![[M] EGALODON](https://asset.asean.biz.id/-m--egalodon.webp)
"Sampai jumpa di pertemuan selanjutnya "
Bu riri pun keluar kelas setelah bel pulang berbunyi.
"Hore! Saatny-"
Brak!
Pintu kelas di buka dengan kasar oleh citra yang baru saja balik dari lapangan karna di hukum.
Citra berjalan ke arah bangku ara. Lalu tangan dia menjambak rambut ara kencang, ara tak tinggal diam dia juga ikut menjambak rambut citra.
Eja selaku ketua kelas XI ips 1 dan antek-antek nya berusaha memisahkan ara dan citra yang sedang menjambak rambut.
Ara melepaskan tangan citra dari rambutnya. Ia sangat benci dengan perempuan jika berantem selalu menarik rambut, gak bisa nampol? Kan lebih seru.
"Gara-gara lo kulit gua jadi belang!" Ucap citra marah.
Lah salah dia sendiri, dia yang marah.
Ara merapihkan rambutnya kembali.
"Wlee mampus" Ledek ara dengan wajah konyolnya.
Citra yang kembali kesal kembali maju namun tangannya langsung di tahan oleh pengurus kelas.
"Yee salah lo juga! Lagian lempar bola basket" Sahut bunga membela ara.
"Nah bener tuh!!"
"Woo dasar cabe-cabean!"
Yang lain pun ikut membela ara. Citra mengambil tasnya lalu keluar kelas.
"Akhirnya setan pergi juga" Gumam ara.
"Udah bubar!" Ujar eja menyuruh kelasnya keluar dari kelas.
Ara dan nadin keluar dari kelas, mereka berjalan ke parkiran sekolah untuk membawa pulang motor mereka.
"Duh enaknya jadi orang kaya" Ara bernyanyi dengan nada pelan, nandin yang di sampingnya bisa mendengarkan.
"Beli makanan juga bisa, beli choki-choki juga bisa" Lanjut ara.
"Emang kita bisa kaya?" Tanya nadin.
"Bisaa! Asal maen sama om om!"
"Gelo sia"
✿
Ara memarkirkan motor vespa berwarna putihnya di bagasi rumah. Lalu ia berjalan masuk ke dalam rumah besarnya.
"Woy sipit!" Panggil ara ke adiknya, Devin. Ara sering memanggilnya sipit dan picek, sebenarnya devin tidak sipit. Itu hanya panggilan iseng ara.
Devin hanya melirik sekilas kakaknya yang seperti orang gila. Dia melanjutkan memainkan gamenya.
"Ah elah ga asik lo!" Ucap ara, ia berjalan menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
Ara mengganti baju sekolahnya dengan kaos rumah. Setelah itu ia merebahkan diri nya di ranjang sambil men-scrol instagram.
"Upload ah"
Ara memilih foto di galeri nya, lalu ia memposting foto tersebut.
@dora_ara :
❤ ✉ ✈ 🗑
3.400 suka
Dora_ara Hai Hai Haii
Klik untuk melihat komentar...
@dindindin.4 oh yeahh ❤❤
@henryyyy_ @meganrips.88 pacar lo cantik meg
__ADS_1
@citracitra. Najis jelek lo
5 balasan ↓
@dindindin.4 cabe banyak bacot
@jayjiy_5 ara sayang ❤
3 balasan
@sevaaaaa kak ara cantik banget ❤
@bungamatahari_ ughhhh gelo banget ini mah❤
@vinvin_ara yash my love! ❤
5 balasan
@dora_ara aw my prince ❤
@dindindin.4 sipit
@jayjiy_5 anjir megan kalah telak
@susu_rega yah megan jadi sad boy
@henryyyy_ wah wah wah
Sedangkan di lain tempat.
"Ara udah punya pacar ya?" Tanya jay kepada temannya. Sekarang megan, henry, jay dan rega sedang berkumpul di rumah megan.
Megan menyerit bingung, apa? ara punya pacar?
"Kayaknya sih bener, yah ada yang otw jadi sadboy nih" Rega menyindir megan yang sedang kebingungan.
Ting!
Notifikasi muncul di layar hpnya, megan pun langsung mengklik notifikasi tersebut.
Dia melihat foto ara yang baru saja di upload. Megan menelan ludahnya kasar, ini ara? Serius? Ara yang sering isengin dia?
Tak sengaja, jempol megan menyentuh tanda like. Lalu dengan cepat megan memencet like kembali agar jejaknya hilang.
Megan pun melihat kolom komentar postingan ara. Banyak sekali yang memuji kecantikan ara, bahkan citra sampai cemburu.
Tapi... Komen terakhir dan like darinya sangat meresahkan.
"Ciee ada yang cemburu" Ledek rega. Megan pun menghiraukan rega, ia keluar dari instagram dan membuka game di hpnya.
