"Mafia Dan Dokter" Area

"Mafia Dan Dokter" Area
Detak Jantung


__ADS_3

Cahaya lampu menjadi sorotan pertama ketika Viollet membuka mata. Ia terkejut mendapatinya sudah berada di kamar apartemen nya sendiri. Apa yang tadi itu hanya mimpi? tapi kenapa terasa seperti sungguhan?


"Akhhh!" Kepala Viollet berdenyut nyeri.


Mungkin karena tadi sempat terbentur dinding gang. Matanya melirik ke arah kepulan asap dan hidungnya mencium aroma yang enak.


"Aku pasti sudah gila... huhhh" Viollet menghembuskan napas lelah. Hidup nya tidak lebih baik semenjak kejadian itu.


Saat Viollet tengah bergemul dengan pikirannya, Damian si pemilik mata abu-abu itu masuk dengan apron yang terikat manis di pinggang nya. Ohhh jangan lupakan semangkuk bubur yang ia bawa.


"Bangun dan makanlah!" Ujar Damian datar.


"Ck! sampai mati pun aku masih bisa melihat sosok mu! Pergilah jika kau hanya singgah sebentar, lakukan seperti yang biasa kau lakukan dalam mimpiku pria bajing*n" Maki Viollet yang masih mengira bahwa itu hanya ilusi.


Damian mengulum senyum nya. Viollet masih sama persis seperti terakhir kali Damian melihat nya. "Makan lah wanita gila, aku akan membelikan obat untuk mu" Damian duduk di tepi ranjang Viollet.


Mereka saling pandang untuk waktu yang lama. Viollet yang menatap dengan wajah sedih dan rindu, sedangkan Damian menatap nya datar.


"Hei! Kau sudah terbiasa dengan mata abu-abu ku? apa itu tidak mengganggu mu lagi?" Tanya Damian kagum.


"Sebenarnya sangat mengganggu, tapi biarkan aku melihat mu lebih lama Damian, kau selalu muncul dalam penglihatan ku, lalu pergi. namun kali ini kau muncul sedikit lebih lama... hahahaha apa aku sudah benar-benar gila?" Tanya Viollet bergetar.


Pletak!!!!

__ADS_1


"Awww!!!" Viollet memegangi dahinya.


Matanya melotot menatap ke arah Damian. Pria tampan itu tidak mampu lagi menahan tawa nya. Ekspresi Viollet tidak pernah gagal.


"Dasar wanita bod*h" Kekeh Damian.


"Kyaaaaaaaaaaa" Pekik Viollet kencang. Wanita itu lalu menutupi wajah nya dengan selimut. Tidak tau kenapa, tapi ini sangat memalukan baginya. Damian mengelus kepala Viollet lembut.


Viollet mencubit lengan nya sendiri, dan ia merasa sakit! itu artinya ini benar-benar nyata. Apa yang harus wanita itu lakukan? setelah sekian lama, pria tampan dan mengerikan itu muncul lagi di hidupnya. Viollet tidak bisa tinggal diam. Ia harus tegas pada Damian sekarang.


"Makan makanan mu dulu nona dokter, baru setelah kau menghabiskan makanan itu, kau boleh melakukan apapun yang kau mau" Bujuk Damian ketika Viollet tidak kunjung bicara.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" Tanya Viollet dengan suara kecil.


Jujur...


"Maaf karena aku tidak pernah menghubungi mu lagi, itu di luar kendali ku" Damian berkata datar.


"Jika kau hanya ingin singgah, seharusnya kau bilang dari awal! Kenapa kau bertingkah seolah menyukai ku?" Gumam Viollet yang masih terdengar oleh Damian. "Kau membuat ku merasa buruk! Mungkin sejak awal, kau tidak pernah ada rasa... hanya aku satu-satunya yang berharap lebih selama ini"


Damian menatap dalam tubuh kecil itu. Walau Viollet menutupi wajah nya dengan selimut, namun Damian sangat tau bahwa wanita muda itu sedang menangis. Bukan kah dia terlalu kejam pada wanita itu?


"Kau salah Viollet, sejak awal aku sudah tertarik padamu" Damian membuka selimut yang menutupi wajah cantik itu. Ia pun merindukan Viollet nya. "Maaf karena menjadi egois dan meninggalkan mu"

__ADS_1


Setetes air mata itu jatuh di pipi Viollet. Perasaan tidak nyaman ini menggangu nya. Ia tidak yakin bahwa Damian benar-benar tertarik atau hanya ingin bermain saja, tapi tidak bisa di bantah bahwa Viollet menginginkan laki-laki dewasa ini. Hanya untuk nya.


"Aku akan mengejar mu mulai sekarang, persiapkan diri mu nona dokter! Aku menyukaimu" Damian mengecup bibir Viollet yang masih sedikit terisak.


"Damiannn"


Viollet langsung memeluk nya erat. Menumpahkan segala rasa yang ia punya pada pria itu. Tangan Viollet juga sedikit memukul pelan dada nya, berusaha mengatakan bahwa Damian sungguh kejam padanya.


"Baiklah aku minta maaf oke? Mari kita memulai hubungan serius sekarang. Kau mau membantuku membangunnya?" Tanya Damian serius.


"Peluk aku!" Pinta Viollet.


Damian tertawa pelan "Ohhh astaga... kenapa kau bertingkah menggemaskan? Apa kau menggoda ku?" Tanya Damian jail.


"Diam lah, aku masih marah tau!!!"


Damian menurut. Sepertinya ia benar-benar jatuh cinta pada Viollet. Hubungan serius itu akan di mulai dari sekarang!


"Hei Damian?" Panggil Viollet masih dalam posisi nyaman di pelukan Damian.


"Hm?" Jawab Damian seadanya.


"Apa kau gugup sekarang? Jantung mu berdetak sangat cepat, apa itu tidak akan membuat nya meledak?" Ejek Viollet.

__ADS_1


Benar saja... Jantung Damian berdetak sangat kencang sekarang. Itu menandakan bahwa pria tampan itu sedang menggebu-gebu.


"Ck! Wanita nakal, perhatikan juga jantung mu! Itu juga meledak di dalam sayang" Balas Damian.


__ADS_2