~SIN~

~SIN~
~6~


__ADS_3

Pagi itu ia terlihat sangat sibuk, siapa lagi kalau bukan cowok tampan yang bisa membuat seluruh cewek terpesona melihatnya.


"Ke Cafe lu hari ini??? " tanya Bobi, lelaki dengan jeket hitam itu duduk di depan Putra sambil Menyesap Rokoknya.


"Iya, ngapa?? lu mo ikut?? "


"K Cafe aja lu sok sibuk, tinggal datang terus liat-liat lalu duduk santai"


"Lu tau?? nama elu itu ada artinya"


"Apa?? "


"BOBI, Botak Biadab" ucap Putra tanpa rasa bersalah. Seolah ia sedang memuji pria tinggi di depannya ini, tanpa memperdulikan sepupunya itu mungkin saja akan murka.


"***** lu!! " kata Bobi kesal


"Putra!!!" Suara teriakan seorang wanita mendominasi udara di ruangan ini, hingga membuat Pria dengan wajah tampan itu menoleh.


"Iya Ma" Putra berdiri lalu melangkah mendekati Mamanya "ada apa Ma?"


"Besok kamu ibadahkan" ucapan yang terlontar dari bibir Lala lebih mendominasi seperti pernyataan dari pertanyaan, wanita paruh baya ini begitu kesal ketika putra kecilnya yang kini telah beranjak Dewasa dan semakin jauh dari Tuhan "besok hari Wafatnya Isa Almasih, jangan lupa ke Gereja!" Dan kalimat Mamanya itu membuat Putra memutar bola matanya jengah.


"Oke, kalo gak lupa ya" Jawab Putra santai yang langsung di hadiahi tatapan tajam oleh Lala


Lala memukul pundak anaknya dengan segulung majalah di atas meja "kamu tuh ya, kalau di bilangin gak pernah dengar. Ada aja jawabnya mau jadi apa kamu jauh dari Tuhan? Huh" jangan tanya bagaimana kesalnya Lala saat ini.


Putra tak ambil pusing, dari pada meladeni permaisuri yang sedang marah. Mungkin ada baiknya ia pergi dari sana sebelum ia mati sia-sia. Ingat, cewek selalu benar dan kekuatan tertinggi di pegang oleh Lala.


Putra berjalan ke kamarnya untuk mengambil jaket dan kunci. Ia ini adalah pilihan terbaik melihat kondisi cafe.


Putra melirik jam yang tergantung dikamarnya, jarum pendek itu menunjukan angka sepuluh pagi. Lalu pikirannya di isi oleh seorang wanita" kira-kira dia ada di sana gak ya? "


Akhirnya sampailah ia di Cafe, setelah memakirkan Sepeda Motor kesayangan nya Putra tidak langsung masuk. Ia terlebih dahulu ke pintu belakang dimana tempat Waiters yang sedang beristirahat.


Setelah memberikan sedikit arahan dengan mereka, Putra ingin mengistirahatkan tubuhnya dengan duduk di kursi santai yang menghadap kedepan cafe. Tetapi pandangannya terhenti karena ada seorang cewek yang telah mendudukinya duluan.


Putra tidak langsung menghampiri cewek itu, ia kembali kebelakang dan menanyakan kepada salah satu Waiters yang sedang beristirahat siapa cewek yang sedang duduk di pojokan itu.


Setelah mendapatkan jawabannya, baru lah Putra menghampiri.


Putra mengurungkan niat awalnya. Mungkin memberi 'kode' pada cewek ini lebih baik


"Ehm" Ia berdehem tepat di belakang kursi yang di duduki cewek itu.

__ADS_1


"Ehm"


"Ehm"


"Ehm"


Sudah keempat kalinya Putra berdehem tetapi tidak ada respon dari Cewek berkulit hitam manis dengan topi yang menutupi rambut halusnya yang sedang fokus melihat layar ponselnya.


Ia sengaja berdiri di depan jendela untuk menghalangi pemandangan cewek itu yang sedang fokus melihat layar ponselnya.