"Megan kegedean gengsi nih" Sindir henry.
"Tau, jangan kegedean gengsi gan nanti susah dapetin ara hahaha" Sahut jay.
Mereka bertiga menertawakan megan, tapi korbannya lebih fokus bermain game. Tetapi otaknya tetap memikirkan komen yang tadi.
Ada rasa kesal, namun megan langsung membuangnya jauh-jauh.
"Nanti malem ke cafe yok?" Ajak rega semangat. Sudah tak lama mereka ke cafe milik bokap jay.
"Alah bilang aja mau diskon" Sindir jay dengan wajah sinisnya, rega pun cengegesan. Aih ternyata ketahuan.
"Berbagi itu indah jay" Nasihat henry. Jay berdecih, ngomul!!
"Ok fix! Nanti malem jam 7!"
...
Ara sedang tersenyum, adiknya sangat romantis. Tapi sikap dingin dan cueknya membuat ara sedikit kesal.
Namun...
Ting!
Ara langsung melihat notifikasi tersebut.
"Apaan nih?! Megan?!" Teriak ara, ia mendapatkan notifikasi dari instagram dan nama megan tertera disana.
"Wahh fix! Megan harus belajar stalk sama gua bhaha" Ara menertawakan megan yang menurut ara sangat lucu.
"Ekhem garing"
__ADS_1
Ara yang gabut pun turun kebawah untuk makan cemilan. Adiknya, devin sedang menonton film kartun Spongebob.
Ara berjalan ke dapur dan membuka kulkas, ia mengambil snack, permen dan coklat.
Lalu dia pun duduk di samping adiknya dan menaruh makanan tadi di atas meja.
Ara mencolek dagu Devin, "adik gua romantis banget aw" Ledek ara.
Devin yang sedang serius menonton pun Menyingkirkan tangan ara.
"Diem" Ujar Devin, lalu dia memakan satu chiki.
"Paling besok disekolah gua jadi bahan gosip"
Ara sangat malas jika besok teman sekelasnya menanyakan perihal instagram. Apalagi sampai menanyakan soal identitas adiknya dan menuduh adiknya adalah pacarnya.
Haduh, masa iya ara sister complex.
Ara menengok ke Devin, "Entar malem temenin gua ke cafe yuk?" Ajak ara. Dia sangat kangen jalan-jalan dengan adiknya.
"Ga-" Baru saja ingin menolak ajakan kakaknya. Ara pun menawarkan hal menarik yang membuat Devin tersenyum.
"Nanti gua yang teraktir, gimana?" Tawar ara menaik-turunkan alisnya.
"Emm ok" Jawab devin.
Ara berteriak senang, akhirnya dia bisa jalan-jalan dengan adiknya lagi.
Ia merebahkan dirinya di sofa, paha devin sebagai bantal pala ara.
Ara menatap adiknya, "vin, kalo gua punya pacar dibolehin sama papa gak ya?" Tanyanya.
Begitulah reza maradi, papah dari ara dan devin. Dia sangat posesif dengan kedua anaknya.
"Lu coba dulu aja, emang lo punya pacar?"
"Punya"
"Siapa?"
"Om om hehe"
✿
19.00, bandung
Ara sedang mempoleskan tipis wajahnya dengan bedak, dan memakai lipbalm agar bibinya tidak pecah.
Sehabis itu ara menguncir rambutnya dengan gaya ponytail.
"Ih gila gua cantik banget" Ara memuji dirinya sendiri. Dia memakai celana jeans, baju hitam dan di balut oleh jaket abu-abu.
Ara yang sudah rapih pun turun kebawah, mungkin adiknya sudah nangkring di motor.
Dia keluar dari rumah dan berpamitan dengan satpam rumahnya. Dia juga meminta pada satpamnya untuk jaga rumah.
Nah bener kan!
Devin sudah duduk di motor, aih ara merasa bersalah.
"Udah lama nunggu mas?" Tanya ara, dia menggoda adiknya yang terlihat tampan dengan celana jeans dan baju hitam.
Padahal ara tak membuat janjian untuk memakai baju berwarna hitam.
"Lo lama nyet!"
"Maap hehe"
Devin mendengus kesal, untung kakaknya coba bukan.
Ara pun langsung menaiki motor vespa hitam milik adiknya dan Devin menjalankan motor itu ke cafe tujuan.
Beberapa menit kemudian motor Devin sampai di parkiran cafe. Mereka berdua turun dan berjalan masuk kedalam cafe.
Keadaan cafe sangat ramai malam ini, ara pun menatap sekeliling cafe untuk mencari tempat yang kosong.
Gotcha!! Ara dapat tempat duduk yang kosong.
Tapi...
✿
__ADS_1