telah sampai di depan rumah nadin. Ia pun membuka pintu mobil dan menggendong ara.


Tok tok


Tak lama nadin keluar dengan piyama tidurnya, "bawa ke kamar gua" Ujarnya.

__ADS_1


Megan mengikuti nadin dari belakang. sesampainya di kamar nadin, megan menaruh ara di tempat tidur nadin.


"lo ga buat jahat kan?" Nadin memicingkan matanya menatap megan curiga.


"Males" Ucap megan lalu pamit keluar dari rumah nadin.


Nadin membuang nafas berat, "untung megan yang nemuin lo" Gumamnya sambil mengelus rambut ara.


Dring dring


Ponsel nadin berdering, ia melihat nama Devin tertera di layarnya. Nadin langsung mengangkatnya.


"Halo kak nadin"


"Iya vin? Nyariin ara?"


"Ada?"


"Ada nih, kakak lo udah tidur"


"Oh yaudah"


"Ya"


Tutt


Nadin menaruh ponselnya di atas meja, lalu ia ikut berbaring di samping ara.



Ara memegang kepalanya yang pusing, dia mencoba melihat sekelilingnya.


'Apa gua di culik om om?!'


"Aaaa!!" Ara berteriak saat tak sengaja memegang tangan nadin. Dia mengira jika itu adalah tangan om.


"Suttt diem!" Ujar nadin yang masih beler dan rambutnya berantakan layaknya singa.


Ara berhenti berteriak, "huh? Nadin? Lo ngapain disini? Oh! Apa jangan-jangan lu juga di culik o- emmh"


Nadin membekap mulut ara, "lu sama gua gak di culik ara!" Jelas nadin..


"Bagus deh gua masih perawan" Ucap ara.


"Minjem HP lo din" Pinta ara, nadin pun menujukan hpnya yang berada di meja.


Ara langsung mengambil, lalu dia menghubungi Devin.


"Woy sipit!"


"Hm?"


"Jemput gua"


"Ok tunggu"


"Aaa makasih sipi-"


Tutt


"Dasar" Ara berdecak kesal padahal dia belum selesai memuji adiknya.


"Oh ya din, tadi malem siapa yang anter gua kesini?"


"Megan"


"Hah!?? Apa?! Gua tiba-tiba budek woy!!"


__ADS_1


__ADS_2