[M] EGALODON

[M] EGALODON
[M] egalodon 8


__ADS_3

Brak!


Mereka berenam di kagetkan oleh suara pintu yang di banting ara.


Henry mengelus dadanya. "Belegug sia, kalo gua jantungan gimana jing?"


Jari ara membentuk peace. "Hehe maaf" Ucapnya sambil tersenyum.


"Megan, itu di depan abang lo?" Tanya ara.


Megan menganggukan kepalanya. "Iya, emang kenapa?"


"Engg... Gakpapa sih"


Ia pun menghampiri nadin yang tengah asik menonton drama di laptop entah milik siapa.


Plak!


"Huu gak ngajak!" Ketus ara, pipi nya menggembung lucu.


"Kan lo lagi hangout sama adek lo" Ucap nadin membela dirinya.


"Ya sih, tapi tadi papa suruh gua pulang"


"Emang mau ngapain?" Tanya nadin, ia mem-pause dramanya terlebih dahulu.


"Papa ngebatalin perjodohan gua" Jawab ara sambil tersenyum.


"Serius? Bagus deh" Ucap nadin, ia kembali melanjutkan dramanya yang tertunda.


"udah lu jangan mabok kayak kemarin" Sahut megan yang tak sengaja mendengar. Dia juga turut senang.


Jay yang kepo menatap megan. "Emang anak kecil bisa mabok?" Ledek nya.


"Bisa, tuh contohnya" Tunjuk megan ke ara.


"Emang lu dijodohin sama siapa ra? Ganteng ga? Apa gantengan gua?" Cerocos rega yang tengah asik bermain PlayStation bersama megan.


"Cih ganteng gua" Celetuk megan.


"Nah betul tuh" Ucap ara, "awas!!"


Ara mendorong rega dan merebut stik ps di tangannya rega. “ikut maen dong!”


Rega meringis sakit, dorongan ara sangat kuat hingga palanya terbentur ubin.


“santai dong sayang! Agresif amat!” ucap rega ngegas yang masih mengelus palanya.


Ara tak meladeni ucapan rega, ia sedang sibuk mencari game di Playstions. Megan menatap ara ragu, pasalnya ara memilih permainan digimon.


“emang bisa maennya?” tanya megan dengan senyum meremehkan.


Ara mengibaskan rambutnya kebelakang. “bisa dong anaknya papa reza” ucanya dengan percaya diri.


“halah nanti kalo kalah nangis” ledek rega dari belakang.


“dua tiga pantat jay tepos, iri bilang bos” ledek ara balik.


"Yang kalah harus di kasih 3 hukuman, gimana?" Ujar megan menantang ara.


Ara pun mengangguk setuju. "Oke siapa takut!!" Finalnya.


Megan dan ara pun memulai permainannya, mereka memilih karakter yang ingin mereka pakai terlebih dahulu.


Megan memilih karakter bernama agumon untuk bertarung dalam permainan.



Sedangkan ara memilih karakter petamon untuk bertarung dengan karakter megan



Ini adalah karakter favorit ara.


Selesai memilih karakter, game pun mulai

__ADS_1


Selesai memilih karakter, game pun mulai. Megan dan ara saling menyerang dan menghindar agar karakter yang mereka pakai menang.


Pertarungan di dalam game semakin sengit. Darah karakter megan dan ara sama-sama menipis karna terkena serangan.


"Ara gua punya susu pisang, mau ga?" Celetuk henry yang baru saja kembali dari novemart. Tangan kanannya penuh dengan snack dan minuman.


Ara menengok. "Mana? Mau dong" Pintanya.


Megan mengambil kesempatan, dia menyerang karakter ara dan tulisan K.O terpampang di layar.


"Aaa megan curang!" Ucap ara lalu melempar stik ps ke megan.


"Males ah" Ara menggembungkan pipinya.


Megan terkekeh, ia mencubit pipi ara. Henry, jay, rega dan nadin berteriak heboh.


"Aduh ginjal aku anget mas!"


"Anggap saja aku benda mas!"


"Aduh untung ada mas Lee Min Ho"


"Yah hati dedek gempa bang"


Megan menangkup wajah ara. "Yang kalah harus menerima hukuman dari yang menang" Ucapnya menyindir ara.


"Gak lah! Kan gua tadi gak fokus" Protes ara menolak hukuman yang di janjikan.


