~SIN~

~SIN~
~8~


__ADS_3

Aku sudah melihat jutaan senja, tetapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kamu memelukku sebagai sore yang sederhana. ~Putra Giovani Fernando~


"Naek! " seru Putra kepada Aizka


"kemana??? " tanya Aizka bingung


"Ke pelaminan Ai.. " balaa Putra lagi sambil tersenyum melihat tingkah gadis di depannya ini.


"Naik ke motor aku! " ucap Putra lagi.


Tanpa menjawab ucapan Putra, Aizka langsung menaiki sepeda motor milik Putra.


"Rumah kamu dimana Ai?? " tanya Putra lagi di sela perjalanan.


"Di jalan Pelita Gang Mesra " ucapnya Singkat


Putra diam, ia tidak bertanya lagi kepada Aizka. semulanya ia melajukan sepeda motornya dengan kecepatan sedang, kini ia menambah kecepatan itu agar cepat sampai tujuan melihat udara di sore hari itu tidak mendukung alias gelap gulita dan sepertinya akan turun hujan.


"Pelan-pelan dong bawa motornya" ucap Aizka


"Peluk aja Ai.. "ucap Putra tegas


Aizka tidak menjawab, tetapi jarinya mulai meraba pinggang cowok itu dan melingkarkan tangannya.


Putra melihat tangan Aizka melingkar di pinggang nya, sangat beda jika ia bersama Ayra.


Tanpa disadarinnya ia melajukan sepeda motornya kembali dengan kecepatan sedang, yang ia pikirkan gimana bisa berlama-lama dengan gadis cantik ini.


Berbeda dengan Aizka, ia takut jantung nya berhenti mendadak karena memeluk Putra.


"semoga Putra gak denger detakan jantung Ai" katanya dalam hati.


Setelah perjalanan menuju rumah Aizka memakan waktu satu jam, akhirnya mereka sampai di halaman depan rumah Aizka.


"Disini?? " tanya Putra


"Iya Put, kenapa??? " tanya Aizka


"Oh enggak, aku cuma nanya doang"


"Yauda, terimakasih ya Put, udah nganterin Ai pulang. Maaf gabisa nyuruh mampir karena Ibu masih di warung, gak enak di liat tetangga nanti. Ai masuk kedalam dulu ya.


Aizka berlalu dari hadapan Putra, tanpa menunggu Putra menjawab ucapannya, Aizka sengaja membawa Putra kerumah Ibunya yang sederhana. Ia ingin melihat gimana reaksi cowok tampan ini mendekati seorang Wanita. Aizka yang sekarang bukan Aizka yang dulu lagi, ia ingin merubah semua sikap dan tingkah lakunya demi menpatkan cinta sejatinya yang tulus mencintainya tanpa embel-embel materi. Ia terus berjalan tanpa melihat lagi kebelakang.

__ADS_1


Sementara Putra sangat takjub dengan wanita yang baru saja di antarkannya pulang, ia mengira Aizka dari golongan yang kaya raya tetapi hanya cewek sederhana yang mampu menyita pikirannya. "Aku sudah melihat jutaan senja, tetapi tidak satupun dari mereka yang lebih indah daripada ketika kamu memelukku sebagai sore yang sederhana" ucap Putra dalam hati sembari melihat Aizka yang semakin lama semakin jauh dan masuk kedalam rumahnya.


Setelah pulang dari kantor, kini Aizka berada di kamaranya ia masih tidak menyangka dengan hari ini. Apakah hari ini adalah hari yang paling bahagia buatnya atau ia hanya baper saja. Ia sedikit melengkungkan bibirnya mengukir sebuah senyuman, siapa sangka cowok yang sangat di rindukannya dalam beberapa hari ini datang ke tempat ia bekerja dan bersedia mengantarnya pulang.


Putra kembali melajukan sepeda motornya, namun tak sirna juga senyuman itu dari bibirnya ia terus mengingat dimana Aizka memeluknya tadi.


"Ah, andai saja Ayra bisa menjadi Aizka pasti sangat menyenangkan" ucap Putra dalam hati.


