[M] EGALODON

[M] EGALODON
[M] egalodon 10


__ADS_3

akhirnya kedua bus dari SMK jaya jaya sampai di tempat turnamen basket.


Kedatangan mereka menyita perhatian beberapa orang yang berada disana. Mereka tau, inilah lawan tersulit mereka saat turnamen nanti.


Saat siswa dan siswi SMK jaya jaya keluar dari bus, banyak sekali yang bersorak senang dan memuji visual mereka.


"Eh ini tim nya megan kan?!"


"Aaa ka satria!!"


"Aduh gantengnya jodoh orang"


"Ko cowo di sekolah tetangga lebih cakep ya dari pada di sini"


Menghiraukan teriakan, anggota basket berjalan ke ruangan khusus untuk mereka, sedangkan tim penyemangat mencari tempat duduk yang nyaman.


Pertandingan final antara SMK jaya jaya dan SMK sari gaga akan segera mulai. Pak bas pelatih dari tim basket SMK jaya jaya dan anggota basket membuat sebuah lingkaran.


"Dua menit lagi kalian bakal main, inget latihan kalian, buang dulu pacaran, kalian harus fokus ke pertandingan jangan bikin sekolah malu"


"Berdoa menurut agama masing-masing, berdoa di mulai"


Anggota basket berdoa dengan agama mereka masing-masing. Setelah berdoa mereka bersorak semangat.


"Teruntuk anggota basket yang akan berlomba mohon menuju lapangan"


Setelah mendapatkan perintah, mereka pun berjalan menuju lapangan.


Pendukung dari SMK jaya jaya dan sari gaga bersorak menyemangati sekolah masing-masing.


Ara terpaku saat tim basket dari sari gaga memasuki lapangan pertandingan. Ara melihat fikri di sana.


Iya, fikri yang hampir bertunangan dengannya!!


Tak sengaja mata ara bertubrukan dengan mata fikri.


Fikri tersenyum sinis di lapangan.


Ara langsung mengalihkan pandangannya dan menggenggam erat tangan nadin yang berada di sampingnya.


Nadin peka dengan ara. "Ada yang salah?" Tanyanya.


"Ada Fikri din" Jawab ara lirih.


Nadin menatap lapangan. "Udah liatin megan aja" Ujarnya.


Ara mengangguk mengerti, ia mengalihkan tatapannya ke megan yang terlihat tampan dengan wajah tegasnya.


Tatapan mereka berdua bertemu, ara dan megan saling melempar senyum.


Entah, hati ara lebih tenang dari pada melihat wajah fikri.


Sebagai bentuk penyemangat, ara mengangkat papan bertulis 'kalah gua gebuk!' .


Alhamdulillah centilnya balik lagi bund.


Megan tersenyum saat membaca tulisan yang di papan.


Wasit berdiri di antara kedua tim basket dan saat peluit berbunyi, wasit tersebut melempar bola basket. Megan dan fikri sama-sama melompat untuk mendapatkan bola.


Tap!


Megan berhasil mengambil bola basket tersebut, dia mulai mendribel dan mengoper ke tim nya. 


Tim lawan kewalahan melawan tim megan yang sangat lincah.


Satria langsung mengoper ke megan dan bola basket masuk Kedalam ranjang basket.


Suporter SMK jaya jaya berteriak senang. Megan dan tim-nya saling bertos ria.


Dari jauh ara tersenyum senang, ia ikut berteriak kencang sampai nadin menutup kupingnya.


"Bacot bet lu gadis!" Sewot nadin sambil mengelus kupingnya.

__ADS_1


"Aku udah perawan!" Balas ara.


"Bodo agus"


"Amat kemana?"


"Berak"


Nadin dan ara kembali menonton pertandingan.


Permainan kembali berlanjut sampai ronde ke-empat, skor tim megan lebih unggul dari pada tim fikri. Suporter SMK jaya jaya berteriak senang karna sekolah mereka menang di keempat ronde.


Saat ronde pertama, tim megan mencetak skor 24 sedangkan tim fikri hanya mencetak 10.


Untuk ronde kedua, tim megan mencetak skor 20 sedangkan tim fikri 15.


Untuk ronde ketiga, tim megan berhasil mencetak 16 sedangkan tim fikri 12.


Dan untuk ronde terakhir, tim megan berhasil unggul mereka mendapatkan skor 25 dan tim fikri hanya 9.


Tim megan saling bertos dan berpelukan ala cowo macho.


"Oke pertandingan telah selesai, sepuluh menit istirahat dan setelah itu pemberian piala untuk pemenang"


Penonton pun bubar dan ke kantin SMK sari gaga, ara dan nadin berjalan ke ruang khusus. Sesampainya di dalam, ara dengan senyum malu mengasih megan sebotol air putih.


