
Damian membenamkan wajah nya di dada Viollet. Sekarang sudah pagi, namun kedua manusia itu enggan bangun dari tidurnya.
"Aku harus mandi" ujar sang wanita "Badan ku terlalu lengket karena kau mengeluarkan nya di mana-mana" Viollet berkata ketus.
Cupp~~
"Diamlah sayanggg... Adik kecilku bangun lagi karena mendengar suara sexy mu" Damian mencium bibir Viollet singkat.
"Mesum" Balas Viollet malu. Ia memang merasakan sebuah benda keras mengenai pahanya.
⚖️⚖️⚖️
Viollet membantu Damian mengenakan pakaiannya. Wanita muda itu dengan telaten mengurus Damian. Tentu saja pria tampan itu sangat senang. Itu impiannya. Memiliki keluarga kecil dengan wanita idamannya.
"Kau tidak mau menikah?" Tanya Damian tiba-tiba.
"Kau mau menikahi ku?" Viollet terkejut, namun ia berusaha menahan kegugupan nya.
"Entahlah... Aku juga tidak tau bagaimana perasaan ku padamu. Tapi sepertinya aku menyukaimu" Ujar Damian dalam.
Pria itu dengan hati-hati mencoba mendekati Viollet. ia tidak mau tertolak untuk kedua kalinya.
"Kau harus memikirkan masa depan kita setelah menikah Damian! Aku tidak mau jika kau terus-terusan membunuh orang dan berkecimpung di pasar gelap"
Rahang Damian mengeras.
__ADS_1
Ia tidak suka di atur.
"Aku akan menjadi seperti Daddy ku ketika sudah menikah dan punya anak" Jawab Damian tegas.
"Dan aku tetap tidak mau anak dan suami ku kelak menjadi pembunuh beringas seperti mu" Viollet kesal.
Kaki jenjang nya melangkah meninggalkan Damian sendiri. Pria tampan itu mengusap pelan wajahnya. Ini akan sulit. Ia mengerti maksud Viollet. Namun pekerjaan ini sudah mendarah daging. Ingat, Damian akan menikah hanya dengan wanita yang menerimanya apa adanya.
⚖️⚖️⚖️
Siang itu, Damian menemani Sky untuk berbelanja rumah baru nya. Sebenarnya, niat Damian adalah pulang lebih awal karena mood nya hilang setelah beradu argumen dengan Viollet. Namun ia tidak bisa menolak ketika Tuan Billie memintanya menemani sangat putri.
"Menurutmu warna apa yang cocok untuk kamar ku?" tanya Sky sambil bergelayut manja di lengan Damian.
Sky cemberut.
Bukannya merasa senang karena di temani Damian, ia malah merasa tertekan karena aura yang di keluarkan Damian sangat menyiksanya. Dan respon pria itu sangat di luar dugaan.
"Oh... Damian!"
Damian menoleh, ia mendapati Athie yang tersenyum ramah padanya. Ini kesempatan Damian melarikan diri.
"Kau sedang berbelanja?" Tanya Athie tersenyum lebar.
Damian menatap nya dalam. Lalu mengedipkan sebelah matanya pada Athie. Memberi kode SOS pada wanita muda itu. Athie yang paham langsung mengangguk.
__ADS_1
"Aku datang bersama ibu mu ke sini. Beliau bilang ingin bertemu dengan mu" Ujar Athie.
"Ahh iya aku melupakan kencan dengan ibuku!" Damian menoleh pada Sky. "Maaf kan aku! sepertinya aku tidak bisa membantumu lebih lama, ibuku menunggu ku"
"Apa aku juga boleh ikut?" Tanya Sky, dia sedikit kecewa.
"Tidak!"
Damian dan Athie segera pergi meninggalkan Sky dan beberapa pelayan nya.
"Damian!" teriak Sky menggila.
⚖️⚖️⚖️
"Terima kasih" kata Damian datar.
Mereka berdua sudah di mobil, dalam perjalanan pulang. Athie tersenyum. Awal pendekatan yang baik. Ia harus bisa masuk ke kehidupan Damian, dengan begitu, Athie bisa mengikatnya.
"Dimana rumah mu?" tanya Damian
"Kau mau mengantarkan ku?" Athie terkejut.
"Aku tidak suka berhutang pada siapapun" Jawab Damian datar.
Athie tersenyum kecut.
__ADS_1