~SIN~

~SIN~
~2~


__ADS_3

Rintik hujan masih setia membasahi bunyi, aroma sejuk pasca hujan juga segelintir menemani.


Aizka hanya bisa terdiam menatapi jendela dengan noda-noda butiran air hujan yang membasahi.


"Bengong aje Non" ucap Santi teman satu kantor Aizka setengah berteriak.


Seketika lamunan Aizka buyar, dan menatap Santi dengan raut cemberut "ih kamu, gak lucu kalo Ai jantungan gimana?"


Santi hanya bisa tertawa melihat tingkah aizka "Lu sih lebay, ngapain juga bengong kerasukan jin tomang tau rasa loh"


"Kamu itu jinnya"


Santi geleng-geleng kepala melihat tingkah Aizka. Semenjak kejadian itu dia menjadi penunggu jendela setiap pagi.


Aizka kembali kemejanya, ia mencoba untuk fokus dengan pekerjaannya tanpa ada bayangan joe diingatannya.


tiba-tiba Aizka memukul mejanya pelan, sehingga membuat Santi temannya kaget.


"Lu kenapa lagi??!! " ucap Santi yang sudah berdiri disamping meja kerja Aizka.


"Entah lah, Ai gabisa fokus hari ini. Masalah ini terlalu berat buat Ai. "jawab Aizka.


"Omg hello.... hari gini masih sedih karena cinta???!!.. bangun Ai.. bangun... masih banyak hal yang harus lu pikirin selain Joe.. Joe lu itu. "ucap Santi lagi.


"Nih lu denger ya, kita hidup di jaman modern Ai. Lu harus bisa terima kalau dia itu memilih orang lain daripada elu. Dan harusnya lu bersyukur juga, bahwasanya cowok seperti Joe itu gapantes mendapatkan hati seorang Aizka yang notabennya manja, ceroboh, gila dan gesrek. " kata Santi lagi setengah tertawa.


"Dih kamu ini ngejek apa ngehina??!! " ujar Aizka cemberut.


Gini ya Nona cantik yang gesrek, lu tau si Joe itu selingkuh di depan mata lu kan?? terus lu juga tau siapa cewek itu. Dan sekarang lu bengong-bengong setiap pagi di kantor hanya untuk memikirkan seorang Pengkhianat Recehan???!!! buka mata lu. Dunia ini gak selebar daun kelor. Modal utama lu harus ikhlas, lu harus berdamai dengan hati dan pikiran lu. Jangan ada sedikit pun benci di hati lu anggap aja semua ini takdir hidup lu yang harus lu jalani. Mungkin nanti elu di pertemukan dengan seseorang yang lebih baik dari Joe, ingat Ai rencana Tuhan itu selalu lebih indah. " ucap Santi kepada Aizka disaat temannya itu merasa terpuruk dan patah hati.


"Kamu ceramah panjang bener, kereta api lewat tuh???!! " kata Aizka asal.


"Astaga ini anak, kenapa gesrek lu jadi nambah 20% yakk???!! " ujar Santi lagi.


"Tapi hati aku sakit San, aku belum siap ditinggal olehnya. "Aizka berkata sambil mata nya mengeluarkan cairan bening.


"Sudah ku duga, rasa sakit itu ada obat nya Ai."


"Apaan??!! beli di Apotik mana??? "


"Di Toko Kue beli nya"


Santi puyeng melihat tingkah temannya yang sangat bucin ini.

__ADS_1


Jam sudah menunjukan angka 12


"Lu gak makan Ai??!! " tanya Santi sambil membereskan berkas-berkas dimejanya.


"Udah makan jendela. " jawab Aizka singkat.


Santi yang melongo mendengar jawaban temannya itu langsung pergi keluar ruangan untuk makan siang.


Sementara Aizka melihat-lihat layar ponselnya, ia tidak tau apa yang akan dilakukannya. Hanya bekerja saja ia tidak sanggup pemikirannya saat ini sedang buyar.


