![[M] EGALODON](https://asset.asean.biz.id/-m--egalodon.webp)
Sekarang ini ara sedang berkumpul bersama devin dan ke-empat temannya. Mereka makan di cafe terdekat, dari tadi teman devin terus melempari lawakan yang membuat perut ara sakit.
Ara kira suasananya akan sangat canggung, tapi tidak. Dia juga mengira jika teman devin juga kaku, cuek, dingin dan pedas seperti devin.
'Megan juga'
Ara terkekeh saat nama megan melintas di otaknya.
"Kak ara sekolah dimana" Tanya haris.
"Di SMK jaya jaya" Jawab ara sambil memakan kuenya. Teman devin mengangguk.
"Sekolah impian"
"Kak ara udah punya doi belum? Kalo belum boleh kali" Celetuk faiz sambil menaik turunkan alisnya.
Ara terkekeh. "Belum, emang kenapa?" Tanyanya.
"Boleh kali hati kak ara di isi kiw" Goda Arya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Nahh kan brondong lebih hot" Sahut Viki yang juga ikut menggoda ara.
"Kakak gua bau jangan mau" Lerai devin agar temannya berhenti menggoda kakaknya.
Tuk!
"Enak aje kalo ngomong!" Ara menggeplak kepala devin pelan. Keempat teman devin pun tertawa, mereka jadi ingin punya seorang kakak.
Anak ke-2 yang mempunyai seorang kakak bersifat setan : *hikssrott
Ping!
Ping!
Ara melihat dua notifikasi dari megan muncul di layar HP, ia pun mengklik nya.
'Tumben megan'
Megan
|p
|p
Tanpa berpikir panjang, ara langsung membalasnya.
^^^Ara^^^
^^^Kenapa sayang?|^^^
Megan
|cuma gabut
Ara mendengus, kirain ada apaan, cih ***** nih.
^^^Ara^^^
^^^Gabutnya elit|^^^
^^^Culik nih! |^^^
Ara kembali menaruh hpnya, ia melanjutkan makan kue stroberi miliknya.
"Tadi siapa?" Tanya devin penasaran.
"Temen gua" Jawab ara. Devin pun mengangguk.
Ping!
Ping!
"Ck" Ara berdecak kesal, awas aja kalau megan bercanda lagi.
Namun ara membelalakan matanya saat melihat nama papanya tertera di notifikasi tersebut. Ia langsung membalasnya.
Papa Eza
__ADS_1
|pulang
|papa mau ngomong sama kamu
Ara menghela nafas berat. Dengan berat hati ia pun membalas pesan papanya.
^^^Ara^^^
^^^Iya, aku pulang|^^^
Selesai membalas pesan papanya, ara langsung berdiri.
"Vin gua pulang dulu ya bye, bye semua" Pamit ara dan berjalan keluar, namun tangan ara langsung di tahan oleh devin.
"Gua anterin" Ujar devin.
"Gausah, lu sama temen-temen lu aja, gua naik taxi" Tolak ara.
"Bye adik gua" Sambungnya dan mengacak rambut devin dengan gemas.
Ara langsung menyingkirkan tangan devin, ia berjalan keluar untuk mencari taxi.
Devin duduk kembali sambil menghela nafas lelah.
Haris, faiz, Viki dan arya menatap bingung kepergian ara.
"Kak ara kemana vin? Pulang?" Tanya Viki mewakili ketiga temannya.
Devin mengangguk. "Iya"
Bibir mereka berempat membentuk huruf O sambil mengangguk.
Sedangkan ara sudah mendapatkan taxi kosong, sekarang taxi yang ia tumpangi sedang berjalan ke arah rumahnya.
Ara merilekskan dirinya yang gelisah, ia menatap luar mobil. Cuaca pagi ini lumayan panas, mungkin ara harus tinggal sama elsa.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya ara sampai di depan rumah.
"Neng ini kan alamat rumahnya?" Tanya supir.
Ara pun menengok dan mengangguk, ia menyerahkan uang sebesar lima puluh ribu rupiah kepada supir.
Rasa gelisah menyerang ara lagi, keringat mulai keluar dari pelipisnya. Semoga papanya berhenti menjodohkannya.
Saat memasuki rumah, ara melihat papanya yang sedang menunggu di depan ruang kerjanya. Ara meringis melihat wajah papanya yang sudah tak bersahabat.
