
Pagi ini adalah pagi paling menyenangkan dalam hidup Damian. Pasal nya hal pertama yang ia lihat adalah sosok wanita yang sekarang ia cintai. Dan kabar baik nya adalah, wanita itu setuju untuk memulai suatu hubungan yang serius dengan nya. Sepertinya keinginan Damian untuk membangun rumah tangga sederhana akan segera terwujud.
"Ada apa?" Tanya Luis ketika mereka bertiga sedang sarapan.
"Hei boy... kau terlihat segar pagi ini" Puji sang ayah. Tentu saja senyum manis di wajah Damian sangat jarang terlihat. Kecuali ketika Damian berhasil membunuh musuh nya barulah senyum puas itu muncul. Tapi senyum kali ini sedikit berbeda. Senyum itu tampak cerah dan manis.
"Bagaimana hubungan mu dengan Athie? Adakah kemajuan nya?" Tanya Luis lagi ketika ia tidak mendapat jawaban dari putra semata wayangnya itu.
Damian hanya diam. Mendengar nama Athie membuat kemarahannya kembali mencuat. Ia harus memberi pelajaran lebih pada wanita itu karena hampir saja mencelakai Viollet.
Luis dan Lou saling pandang.
"Daddy akan tunggu kabar baik nya, lebih cepat kau cerita pada kami, lebih cepat pula tindakan yang harus di ambil" Ujar Lou.
__ADS_1
Dari awal ia memang sudah membiarkan Damian untuk menentukan pilihan nya sendiri. Berbeda dengan Luis, sang ibu. Lou ingin Damian memiliki keluarga yang harmonis. Walau tidak bisa keluar dari dunia bisnis ilegal, namun Lou percaya bahwa Damian akan hidup bahagia bersama pilihannya.
⚖️⚖️⚖️
Ruang gelap bau darah itu menusuk hidung Lee. Ini sudah kali berapa ia berkecimpung dalam dunia sesat ini. Lee sudah pasrah.
"Berjalan lah dengan cepat sial*n!" Maki Arnold yang berjalan di belakang Lee.
"Aishhh!!! kau pikir mudah berjalan di genangan darah hah??? Pakaian mahal ku akan terkena noda nantinya" Keluh Lee.
"Kau akhirnya datang Arnold" Seru Koji girang.
Philips melirik ke arah Lee Gimhoon. Pria tinggi itu tampak jijik melihat banyak nya darah yang membeku di semua sudut ruangan.
__ADS_1
"Tuan Lee, apa yang membuat anda datang ke mari?" Tanya Philips menyapa tangan kanan bos nya itu.
"Aku mencari tuan Damian, tapi pria brengs*k ini malah membawa ku ke tempat menjijikkan seperti ini" Sindir Lee.
Arnold tidak memperdulikan perkataan Lee. Ia fokus pada pembicaraan nya dengan Koji. Tak lama kemudian, Damian keluar dari ruangan nya. Kali ini, mereka bukan berada di basement Salazar' House namun di markas Damian.
"Kenapa kau ke sini Lee?" Tanya Damian sambil mengelap tangan kekar nya dengan sapu tangan.
"Saya mencari anda tuan..."
Lee menghampiri Damian. "Ada banyak wartawan di depan kantor kita tuan, seperti nya mereka ingin anda bicara tentang kekasih anda" Entah kenapa Lee merasa pasokan udara di sekitar nya habis.
Philips, Koji dan Arnold yang berdiri tak jauh dari Damian dan Lee pun ikut merasakan udara panas. Damian hanya diam. Ia sedang memikirkan bagaimana cara memberi tahu Viollet tentang hal ini.
__ADS_1
"Pergilah!" Usir Damian.
Dalam waktu dekat ini, sepertinya Damian harus menghindari para wartawan dan media.