[M] EGALODON

[M] EGALODON
[M] egalodon 2


__ADS_3

"Oke kali ini kita akan bermain bola basket, dibagi menjadi dua kelompok, dua kelompok putri dan dua lagi kelompok putra" Jelas pak arif menyampaikan permaian bola basket.


Kelas XI IPS bersorak senang. Ini lah pelajaran yang mereka tunggu.


Ara tiba-tiba mengangkat tangannya, "pak" Panggilnya.


Pak arif dan murid yang lain pun menatap ara bingung.


"Entar kalo saya pingsan gimana?" Tanya ara. Mereka pun mendengus. Kirain ada apa.


Pak arif tersenyum, "Nanti saya angkat" Jawab pak arif.


"Aw saya baper"


"Pak nanti saya ikut pingsan!"


"Kijoring saya pak!"


Siswi perempuan berteriak heboh karna perkataan pak arif yang bikin meleleh.


"Sudah-sudah, dua tim putra silahkan maju"


Murid laki-laki kelas XI IPS 1 pun berjalan kelapangan. Sedangan murid perempuan berteriak memberi semangat.


Berbeda dengan ara.


"Rega jangan lupa tarik celana megan!" Teriak ara membuat yang lain tertawa.


Megan manatap kesal ara dari jauh. Yang benar saja, nanti aset berharganya terbongkar, Aya Aya wae.


Prit!


Permainan dimulai, murid laki-laki pun mulai merebut bola basket. Tujuan mereka adalah mencetak gol sebanyak mungkin agar memenangkan permainan.


"Rega! Itu tarik celana nya megan!"


"Henry! Duit lo jatoh!"


"Jay! Ginjal lo melayang!"


"Megan! Alam kubur menunggumu!"


Dari tadi ara terus menyuruh melakukan hal absurd. Padahal megan, Henry, rega dan jay adalah satu tim.


Nadin yang berada di samping ara hanya bisa menutup telinganya. Ia lebih melihat youtube dan instagram, paling melihat oppa.


"Berisik banget lo!" Ucap citra, cabe-cabean kelas XI ips 1. Lihat saja! Dandannya seperti tante-tante.


"Yee gua banting lo!" Balas ara, ia Memeletkan lidahnya.


Citra mendengus kesal, dia menghentakkan kakinya.


Ara di lawan!


Prit!


Permainan pun selesai dan di menangkan oleh tim megan.


Rega merebahkan dirinya dan paha ara sebagai bantal. Ara tidak marah karna keringat rega yang berjatuhan di Celananya.


Ara membantu mengelap keringat rega dengan tisu. Perlakuan ara tak luput dari perhatian murid dari kelas lain. Mereka berdua terlihat seperti pasangan.

__ADS_1


Mata megan dan ara saling bertemu, namun megan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Ara terkekeh, "megan mau juga?" Tawar ara.


"Nggak, tanggan lo ga sehat" Tolak megan dengan nada ketus.


Ara pun menempelkan tangannya di hidung nadin. Tapi ini lebih parah, ara sampai membekap hidung nadin.


Nadin yang kesal pun menyingkirkan tangan ara dari hidungnya.


Ara hanya tersenyum dengan wajah polosnya, "emang tangan gua bau?" Tanya ara.


"Lo ngebekep idung gua tolil" Ucap nadin dengan wajah kesalnya.


Prit!


"Ok sekarang lanjut, buat anak perempuan silahkan ke lapangan" Ujar pak arif yang selesai menilai permainan anak laki-laki.


Ara dan murid perempuan lain pun langsung bangun dan berjalan ke tengah lapangan.


Saat ara bangun, kepala rega beradu dengan tanah. Dia mengusap kepalanya yang sakit.


"Pacar lo gila meg" Ucap rega.


Megan pun bergidik geli. Apa dia pacar ara? Bisa-bisa ia dijadikan bahan percobaan keisengan ara setiap hari.


Atau mungkin kupingnya akan pecah mendengar bacotan ara yang tidak berfaedah.


Prit!


Permainan pun di mulai, ara melompat dan merebut bola basket tersebut. Ia mengoper teman satu timnya. Sampai di tiang lawan, ara pun mendapatkan operan dari temannya.


