[M] EGALODON

[M] EGALODON
[M] egalodon 9


__ADS_3

"Awali pagi mu dengan..."


"kemalasan!!"


"Di pagi hari harus makan?"


"Cintaaa!"


"Bangun udah pagi woy!!"


"Gua udah bangun jabingan!" Ucap ara sewot.


Sedaritadi ara mengobrol dengan alarm miliknya yang berisi suara devin. Ya, devin memberinya sebuah rekaman suara milik dia dan ara menjadikannya alarm.


"Ulala cantik sekali, semoga ada yang kecantol"


Ara bergaya ala model di depan kaca. Outfit yang ia pakai adalah seragam olahraga dan sepatu bermerek gucci.


Kw.


Ping! 


Ping!


Ara melihat notifikasi dari megan.


Megan


 



   


Ara terkekeh melihat gambar yang megan kirim, ini benar megan?


^^^Ara^^^


^^^Naon ? |^^^


Megan


|bangun!


^^^Ara^^^



Megan


|gc gua tinggal nih!


^^^Ara^^^


^^^Gua udah rapih duda! |^^^


^^^Ngegas ae lo! |^^^


Megan


|sabar ya janda


|aa lagi otw


^^^Ara^^^


^^^Huhu najis aa|^^^


Ara geli sendiri melihat room chatnya dengan megan. Ia merasa megan sudah terkena virus gila darinya.


Ara pun mengambil tas kecil miliknya dan memasukan barang yang menurut ara sangat penting dan berguna, seperti bedak dan lipstik.


Ia akan mendandani megan jika kalah. Awas aja!


Sudah siap, ara pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuruni tangga. Saat di ruang makan, ia melihat mamanya yang sedang sibuk membuat sarapan.


"Goodmorning mom" Sapa ara lalu duduk.


Ia mengambil 5 lembar roti yang sudah di olesi selai coklat kacang.


"Morning too" Balas mama ara a.k.a warti


"Mau kemana? Tumben rapih amat" Tanya warti.

__ADS_1


"Mau nonton pertandingan basket" Jawab ara.


Tin! Tinnnnn!


"Ebuset pagi-pagi udah minta akhlak" Gumam ara sambil menghabiskan susu pisang, ia hampir saja tersedak roti.


Tin! Tin! Tin!


Karna kesal, ara berdiri dan berjalan keluar rumah. Ternyata pelakunya megan.


Ara menghampiri megan dan menggeplak pelan helm megan.


"Pagi-pagi akhlaknya ilang!" Omel ara.


"Ayo jalan" Ucap megan, yang sudah berpakaian basket dan di balut jaket jeans.


"Gua baru makan, mending lu ikut sarapan dulu yuk" Ajak ara lalu menunggu megan di depan pintu.


Megan menghela nafas, untung waktunya masih banyak. Dia pun memarkirkan motornya di bagasi rumah ara.


Lalu megan mengikuti ara masuk kedalam rumah. Wangi masakan membuat perut megan kembali berbunyi.


'Perut ga ada akhlak!' batin megan.


"Oh kedatengan tamu, siapa ra? Pacar kamu?" Cerocos warti yang selesai menghidangkan makanan untuk keluarganya.


"Iya tante"


"Nggak mom"


Jawab ara dan megan barengan. Mereka berdua saling tatap, namun berbeda ara menatap megan kesal dan megan tersenyum lebar.


"Ihh nggak mom bener deh" Ucap ara mencoba meyakinkan mamanya.


"Halah gengsian kamu mah" Ledek warti lalu terkekeh melihat anaknya.


"Do'ain aja tante haha" Megan dan mama ara terkekeh, sedangkan ara menatap kesal kedua orang tersebut.


Ia mengambil tasnya lalu kembali menarik megan keluar rumah.


"Aku jalan dulu ya mah!" Teriak ara dari luar.


"Iya!! Hati-hati anak mama" Sahut warti, dia tersenyum lalu pergi kekamar suaminya dan anaknya. Mereka berdua sangat mirip dengannya dan reza saat SMA.


Sedangkan di luar, megan sedang memakaikan ara helm Bogo. Selesai memasang, megan mencuil hidung mancung ara.


"Naik sini" Megan menepuk jok motor belakangnya. Ara nurut, ia menaiki motor vespa megan.


"Lo mirip anak kecil, untung aja kemarin gua gak kasih lo susu pisang banyak" Cerocos megan sambil menyalakan mesin motornya.


