~SIN~

~SIN~
~7~


__ADS_3

Siang yang cukup terik membuat siapa saja enggan untuk keluar rumah. Tetapi tidak dengan gadis blasteran ini, ia sangat tergesa-gesa entah apa yang membuatnya begitu.


"Ara..! " Teriakan itu cukup memenulikan pendengaran siapapun yang berada disana.


"Apa" jawab Ayra singkat


"Elu mo kemana?? " Tanya Rahma cewek tomboy yang selalu dekat dengan Ara.


"Cafe Putra"


"Oh"


setelah berpisah dengan Rahma di tempat parkiran, Ara langsung melangkahkan kaki mulusnya itu memasuki Cafe. Ia melihat kanan dan kiri dimana Putra pacarnya itu.


Setelah menemukannya, Ara langsung duduk. Ia berceloteh dengan Putra bahwasanya di luar cuaca sangat panas dan ia meminta kepada Putra untuk menemani nya Luluran.


"Put, lu gak Sibuk kan hari ini?? " tanya Ara yang memang tidak pernah romantis kepada pacarnya ini.


"Kosong"


"Ayo lah, gua pen luluran udah itam semua kulit gua mana ini panas banget" ucap Ara memelas.


Tanpa menjawab perkataan Ara, Putra langsung berdiri dan mengambil kunci Sepeda Motornya.


"Eh, tunggu dulu. " cegah Ara


"Apa lagi?? "


"Elu nganter gua naik Ini?? " ucap Ara sambil jarinya menunjuk sebuah kunci yang di pegang oleh Putra.


"Kenapa??! lu keberatan?? "


"Ya jelas lah, udah tau gua kepanasan lu malah bawa motor, mobil lu mana??! " tanya Ara


"Lagi di bengkel gua servis"


"Kenapa lu jadi manja sih! " tanya Putra


"Lah, emang gua salah manja sama kekasih gua?? "


"Ya enggak sih, cuma lu makin hari makin beda


Ara dan Putra tidak meneruskan percakapan mereka, dan mereka kembali duduk lalu hanyut dengan pikiran masing-masing.


"Lu pergi sendiri aja dah!! " ucap Putra lalu mengeluarkan uang seratus ribuan 5 lembar"


"Lu apa-apaan sih! gua jauh- jauh kesini dan lu malah enteng banget nyuruh gua pergi sendiri" kesal Ara


"Gua ada acara nanti jam 4 sore! dan luluran lu itu lama" alibi Putra sebenarnya ia males ngelihat Ayra yang selalu saja mengekangnya. Ia mulai bosan dengan gadis itu.


Putra pergi menuju parkiran ia meninggalkan Ayra sendirian, ia menjalankan sepeda motornya itu tanpa tau tujuan.


Ayra kesel liat tingkah Putra semakin hari semakin cuek dengannya, Ayra mencoba mengikuti Putra. Ia curiga dengan Putra, apakah ada cewek lain yang Putra incar.


Ia beranjak dari tempat duduknya lalu menyetop taksi yang lewat dan pergi dari cafe tersebut.


Putra terus melajukan sepeda motornya dan akhirnya ia berhenti dikarenakan ponselnya berdering.

__ADS_1


"Hallo.. Iya Ma,... "


"Iya Nanti kalau sempat Ma.. "


Hanya jawaban itu yang terlontar dari cowok tampan ini, ia sangat tidak suka jika ada yang memaksanya sekalipun itu Mamanya sendiri.


Sementara Lala yang mendapatkan jawaban singkat itu hanya bisa menaham kekesalan nya. Ia ingin Putra menjadi anak yang Taat dan Takut akan Tuhan, nyatanya tidak.


Lala mengambil Ponselnya dan langsung menelpon seseorang..


"Sore Ra.. "


"Sore Juga Tante, tumben nih nelpon Ara.. " jawab Ara


"Tante mau tanya nih Ra, Ara lagi sama Putra gak??! " tanya Lala lagi


"Tadi iya sih Tan, tapi sekarang udah enggak" jawab Ara sendu


"Kamu sama Putra lagi marahan ya??! "


"Enggak kok Tan, Putranya aja yang sinis ke Ara"


"Ya udah, nanti Tante tanyain ke Putranya ya Ra.. "


"Oke Tan"


Lala menutup telepon nya, ia melupakan tujuan awalnya nelpon Ara untuk membujuk Putra agar mau Ibadah. Tetapi dengan celotehan gadis itu membuatnya iba dan akan memarahi Putra jika ia pulang nanti.


Santi sudah selesai dari Toilet, ia kembali ke meja dimana ia dan Aizka duduk sambil menunggu makanan datang.


"Sudah eeknya??! " tanya Aizka


"Ubun-ubun kamu kenapa San??! "


"Ha?? kenapa?? "


"Ada Asapnya" jawab Aizka sambil senyum-senyum


Santi sibuk memegangi kepalanya, ia tidak menyadari bahwa Aizka sedang mengerjainya.


