~SIN~

~SIN~
~4~


__ADS_3

kringgggg.... kringggg......


"Kenapa alarm ini berisik sekali!!! " ucap Winda setengah sadar


Kringgg... kringg....


"Kenapa dia bunyi lagi??!! " ucapnya kesal


Kringgg... kring.....


"Dia bunyi lagi!!!!" sambil melemparkan benda bulat itu kesembarang arah.


Winda bangun dari tidurnya.


"Kenapa alarmnya gabunyi lagi???!!"


"Atau jangan-jangan dia mati lagi, gimana nguburinnya nanti!!!! "Kata Winda lagi tanpa ada orang yang menjawabnya.


Winda pun sibuk mencari alarm yang dibuangnya, semua tempat di acak-acaknya. setelah capek ia duduk di atas tempat tidurnya dan tanpa sadar melihat jam dinding dikamarnya.


"Oh megot!!!! ini serius jam delapan???!!! huaaaa gua telat!!! si Ai tumben gak nelpon!! ponsel gua mana lagii??!! ia grasa grusu mencari ponsel nya.


Setelah menemukan ponselnya, Winda langsung menelpon Aizka sahabatnya itu.


"Hallo Ai, lu gak ngampus????!!?? " tanya Winda ngegas


"Ngampus apaaan?? kamu ngigo?? " jawab suara di seberang sana yang tak lain adalah Aizka


"Lu santai banget bangke!! ini udah jam delapan lu gak ngasih proposal ke Pak Heru?? " tanya Winda lagi


"Helloo Winda!!! ini masih pagi!! kita kuliah sore!!! kamu telmi nya gak ilang-ilang sih, giliran Ai aja kamu bilang ceroboh tingkat akut, nah kamu apaaan??? " jawab Aizka dengan nada manja-manja kesal.


"Oh iya Ai, gua lupa " jawab Winda lagi. Oh ya, lu dimana?? gua kerumah lu ya???!!


"Dirumah, serah kamu aja, kalau kerumah Ai, bawa in Ice Cream ya Ndot.


"Siap anak manja"


Emang selalu kebiasaan Winda, masuk rumah Aizka gak pernah ngetuk pintu dan salam, masuk aja terus kayak maling.


"Oy... " Ucap Winda memegang punda Aizka yang sedang duduk di meja belajarnya.


"Cepat banget sih kamu nyampe, barusan juga nelpon, "


"Pakek ilmu ngilang gua mah"


"Tumben tuh mukak gadak sedih-sedihnya, Joe masih nongkrong di pikiran lu?? " tanya Winda yang melihat Aizka sedikit berbeda dari kemarin yang dilihatnya


"kamu kira pikiran Ai ini warung kopi??!! " jawab Aizka asal


"Ya makanya cerita dong Ai sayang"


"Setelah Ai pikir-pikir, Ai bakal buka hati deh buat cowok lain. Ai ga sanggup hidup sendiri Ndot. "

__ADS_1


"Elah ini anak, manjanya masih aja ada. Lu juga masih ada orang tua kali Ai. " ucap Winda


"Ai gabisa tanpa ada seseorang yang istimewa di hati Ai, patah hati ini membuat Ai jungkir balik, Ai harus mengeluarkan Airmata secara cuma-cuma, Ai juga menjadi kebiasaan di jendela setiap pagi, Ai rasa semua itu tidak ada artinya Ndot. " ucap Aizka sendu


" Nah kan, mulai lagi nih"


"Sebelumnya Ai gapernah merasakan sakit hati sesakit ini Ndot, Ai kira jatuh dari sepeda motor itu sangat sakit ternyata ada yang lebih sakit lagi Ndot. Ai gabisa hidup tanpa ada seseorang di hati Ai. " ucap Aizka dengan khas manjanya.


"Hidup lu penuh drama Ai, tolong deh biasa aja!!! buat seolah-olah tidak ada kejadian sakit apapun di idup lu!!! " kata Winda tegas.


"Ai tidak bisa Ndot, Ai harus menuangkan semua kesedihan Ai baru Ai akan bangkit dari keterpurukan ini. " jawab Aizka lagi dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Stop!! stop!! Ai!! lu jangan nangis, tadi mukak lu udah ceria banget kenapa jadi murung???!! lu gak konsisten ah!! "


"Sekarang sudah jam 9 pagi, lu gak ke kantor???!! " tanya Winda lagi


Aizka tidak menjawab ucapan sahabatnya itu, ia hanya diam mematung.


"Bangkit Ai!!! bangkit!!! lu harus kuat!! lu harus semangat, idup terus berjalan Ai, gak melulu tentang Joe Joe elu tuh!!!


"Winda sayang, Ai bangkit dari mana?? bangkit dari kuburr gitu???!! "


Akhirnya lolos lah cairan bening itu dari mata Aizka, ia tidak bisa menahan lagi kesedihan nya, setidaknya ini airmata yang terakhir di keluarkan kan untuk cowok yang telah mengkhianatinya.