Dari pinggir lapangan, anak laki-laki menyemangati tim ara. Kecuali megan, ia hanya terseyum tipis.


Ara itu berbeda.


Tapi kadang megan sangat kesal dengan ara, ia bukan hanya kesal saat ara mengganggu nya tapi saat ara tebar pesona, genit, gabisa diem, keras kepala. Hal itu benar-benar membuat megan kesal sekaligus pusing.


Emaknya ngidam apaan sih?!


Babak kedua telah di mulai, Lagi-lagi ara kembali merebut bola basketnya. Ia menderibel bola tersebut dan mengoper nadin dan seterusnya sampai bola kembali masuk kedalam keranjang.


2:0


Gimana mau menang, tim kedua di penuhi anak centil. Ada citra cs dan lain-lain, megang bola aja kayak megang tai.


Anak laki-laki kembali mendukung tim ara. Seperti biasa ara menebar pesonanya, seperti memberi fly kiss, bergaya ala model dan lain-lain.


Ara tak sadar jika bola basket melayang kearahnya.


"Ara awas!" Teriak bunga.


Duak!


Pak arif, nadin, tim ara dan murid laki-laki menghampiri ara yang sedang mengelus kepalanya.


Kurang asem!


Ara sudah tau siapa pelaku yang melemparkan bola basket ke arahnya. Lihat saja otak isengnya akan keluar.


"Ara kamu gakpapa? Apa ada yang sakit?" Tanya pak arif dengan wajah khawatir.

__ADS_1


"Aduh pak pala saya pusing gara-gara citra, kasih dia hukuman pak" Ucap ara berpura-pura sakit. Sebenarnya tidak sakit.


"Yaudah nanti citra bapak hukum, kamu ke UKS di anter megan" Saran pak arif.


Megan pun melotot kaget, "ko saya pak?" Protes megan.


Pak arif pun menatap megan tajam, "nilai kamu mau saya potong?" Ancamnya


Megan pun mendengus malas. Ara lagi ara lagi.


Megan pun langsung menggendong ara ala bridal style dan membawanya ke UKS sekolah bersama nadin.


"Aw megan baik banget deh" Puji ara sambil mencolek dagu megan.


"Diem! Gua lempar lu" Gertak megan. Ara pun langsung diam, megan kadang sangat menakutkan saat galak.


Sesampainya di UKS, megan menaruh ara di ranjang.


"Makasih megan" Ucap ara, megan tak membalas ucapan ara. Dia langsung pergi keluar dari UKS.


"Yahh sad" Ledek nadin.


"Apasi kan doi gua pak arif bukan megan" Ucap ara dengan wajah dibuat imut.


"Jadian sama megan gua ketawain lo"


"Lo jadian sama rega gua lemparin tai"


Tring


Saatnya pergantian pelajaran.


"Kuy ganti baju" Ara turun dari ranjang dan menarik tangan nadin keluar dari UKS.


Ara berjalan dengan semangat tidak seperti tadi saat di lapangan. Bahkan dia sedang mengedipkan matanya genit.


Plak!


Nadin menggeplak ara, "tadi di lapangan sok lemes" Sindirnya.


"Kan itu drama, biar dapet perhatian pak arif hehe" Ucap ara sambil terkekeh. Itu juga dapet dari otak jenius nya.


Mau barter otak ga?


Ara dan nadin telah sampai di kelasnya. Saat mereka berdua masuk, banyak sekali anak laki-laki yang menanyakan soal keadaan ara.


Megan yang sedang bermain game, ia mengalihkan ke ara yang baru saja masuk. Ia sudah menduga jika ara hanya berpura-pura.


Ara berjalan seperti seorang artis yang sedang menghindari kamera paparazi. Nadin terkekeh meliat tingkah ara.


"Kita ganti baju disini?" tanya ara dengan wajah polos.


"Lo mau di perkosa?"


"Nggak lah! Kan malem pertama gua harus sama pak arif."


"Pak arif melulu lo, megan no nganggur."


"Gua nikah sama bokap lo aja din, gimana?"


__ADS_1


__ADS_2