"Bisa-bisa gumoh beneran" Lanjutnya.


Ara tersenyum tipis, mendengar kata-kata megan. Ia sangat senang jika megan mode bawel dari pada diam.


Ara melotot saat tangannya di tarik pelan oleh megan dan di lingkarkan di perut megan. Sekarang jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.


"Pegangan biar gak jatoh" Ucap megan lalu menjalankan motornya meninggalkan halaman rumah ara.


'Gua nge-fly hiks' batin ara menangis.



Akhirnya motor megan sampai di sekolah, kedatangan ara dan megan menyita perhatian anak basket.


Selesai memarkirkan motornya, megan dan ara menghampiri kelompok basket.


"Pantes dateng lama" Sindir Henry dengan wajah sinis nya.


"Iri" Ledek megan.


"Nadin kemana ry?" Tanya ara, dari tadi ia tidak melihat congor nadin.


"Di kantin lagi mojok sama rega" Jawab Henry.


"Ok bye gua mau nonton live streaming dulu" Ucap ara lalu berjalan ke kantin.


Henry menggelengkan kepalanya. "Pacar lo gila meg"


"Entar otaknya pengen gua ganti"


"Harus"


Ara yang baru masuk ke kantin di kagetkan oleh suara bising di pojok kantin.

__ADS_1


Nadin dan rega sedang rebutan ciki dan jay sedang bermain HP sambil menutup kedua kupingnya. Ia langsung menghampiri mereka bertiga.


"Apaan sih ini ciki gua!"


"Tapi kan aku yang beli sayang"


"Ih ngalah ke sama cewe!"


"Tap-"


Brak!


"Heh masalah ciki aje sampe ribut lu berdua!!" Sewot ara setelah menggebrak meja kantin.


Jay, rega dan nadin mengelus dadanya. Bahkan ciki yang di ributkan sampai tumpah.


"Ngagetin aje anjim!" Sewot balik nadin.


Kemudian nadin menatap ciki yang berserakan. "yahh jatoh kan ciki nya, lo sih!" Nadin menyalahkan rega.


Rega menggeleng. "Bukan gua! Tuh anak kecil!" Rega menunjuk ara.


"Dih gua! Noh si Jay" Ara ikut menunjuk jay.


Jay hanya bisa menghembuskan nafas lelah, sepertinya dia sudah beda dimensi.


"Pusing gua temenan sama lo pada!"


"Pusing bukannya nama buah?"


"Itu kedongdong sayang"


"kenapa temanku gila semua ya tuhan"



Dua bus menghantar anggota basket dan tim penyemangat ke sekolah SMA Sari Gaga.


Rega, jay, nadin dan ara ikut ke bus yang berisi anggota basket.


"Kau yang singgah tapi tak sungguh, kau yang singgah tapi tak sungguh, kukira kau?"


"Hotel" Lanjut rega.


Satu bis di buat tertawa oleh rega. Ya, rega dan Jay sudah sangat dekat dengan anggota basket.


"Salah lirik gelo!" Sahut dafa yang duduk di belakang.


"Yeu maap" Ucap rega.


"Hai nona manis" Sapa satria sambil mengedipkan matanya genit.


Ara tersenyum malu.


"Woo! Genit lo!"


"Wah cari ribut sama megan!"


Satu bus menyoraki satria. Bahkan sampai dilempari tisu.


"Lah udah ada pawangnya" Ucap satria dengan wajah kecewa.


"Yahh padahal baru mau diajak rumah tangga" Sahut Arif.


"Iya nih tadi gua nge halu lagi masak di dapur berduaan" Goda bule.


"Sama, baru aja gua nge halu lagi liat rumah baru"


Karna kesal, megan melepas jaketnya dan membungkus kepala ara sehabis itu ia memeluk ara posesif.


"Sepertinya kamu salah dimensi" Bisik megan pelan.


Ara terkekeh di balik jaket. Kenapa megan bisa selucu ini?


"Yahh si pawang posesif"


"Megan ga asik lah"


Mereka menyoraki megan, tetapi megan menghiraukan ledekan dari temannya.


"Mending godain si nadin" Ujar megan menunjuk nadin yang duduk di samping rega.


Mendengar nama nadin disebut, rega melotot kan matanya.

__ADS_1


"Anjir ayang gua di jadiin tumbal!"



__ADS_2