"Udah jangan gitu ah Ai, sini peluk gua"


Winda sangat tau watak dan sifat sahabatnya ini, yang sangat manja dan selalu saja ceroboh. Ia tidak tega melihat sahabatnya ini terpuruk, ia berjanji selalu ada buat Aizka apapun dan gimanapun keadaannya.


10 menit lamanya mereka berpelukan selayaknya sepasang kekasih yang sedang kasmaran.


"Lu harus janji sama gua Ai, lu gaboleh lagi sedih-sedih setelah ini" ucap Winda sambil mengelus-elus punggung Aizka.


"Iya, Ai janji. Ai gak akan sedih lagi, Ai harus kuat, terimakasih windot nya Ai yang selalu ada didaam hidup Ai suka mau pun duka. Walaupun windot telminya gak ilang" balas Aizka lagi


Lalu ia melepaskan pelukan nya dengan Winda dan berlari sebelum sahabatnya itu memecahkan gendang telinganya.


"AIZKA!!!!! jangan lari elu yaaa!!!


"Sinii lu Ai!!!


"Ayo kejar, wekkkkss.. kamu kan gendut, mana bisa ngejar Ai weksss" Aizka berlari sambil mengejek kearah Winda


Melihat Aizka bisa tersenyum begitu, ada suatu ketenangan bagi Winda, karena ia sempat berfikir Aizka akan melakukan hal-hal negatif paska ditinggal cowok yang di cintainya.


Setelah berlari-lari tanpa sadar Aizka turun kebawah dan_....


brukkk...


"Aw.. kenapa tidak sakit???!! "


Lalu ia melihat ke atas dan tiba-tiba...


"Huaaaa PAPA????!!! "

__ADS_1


"Papa kapan sampe?? kenapa gak nelpon Ai sih, Papa sama Mama kan?Mama mana Pa???" Aizka terus-menerus menyuguhkan pertanyaan demi pertanyaan membuat sang Papa tersenyum melihatnya.


"Papa di jemput sama Pak Ujang sayang, itu Mama lagi di depan. kebetulan Papa duluan yang masuk dan melihat kamu lari-lari begini, emang ada apa?? " balas Pak Apsal Papanya Aizka.


Tanpa menjawab pertanyaan sang Papa, ia pergi ke depan untuk melihat sang Mama dan menumpahkan segala kerinduan di pundak wanita paruh baya itu.


"MAMA.... "


Aizka berteriak dan berlari seperti anak kecil yang senang mendapatkan mainan baru.


"Sayang, kamu kenapa berlari?? " tanya Ibu Liza Mamanya Aizka


"Ai sangat rindu sama Mama dan Papa, kenapa Mama dan Papa perginya lama banget?? apa Mama dan Papa tidak sayang sama Ai???"


Tanpa sadar, ia meneteskan airmatanya lagi.


"Sayang, Mama dan Papa kan ada tugas di Jakarta, kan kamu disini kerja sambil kuliah, jangan nangis dong. Sekarang kan Mama dan Papa sudah disini bersama kamu selamanya." ucap Mamanya lagi sambil memeluk Aizka dan membawanya masuk kedalam rumah.


"Eh ada Om dan Tante, maaf Om tadi kami sedang bermain. " ucap Winda sambil menyalami tangan Papa dan Mamanya Aizka.


"Ada Winda juga " ucap Papa dan Mamanya Aizka


"Iya Ma, Pa, tadi Winda kesini. Ai hari ini enggak masuk kantor. Karena sedikit tidak enak badan. " Ucap Aizka sedikit berbohong.


"Oh yasudah, Mama Papa tinggal ke atas dulu ya. Kalian lanjut lah main nya. Tapi jangan lupa makan siang nya ya??"


"Iya Ma" ucap Aizka lagi


"Elu sih, lari gak liat-liat. Nabrak lu kan???!! " ucap Winda


"Biarin wekss... kan nabrak Papa bukan nabrak tembok. " kata Aizka


Mereka pun melanjutkan aksi lari-lari nya setelah mereka capek, dan akhirnya mereka duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Aduh!!! sakit.... " tiba-tiba Aizka memegangi dadanya.


"Eh, elu kenapa Ai??? "tanya Winda panik


"Sakit Ndot, Sakit, tiba-tiba Ai sakit Malarindu!! " Ucap Aizka lagi sambil menahan tawa nya


"Awas lu ya Ai, terus sajaaaa lu buat jantung gua pindah kekepala!! " kata Winda kesal


"Ai sakit malarindu dengan cowok yang di cafe itu Ndot. "


"Ha??? yang benar saja!! "


~TBC~


Happy reading guys....


Maafkan Story Gajelas dari sayaa...


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2