"Makasih" Ucap megan dengan senyum tulus. "Elapin boleh?" Pinta megan.


Ara mengangguk, ia mengambil handuk kecil milik megan dan mengelap keringat yang bercucuran.


Orang-orang di ruangan berteriak heboh melihat adegan antara ara dan megan.


"Gila gila!"


"Megan manja!!"


"Waw kapten Kita sangat manja"


Ara menunduk sambil malu. Megan menghiraukan teman-temannya, dia meminun air putih pemberian ara.


"Ke kantin dulu, tadi pagi belum sarapan kan?" Tanya megan.


Ara mengangguk, mereka berdua pun keluar dari ruangan khusus dan berjalan menuju kantin sekolah sari gaga.


Saat di kantin ara melihat bangku kosong, ia langsung menepatinya sedangkan megan memesan bubur.


Sambil menunggu megan, ara iseng mengedarkan padangannya. Banyak sekali murid dari sekolah lain. Tatapan ara kembali bertubrukan dengan fikri yang sedang makan dengan temannya.


"Ngeliatin siapa?" Suara megan mengagetkan ara.


Ara menggeleng. "Orang" Jawab ara singkat.


Megan menaruh semangkuk bubur dan satu susu pisang. Ara langsung mengambil susu pisang tersebut dan meminumnya.


"Jangan kebanyakan minum entar perutnya begah" Ujar megan.


Ara mengangguk mengerti, ia menaruh kembali susu pisangnya dan memakan buburnya.


Kalian tim aduk apa nggak?


Megan tersenyum melihat cara makan ara yang mirip anak kecil. Dia mengelap sisa bubur yang berada di bibir ara dengan tisu.


"Benerkan apa kata gua lu mirip anak kecil, Gemesin" Ucap megan sambil mencubit pipi kanan ara.


Lagi dan lagi jantung ara berdetak lebih cepat. Mungkin sekarang kedua pipinya sudah semerah tomat.


"Jangan bengong" Ujar megan.


Ara merdehem agar suasana tidak canggung lagi, ia kembali melanjutkan makan bubur yang tinggal dikit.


Lama kelamaan ara di buat risih oleh megan yang terus memperhatikannya.


"Jangan liatin terus ih" Keluh ara, bukannya marah justru megan terkekeh.

__ADS_1


'Di kata gua patung kali ga punya jantung?!'


"Haha makannya jadi manusia jangan terlalu gemesin"


"Gua gemesin dari sisi mana?"


"Keseluruhan lu udah gemes"


"Tai ledik"


"Udah selesai makannya?"


"Udah, ayok balik"


Megan dan ara bangkit, mereka berdua berjalan menuju ruang khusus.


Baru saja masuk, megan di banjiri ledekan dari temannya.


"Etdah tangannya posesif banget"


"Romantis banget anak bujang satu ini"


Ara tersenyum malu, sedangkan megan menghiraukan. Mereka terlalu iri.


'Padahal belom jadian'


Mereka berdua pun duduk di bangku belakang dengan nadin, jay, rega dan henry.


"jay minjem hp dong" pinta ara, ia ingin bermain game.


jay memicingkan matanya curiga. "buat apaan?" tanyanya


"buat maen game" jawab ara ngegas.


"nih, jangan buka galeri!!" ucap jay, ara mengangguk mengerti.


Ia langsung membuka game yang sedang ramai dimainkan, PUBG.


"nanti lo jatuh cinta liat poto gua" sambungnya dengan percaya diri.


"dih najis, dikata gua papareza kali" gumam ara sedikit kencang.


"paparazi jing" sewot nadin.


"papareza mah papa mertua gua, iyakan?" bisik megan membuat ara tersenyum malu.


'aduh bisa aje anak megalodon'


Nadin yang melihat megan bisik-bisik dan membuat temannya tersenyum malu, membuat dia curiga.


"heh kutil ayam! Lu bisikin ara apaan sampe malu-malu badak?" tanya nadin dengan tatapan curiga kedua orang tersebut.


"kepo" jawab megan singkat. Wajahnya kembali datar.


"pasti megan bisikin ara kayak gini, ekhem 'besok aku kerumah ya sayang'" ledek rega meniru suara megan.


Satu ruangan dibuat tertawa, mereka cukup terhibur dengan teman-teman megan.


"belum jadian, tapi udah sayang-sayangan" sindir nadin.


Lagi dan lagi megan kembali mendapatkan ledekan.


"hahaha parah anak orang di gantung"


"megan pakboi parah-parah!"


"tobat megan"


"belom jadian kan?, jadi bisa dong ditikung" celetuh satria menaik turunkan alisnya.


"yoii!!" sahut yang lain.


__ADS_1


__ADS_2