"Sialan Lu!!! " dengus Santi


Aizka sudah terkekeh sambil memegangi perutnya. Ia sangat berhasil membuat kepala Santi bertanduk.


"Jangan ketawa!!! "


"Kamu lucu kalau lagi marah San, Ai sampe ngences loh" ucap Aizka


"Idih... Lu jorok banget dah Ai".


***


Setelah selesai makan siang, Aizka dan Santi kembali ke Kantornya. Namun di tengah perjalanan, pandangan Aizka terhenti disaat ada cowok yang melintasi mobilnya. Cowok itu membawa sepeda motor dengan kecepatan tinggi sehingga Aizka tidak bisa melihatnya dengan jelas, namun Aizka yakin itu adalah Putra.


"Kenape lu?? mau Kentut?? " tanya Santi langsung membuyarkan lamunan Aizka.


Tetapi Aizka tidak menggubris Santi, ia malah membuka ponselnya dan melihat sosial medianya.

__ADS_1


Tidak ada percakapan lagi diantara mereka, Santi dan Aizka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Hingga kini Mobil Avanza Putih itu telah sampai di halam Kantor tempat mereka bekerja.


Aizka turun dan langsung masuk kedalam tanpa menunggu Santi.


Santi yang bingung dengan sikapnya Aizka merasa bersalah, mungkin dengan candaanya tadi Aizka merasa tersinggung.


Aizka duduk di kursinya sambil menutup wajah dengan kedua tangannya, tidak di pungkiri lagi ia sangat kangen dengan cowok tampan yang di temuinya di cafe waktu itu. Siapa lagi kalau bukan Putra, tetapi ia cukup sadar dengan kodrat nya sebagai cewek. Ia tidak mungkin memulai duluan, mengingat ia baru memulihkan hatinya tentu ia tidak akan sembarangan memberikan hatinya lagi kepada cowok.


Santi yang melihat Aizka menenggelamkan wajahnya dengan kedua tangan, ia menghampiri Aizka.


"Kenapa??? Gua Salah ya??? "


Aizka membuka kedua tangannya dan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Santi.


"terus kenapa?? "


Aizka diam, ia takut memberitahukan kepada Santi bahwasanya yang tadi melintasi mobil mereka itu adalah Putra. Ia takut di ejek dan di bully oleh temannya itu.


Santi tidak bertanya lagi kepada temannya itu, ia berpikir Aizka butuh waktu untuk sendiri.


Santi kembali kemejanya dan membuka layar laptopnya.


Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, yang tadi nya Santi dan Aizka habis makan siang. Sekarang tibanya mereka harus meninggalkan ruangan putih yang megah ini.


"Gua duluan! " ucap Santi kepada Aizka


Aizka hanya mengangkat satu jari jempolnya menjawab ucapan Santi.


Setelah merapikan seluruh berkas-berkas yang berserakan di mejanya, Aizka pun keluar dari ruangan dan melangkahkan kaki mulusnya itu untuk menurunu anak tangga dikarenakan Lift sedang ada perbaikan.


"Hay Ai... " sapa Putra yang sudah berdiri di depan halaman tempat Aizka bekerja.


Tetapi Putra heran kenapa Aizka hanya diam saja, tak ada satu ucapan pun yang keluar dari bibir gadis manja ini.


Seolah-olah ini hanya mimpi bagi Aizka seorang yang sangat ia rindukan kini hadir tepat di hadapannya, hingga membuat mulutnya menjadi kelu untuk menjawab pertanyaan dari Putra.


"Hello Ai, kamu kenap?? " Putra mengibaskan tangan nya di depan wajah Aizka


"Eh, iya Put. Ai gapapa kok, kenapa kamu bisa ada di sini??? " tanya Aizka lagi


"Mau jemput kamu" ucap Putra singkat yang membuat pipi Aizka memerah seperti tomat.


Baru saja Aizka ingin menjawab ucapan Putra, tetapi cowok tampan ini mengehentikan nya dengan ucapan "Aku kangen kamu Ai". Aizka hanya bisa diam, ia tak mampu lagi berkata-kata sudah lama sekali ucapan kangen itu tidak terdengar di telinganya dari seorang cowok. Dan kini Putra mengucapkan itu padanya. Aizka tidak tau bagaimana perasaannya sekarang antara senang dan terharu.


"Jangan ngomong kayak gitu dong Put" ucap Aizka lagi sambil menundukkan pandangan nya dari wajah Putra.


"Kenapa??? "


"Ai malu! "


"Kenapa kamu menggemaskan banget sih" Putra ingin mencubit hidung Aizka, namun ia sadar ini pertama kalinya ia menemui Aizka paska pertemuan mereka di cafe itu, ia takut Aizka akan berfikir negatif tentangnya.


~TBC~


Maapin baru Up,, udah gitu sedikit lagi 🙏🙏 baru sembuh dari sakitt soal nyee... 🙏🙏


Selamat membacaaa ❤❤

__ADS_1


Salam sayang dari gadis recehan 🤗🤗🤗😍


__ADS_2