"Eh!! Lu gak tau disini Ada Orang??!! "sapa cewek itu yang sedang asyik memainkan ponselnya sambil mendengarkan lagu kesukaannya melalui Headset yang setia bertengger ditelinganya


Putra masih fokus berdiri, ia tidak membalikkan badannya untuk melihat siapa cewek itu.


"Gila nih orang" bathin cewek itu dan langsung pergi dari cafe tersebut.


Putra yang merasa aneh kenapa cewek itu tidak menyapanya lagi, dan ia pun mencoba melihat kebelakang dan ternyata tempat duduk itu telah kosong.


"Ahh!! Sial!!! " kenapa gak gua lihat langsung aja tadi. Ia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak sempat melihat siapa cewek itu.


Ia merasa tidak asing dengan cewek itu, dari parpum yang cewek itu gunakan. Tapi siapa?? apa mungkin Aizka?? katanya dalam hati, ah mana mungkin Aizka. Cewek itu aja tadi memakai topi, sedangkan kemarin Aizka berhijab dan tidak memakai topi. Ia berbicara dengan hatinya sendiri.


Ah sudahlah, kenapa gua jadi memikirkan gadis imut itu. Gua sudah mempunyai banyak wanita tetapi tidak ada yang seimut gadis itu.


"Sepuluh menit lagi jam makan siang Ai, lu mau makan dimana??" tanya Santi sambil membereskan berkas-berkas yang tertumpuk di mejanya.


"Dimana yaa?? " Aizka tampak berfikir sambil menopang dagunya.


"Jangan kelamaan, keburu malam lu berfikir kayak mau presentasi aja"


"Gimana kalau makan Steak aja?? " ucap Aizka sambil membayangkan Steak itu sudah di dalam mulutnya


"Gua nanya dimana?? bukan nanya makan apa?? lu paham gak sih Ai??"


"Hehehe, iya iya di Cafe Mamamia aja"


"Oke" tunggu Gua ke toilet sebentar "Ucap Santi yang langsung di balas anggukan oleh Aizka


Setelah selesai mereka berdua pergi keluar untuk makan siang.


"Ai, Pinjam ponsel lu dong. Gua belum isi pulsa soalnya, lupa tadi karena takut telat ke kantor. " ucap Santi.


"Aizka merogoh saku celananya"

__ADS_1


"Kenapa lama sekali.. mana ponsel lu?? " tanya Santi


"Tinggal di kantor" ucap Aizka polos sambil cengengesan


"Ya Allah ini anak.... kenapa lu ceroboh banget sih Ai, gimana kalau Pak Doly tiba-tiba nelpon dan elu gak angkat. Kita berdua bisa kena Air garam" ucap Santi kesal melihat temannya ini emang benar-benar harus di renovasi otaknya biar gak gesrek.


"Tapi seingat Ai, tadi Ai bawa kok. Kenapa sekarang jadi gak ada ya"


"Apaan?? mungkin kepala lu kalau gak lengket pasti tinggal juga"


Satu hari hari ini Santi dibuat kesal oleh Aizka sehingga ia memesan minuman yang segar-segar untuk menenangkan hati dan pikirannya.


"Tumben minum Jus Jeruk, biasa juga kamu pesannya Kopi Late" ucap Aizka yang melihat pesanan Santi tidak seperti biasanya.


"Gua lagi jadi Banteng, makanya minum ini" jawab Santi singkat.


Aizka mengangkat bahunya karena tidak mengerti kenapa sebenarnya Santi.


"Lu kenapa liatin Gua kaya gitu"


"Ah enggak kok, perasaan kamu aja itu"


Aizka tidak lagi berbicara ia diam seketika, karena menurutnya Santi lagi kerasukan Jin tomang.


Tiba-tiba Santi berdiri dari tempat duduknya membuat Aizka kaget.


"Kenapa?? "


"Gua sesak eek" jawab Santi singkat dan berlari ke toilet.


~TBC~


Maaf baru bisa Update hari ini, saya sangat sibuk di dunia nyata.


Siapa ya kira-kira cewek yang di cafe itu?? ada yang tau?? apa kah Aizka? atau....


Salam hangat dari saya gadis recehan 🤗🤗🤗🙏🙏


Jangan lupa vote, like dan komen Story ini ya Guys..


Motor Tank Bawa Kayu..


Thank You 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2