"Selesai hukuman gua beliin lo susu pisang gimana?" Tawar megan.


"Oke deal!" Ara berseru dengan semangat.


Siapa sih yang ga tergoda oleh susu pisang? 🌝


"Geblek mau aja di sogok sama susu pisang" Ucap nadin.


'Pusing gua punya temen kayak ara'


"Besok kalo gua ngelamar lo pake susu pisang, gua diterima ga ra?" Tanya Jay.


Detik berikutnya kuping ara ditarik oleh megan dari belakang.


"Masih kecil ga boleh lamar-lamaran" Ucapnya.


"Yeu bilang aja cemburu" Sindir rega yang sedang menyedot susu pisang.


Megan mendelik, padahal dia hanya bercanda.


Minta di gebuk emang bund:)


"Oke, hukuman buat gua apa aja?" Tanya ara.


"Um....pertama lo jangan gangguin gua lag-"


"Itu bakal gua larang hehe"


"Yang kedua, besok bikinin cake"


"Oke, lanjut"


"Yang terakhir, kalo gua ngajak lo jalan, lo harus mau"


"Dih gila di kata gua bodyguard lo apa?!" Sewot ara.


"Ett hukumannya lo langgar, susu pisang melayang" Ucap megan.


Ara pun mau tidak mau melakukan hukuman yang megan kasih.


"Oke, tapi awas aja kalo susu pisangnya ga dikasih!"


"Iya iya, sono gangguin rega"


"Oke, aa rega aku datang!"


"Anjir megan sial gua di jadiin tumbal!!"

__ADS_1



“kita mau kemana?” tanya ara bingung.


“KUA” jawab megan singkat.


Ara menggeplak helm megan kencang. “gajelas nih! Entar kalo gua baper gimana?!”


“tinggal makan”


“lo yang gua makan!”


ara mencubit perut megan sampai motor yang di kendarai oleng.


“woy diem! Emang mau mati muda?!” tanya megan kesal.


“aku maunya nikah muda sama pak arif” jawab ara.


Mereka berdua pun tertawa, entah padahal tidak ada yang lucu.


Megan membelokkan motornya ke novemart. Mereka berdua pun turun dari motor dan berjalan masuk. Sebenarnya megan disuruh untuk belanja bulanan oleh bundanya, jadi dia memaksa ara untuk ikut.


Megan dan ara sedang memilih daging, mereka berdebat dalam memilih daging yang menurut mereka bagus.


“udahlah daging dinosaurus aja!!” final ara yang kesal.


"Daging lo aja gimana?" Saran megan.


"Daging gua banyak lemaknya, nanti lu darah panjang"


"Tinggi sayang"


"Iya sayang"


Megan dan ara saling bertatapan, lalu mereka tertawa.


Gelo.


Mereka berdua pun berpindah ke tempat sayuran dan buah. Megan memasukan sayuran dan buah yang di catat oleh bundanya.


"Buah-buah apa yang lucu?" Celetuk ara sambil memakan anggur.


"Stroberi?"


"No, jawabannya buah hati kita aw aw"


"KUA dulu baru bikin"


Megan langsung menarik ara ke kasir, sesampainya di kasir megan menaruh barang belanjaan yang dia ambil tadi di atas meja pembayaran.


Ara mencolek lengan megan. "Itu mau itu" Tunjuk ara ke lemari pendingin berisi berbagai minuman salah satunya susu pisang.


Megan pun membuka dan mengambil satu susu pisang, ara menerima susu pisang itu dengan wajah kesal.


"Ko satu?" Tanyanya.


"Anak kecil ga boleh minum banyak, entar gumoh" Ujar megan lalu mengambil barangnya dan membayar.


Selesai membayar, megan dan ara berjalan keluar. Megan menyalakan mesin motor, dia mengendarai motornya kerumah ara terlebih dahulu.


Sesampainya di rumah ara, megan memindahkan belanjaannya ke cantelan motor.


"Motor gua gimana?" Tanya ara bingung.


"Besok lo gua jemput, bangun pagi jangan kayak kebo!" Ujar megan.


"Siap!"


"Gua pulang dulu" Megan mengacak rambut ara gemas lalu dia menjalankan motornya meninggalkan ara yang masih diam.


Ara memegang jantungnya yang berdegup sangat kencang.


"Anjir" Gumamnya.


"Waaaa papa! Jantung ara gempa!"

__ADS_1



__ADS_2