"Mafia Dan Dokter" Area

"Mafia Dan Dokter" Area
Rencana Masa Depan


__ADS_3

Damian memijit pangkal hidung nya pelan.


Di hadapan nya kini sudah ada hidangan yang berbagai macam bentuknya. Di seberang sana, orang tua nya duduk manis sambil menikmati hidangan tersebut.


"Jadi?" tanya Lou kembali bersuara ketika anak semata wayangnya itu terdiam.


"Aku masih mencari wanita yang tepat untuk ku nikahi" jawab Damian pelan.


Sebenarnya, di pikiran Damian sudah ada satu nama yang ia simpan. Namun pertemuan mereka terlalu singkat untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.


"Mommy tidak memaksa Damian. Ini kehidupan mu" sahut Luis. "Tapi kau harus memikirkan keluarga kita juga. Siapa yang akan meneruskan keluarga Salazar jika bukan dirimu" Luis sudah lelah dengan anak nya ini. Begitu pemilih dan tidak jelas.


"Banyak yang ku pikirkan mom" Damian membenturkan kepalanya ke meja makan.


"Kau tinggal pilih wanita yang kira-kira sesuai dengan standar keluarga kita dan buat dia hamil anak mu! apa itu sulit?" Lou berkata tegas.


Tahun ini Damian sudah akan berumur 31 tahun.


"Apa kau menikahi istrimu dengan cara itu Dad?" Tanya Damian sarkas.


"Aku tidak pemilih seperti mu" Lou menatap Luis. "Kau bisa lihat berapa bahagia nya kami berdua" Lou tersenyum miring pada anak nya itu. Berniat mengejek.


"Cihhh... Aku akan menemukan wanita idaman ku dan akan ku buat banyak anak bersama nya" Ujar Damian.

__ADS_1


Luis tertawa pelan melihat perdebatan ayah dan anak itu. Dia dan Lou memang menikah karena sama-sama jatuh cinta. Dan sampai saat ini pun Lou masih menjadi pria idaman nya walau sudah 35 tahun menikah.


"Mommy bisa menjodohkan mu dengan Athie honey. Dia wanita yang paling cocok untuk mu" Tawar Luis.


"Athie? siapa itu?" Tanya Damian menatap ibunya.


"Wanita yang ku bawa saat malam pertemuan antar pebisnis" Jawab Luis sambil meneguk anggur hitam nya dengan elegant.


"Ahhh... tidak perlu!" Tolak Damian langsung.


"Why? dia wanita yang baik" Luis mengerutkan keningnya.


"Ku rasa aku sudah punya wanita ku sendiri" Damian tersenyum manis. Di bayangan nya kini adalah Viollet yang melenggu manja di bawah dekapannya.


"Jangan senang dulu Dad, aku baru mengenalnya" Jawab Damian mematahkan senyum Lou.


"Lalu bagaimana bisa kau mengatakan bahwa kau ingin menikahi nya? apa itu pernikahan kontrak?" Luis menatap tajam Damian.


"Hahaha tentu tidak mom!" tawa Damian.


"Jadi?" Tanya Lou memastikan lagi.


Damian mendekatkan wajah nya ke arah orang tua nya. Lalu pria tampan itu tersenyum jahil.

__ADS_1


"Aku tidur dengan nya"


Hilang sudah senyum di wajah Lou dan Luis.


⚖️⚖️⚖️


Sky membanting pintu ruang ayah nya dengan keras. Membuat pria tua yang sedang membaca majalah itu berlonjak kaget.


"Apa yang membuat mu marah Sky?" Tanya Billie memfokuskan pandangan nya pada Sky.


"Aku ingin menikah dengan Damian!" Sky menekan setiap kata yang di ucapkan nya.


"Itu tidak mungkin" Tolak Billie tegas. Semakin hari, permintaan anaknya itu semakin tidak waras.


"Kenapa hah??? Bukan kah daddy bilang bahwa apa yang ku ingin kan akan terjadi!!!!" Napas Sky memburu. Ia sangat murka sejak mengetahui bahwa Damian sudah punya kekasih.


"Daddy akan mencarikan orang lain untuk mu" Billie tidak ingin berdebat.


Brakkk!!!!


Sky mendorong semua berkas-berkas di meja Billie. Wanita muda itu sangat marah.


"Aku tidak peduli!!! Akan ku buat Damian menjadi milik ku! Hanya milik ku" teriak nya keras lalu pergi dari ruang kerja ayah nya.

__ADS_1


__ADS_2