Seketika ia memencet tombol keypad ponselnya dan menelpon seseorang.


"Hallo Ndot kau dimana??!! "


"Hallo Ai, Apaan???!! kue??!!


"kauuuu dimanaa??! " tanya Aizka berteriak


"Oh, aku makan kue Ai, lu udah makan siangg???!!


"Astaghfirullaahh, bener-bener tungkik ini anak.


"Apaaan?? siapa yang tungkik???!! "


"Elah, giliran tungkik ajaa kau dengar?!! " kesal Aizka


"Udah ah sebodo amat. Bye!!!


Aizka mematikan sambungan teleponnya sepihak, ia merasa kesal dengan sahabatnya itu.


Itu mukak kenapa cemberut kayak jeruk purut Ai?? tanya Santi yang tiba-tiba datang dan membawa makanan untuk temannya yang gila ini.


Jangan bilang lu kepikiran Joe lagi, bosen aku denger namanya Ai ucap Santi lagi.


Berisik banget sih kamu, Ai habis nelpon Winda tetapi dia buat Ai kesel. Tau ah.


Makan nih, patah hati juga butuh tenaga kata Santi sambil memberikan makanan kepada Aizka.


"Apaaan inii?? " tanya Aizka


"Kecoak. " jawab Santi lagi


"Serius San, ini makanan apa??!!"

__ADS_1


"Ya di buka lah Ai, perlu lagi aku yang bukaa in?? terus aku suapin ke mulut lu??? manjaa banget sihh luu"


"Duh, Ai merasa tersungkur. Mempunyai teman sebaik dirimu. "


"Gak usah mulai lebay lu itu, sekarang lu makan dan kurangi kegilaan lu itu. "


"Siap Ibu Bos"


Sementara Santi kembali kemejanya dan melanjutkan pekerjaannya.


Sesekali ia melirik kearah Aizka yang sedang memandangi makanannya dan mengaduk-aduknya dengan sendok. Santi menggelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu.


"Kalau dipandangi dan di aduk begitu, sampai subuh juga gak akan habis Ai" ucap Santi


"Ai gak nafsu makan, Ai pengen pulang aja. " jawab Aizka dan langsung berdiri.


"Lu mau pulang begitu sajaa??!! " tanya Santi lagi.


" Lah iya, kenapa emang??!!"


"Apa lu gabawa ponsel dan tas lu?? mau melenggang begitu saja??!! "


"Oh iya, Ai lupa! "


"Dasar!! kecerobohan dan pelupa lu udah mendarahdaging. "


Aizka tak menjawab lagi celotehan temannya itu, yang ia tau ia ingin pulang cepat. Ia ingin merasakan empuk tempat tidur kesayangannya itu.


Ia terus berjalan menuju pintu keluar tanpa melihat kiri dan kanan dan tibalah ia di lantai bawah lalu...


Brukkk!!!


Aw....!!! suara Aizka membuat orang disekitar melihatnya.


Aw..!! kepala Ai, ia memegangi kepalanya yang terkena pintu lift dan berlalu pergi dari tempat itu karena malu dengan kecerobohannya.


Sementara banyak mata yang melihatnya dan tertawa dengan kecerobohan seorang AIZKA AULIA ARFA.


Kenapa Ai jadi begini, Ai sedih, Ai malu, Ai sakit hati. Ai gaterima atas apa yang Joe lakukan pada Ai, Ai harus bertindak secepatnya. Ia berbicara dengan hati dan pikirannya.


~TBC~


Hay.. Hay... ketemu lagi dengan aku Gadis recehan...

__ADS_1


Terimakasih buat para pembaca yang udah menyempatkan waktu nya untuk membaca story ku yang gak jelas ini..


Salam sayang dari aku, Gadis Recehan.... 🤗🤗🙏🙏


__ADS_2