"Mafia Dan Dokter" Area

"Mafia Dan Dokter" Area
Dead?


__ADS_3

Viollet tengah sibuk dengan pekerjaan nya. Saking sibuknya, Viollet bahkan belum makan dari tadi siang. Sekarang sudah hampir jam sembilan malam. Kepalanya mulai pusing karena kelaparan.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Dokter Wolsen ketika ia menemukan Viollet yang tengah merebahkan kepalanya ke atas meja kerja.


"Jangan pedulikan aku" Pinta Viollet lesu.


Dokter tua itu lalu menghela napas, kapan Viollet bisa bersikap tidak keras kepala. Viollet tetaplah wanita keras yang tidak mau merepotkan orang lain. "Aku akan memesankan makanan".


" Tunggu!" Viollet segera menegakkan kepalanya. "Aku... aku akan pergi membeli nya sendiri"


Meski sedikit linglung, Viollet berusaha untuk berjalan senormal mungkin agar Dokter Wolsen tidak terlalu khawatir padanya.


Tapi tetap saja, pria tua itu mencemaskan wanita muda yang sudah ia anggap sebagai keluarganya. "Kau yakin?" Tanya dokter Wolsen memastikan sekali lagi.


Viollet mengangguk. Ia segera pergi dari sana.


Wanita cantik itu memutuskan untuk pergi ke gang kecil tempat biasa ia lalui untuk pergi ke toko roti. Matanya mulai berkunang-kunang karena cahaya di sana sangat minim. Viollet harus kuat. Sedikit lagi ia mencapai ujung gang.


Samar-samar Viollet melihat siluet wanita dengan kupluk berjalan di belakang nya. "Untung aku tidak sendirian, jika aku pingsan maka wanita itu akan membantuku" Batin Viollet.

__ADS_1


Srukkkk!


Viollet terkejut ketika lengan nya di tarik kuat dari belakang. Karena badannya yang lemas, Viollet tidak sempat mengelak dan akhirnya menabrak dinding gang.


"Akhhh! Tolong aku" Pinta Viollet ketika ia melihat wanita tadi berdiri di ujung kaki nya.


"Wanita bodoh!!!" Maki wanita itu. Viollet lalu mengenali nya saat wanita itu membuka kupluk nya dan menampakkan wajah nya. "Kau memang beban! tidak berada di sekitar Damian saja kau masih bisa membuat nya tidak tergoda oleh ku" Bentak Athie.


Yeahhh...


Wanita berkupluk itu adalah Athie.


Satu-satunya bawahan wanita ayah Damian, Tuan Lou.


Hidup nya tidak pernah tenang setelah bertemu dengan Damian. Apa pria itu seberpengaruhnya pada kehidupan Viollet. Mereka sudah tidak punya hubungan apapun lagi, tapi perasaan memang tidak bisa di bohongi.


"Kau jal*ng hina! membusuk lah di kuburan mu" Athie mengeluarkan sebuah pisau yang cukup panjang. Ia tidak bisa berpikir jernih sekarang. Yang ia mau hanya lah Damian menjadi milik nya.


"A-apa kau g-gila!!?? Kau bisa membunuh orang dengan itu sial*n!!!!" Teriak Viollet histeris. Ia tidak bisa bangkit untuk menyelamatkan diri karena tubuhnya sangat berat. Ia juga gemetar ketakutan.

__ADS_1


"Aku tidak punya hubungan apapun dengan Damian!!!" Ujar Viollet. "Tolong lepas kan aku Athie" Viollet tersedu. Ia tidak mau mati dengan cara seperti ini. Bagaimana dengan masa depan nya? Viollet juga ingin berkeluarga.


"Ku bunuh kau!!!"


"KYAAAAAA!!!"


Viollet menutup matanya.


Beberapa detik kemudian, Viollet tidak merasakan pergerakan apapun. Apa ia sudah mati?


Tubuh Viollet bergetar hebat. Ia melindungi kepalanya dengan tangan. Matanya tidak berani melihat. Ia sungguh tidak siap menghadapi kematiannya.


"D-damian?"


Suara bergetar itu...


Bukan suara Viollet, melainkan suara Athie. Viollet tersentak ketika ia membuka matanya pemandangan pertama yang ia dapatkan adalah Damian yang menahan pisau itu dengan tangan nya.


"D-ddamian...?"

__ADS_1


Viollet menangis histeris.


Bahkan mati pun ia masih bisa membayangkan sosok Damian yang selalu ia harapkan itu. Viollet menangis kencang. Ia merindukan pria tampan berhati kejam itu.


__ADS_2