"Lambat" Sindir reza lalu dia masuk kedalam ruang kerja bersama ara yang mengikutinya dengan wajah tegang.
Ara duduk di samping papanya, ia benar-benar tak nyaman dengan suasana canggung seperti.
Reza menghembuskan nafas lelah, dia menatap ara dengan tatapan sayunya.
"Huft...maafin sikap papa yang kemarin" Ucap reza meminta maaf, hati ara tersentuh.
'Bapak gue tobat?'
"Itu benar-benar diluar kendali papa, apa ara maafin papa?" Lanjut reza sambil menatap anaknya sedih.
"Umm...ara bakal maafin papa, kalo papa batalin perjodohan ara" Ujar ara.
Senyum reza muncul. "Ya, papa bakal batalin perjodohan kamu" Ucap reza tanpa keraguan.
"Nah gitu dong kan ara seneng" Ara langsung memeluk erat papanya.
"Ara maafin papa ko, walaupun tato cap lima jari udah ilang" Lanjutnya.
Reza terkekeh. "Makasih udah maafin papa"
Ara mengangguk, ia senang akhirnya papanya membatalkan perjodohan nya.
"Tapi sampe lulus kamu belum ketemu jodoh, papa bakal paksa kamu" Ucap reza tiba-tiba dan melepaskan pelukannya.
Ara menatap papanya tidak percaya, apa? Lulus? Ara baru kelas 11 dan ada satu tahun lagi buat nyari jodoh?
"Aaa papa mah pasti bercanda" Ara memicingkan matanya curiga.
Reza berjalan keluar ruangan lalu tertawa. "Iya iya papa cuma bercanda"
__ADS_1
Ara tersenyum, ia ikut keluar dari ruang kerja dan pergi ke kamarnya. Perasaan ara sekarang membaik tidak seperti kemarin.
Sesampainya di kamar, ara loncat ke ranjangnya dan merebahkan dirinya. Sedang asik memeluk guling, Tiba-tiba bunyi notifikasi dari hpnya.
Ping!
Ping!
"Aaa ganggu aja nih!" Gumam ara kesal.
Megan
|kerumah gua
|ada nadin sama yang lain
^^^Ara^^^
^^^Ok|^^^
^^^Jangan perkosa nadin!!|^^^
Megan
|iya sayang
|tapi boong
"Haha it's so funny bitj" Ara tertawa garing melihat lawakan megan.
'Jadi pengen culik'
Ara menghela nafas lelah, baru saja ia ketemu dengan kasur dan kawan-kawan nya.
Ia pun mengambil kunci vespa nya dan berjalan turun kebawah, kaki ia sudah sangat pegal karna naik turun tangga.
"Pah ara kerumah temen dulu ya!!" Teriak ara dari balik pintu.
"Iya hati-hati!" Sahut reza yang sedang di dapur.
Setelah mendapatkan izin dari papanya, ara menyalakan motor vespa dan menjalankannya ke rumah megan.
Ia sudah tidak sabar ingin ketemu calon mantu.
Ups.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, ara akhirnya sampai di rumah megan. Benar saja, motor vespa nadin dan motor temannya yang lain terparkir di depan bagasi rumah megan.
Ara pun memarkirkan motornya dekat nadin, sehabis itu ia mencabut kunci motornya.
"Huh nadin mulai bandel nih" Gumam ara sambil berjalan ke pintu masuk.
Tok! Tok!
Ara mengetuk dua kali pintu rumah megan. Detik berikutnya, pintu terbuka menampilkan cowo yang sedang tersenyum. Dia terlihat hampir mirip dengan megan.
"Temennya megan?" Suara cowo tersebut membuat ara terkejut.
"I-iya saya temennya megan" Jawab ara gugup.
Suara berat dari cowo itu membuat ara gugup setengah mati. So sexy hiks....
"Oh megan sama temennya ada di kamarnya" Ucap cowo tersebut sambil menunjukkan letak kamar megan.
Ara mengangguk mengerti. "Makasih"
Baru saja ingin berjalan, tangan ara ditahan oleh cowo tersebut.
"Boleh kenalan?"
"Emm boleh, gua ara"
"Gua Leon, salam kenal ara"
"Iya Leon, salam kenal juga"
Setelah mengucapkan itu, ara melanjutkan jalannya ke kamar megan. Entah ia merasa Leon sedikit aneh dan menyeramkan.
__ADS_1
✿