Sore yang mulai berganti menjadi senja dan langit yang sudah menurunkan cairan nya tetapi gadis manja ini masih tetap terpaku di depan jendela kamarnya seolah ia merasakan kembali perhatian seorang cowok.


**



"Brengsek!! Ternyata ini alasan lu ninggalin gua put! Gara2 cewek itu" gerutu Ayra.


Ayra berlalu pergi meninggakan tmpt itu, banyak sekali yang menganggu fikiran gadis itu. Salah satunya cewek yang baru saja pergi bersama pacarnya. Wajah itu seperti sangat familiar, tapi sayangnya ia lupa dimana ia prnh melihat gadis itu.


Di tengah perjalanan menuju kerumahnya, Ayra masih memikirkan gadis yang bersama Putra tadi. Ayra sangat yakin jika dia pernah bertemu dengan gadis itu tapi entah dimana. Sampai sekelebet bayangan terlintas di fikiranya, Santi! Ya, dia pernah melihat wanita itu bersama Santi.


Bisa jadi dia salah satu mahasiswa di sana, Ayra terus memikirkan kemungkinan yang tepat. Ia tak peduli yang jelas ia harus mencari gadis itu.


~


"Hallo Ai... Lu dirumah ga?? " tanya Winda


"Iya Ndot, Ai dirumah kenapa?? " balas Aizka lagi


"Oke 5 menit lagi gua kerumah lu!! " jawab Winda dan langsung mematikan sambungan telepon itu sepihak.


"Astaga ini anak!! maen matikan aja" kesal Aizka


Tak menunggu lama Winda telah tiba di rumah cukup terbilang mewah dengan dominan warna Putih tanpa permisi gadis cantik itu melangkah masuk, maling? Ah, tentu saja tidak. Karena sudah terlalu lama bersama membuat tak ada batasan di antara mereka. Ya, seperti saat ini Winda tak tahu lagi apa itu arti kata sungkan.


Winda yang masuk kekamar Aizka masih berdiri di depan pintu, ia melihat pemilik kamar itu seperti orang gila senyum-senyum sendiri.


"Lu kenapa oneng?? kerasukan bibiklari??? " tanya Winda yang langsung duduk di tempat tidur Aizka


"Ah kamu Ndot, Ai lagi seneng banget tau hari ini" jawab Aizka sambil meremes-remes boneka panda kesayangannya.


"Dih lebay! lu tadi makan apaan? "


Aizka tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu, pikirannya melayang jauh entah kemana. Mungkin sampai surga kali ya.

__ADS_1


Winda yang melihat tingkah sahabatnya berubah drastis ini, langsung mengambil air di dalam gelas yang berada di meja itu dan langsung menyiram Aizka.


"Eh Putra ganteng banget, Ai sayang sama kamu.. "


"Eh, kamu Ndot apaan sihh?? "


"Nah tuh kan, lu kaget nyebutnya nama Putra. Ketauan lu kan. " balas Winda


Aizka hanya senyum-senyum manja, ia langsung menutup wajahnya dengan boneka. Seakan ini pertama kalinya ia merasa jatuh cinta.


"Ya Allah Ai... lu jatuh cinta kayak anak SD, mencak-mencak gitu ae.. "kata Winda lagi.


"Ai malu Ndot, Putra ganteng banget. "


Akhirnya Aizka meluahkan seluruh kebahagiannya pada Winda yang membuat gadis cantik itu geleng-geleng sendiri.


~


"Dari mana Kamu??! Tanya Lala ketika matanya baru saja menangkap sosok Putra yang baru saja datang


"Cafe Ma. " jawab Putra singkat.


"Kamu ada maasalah apa sama ay? Berantem?" Tanya Lala


"Kenapa?"


"Dia nelfon Mama katanya kamu gak mau nganter dia"


"Ah, dia lebay! "


"Kamu gak boleh gitu Put, gimana pun kan kalian sudah lama berhubungan dan sebentar lagi kalian akan bertunangan. " balas Lala


"Terus saja bermimpi Ma, Putra gak akan mau dengan wanita Bar-bar seperti dia. Putra mulai males!!! " seru Putra dan langsung melangkahkan kakinya menaiki anak tangga setengah berlari agar cepat sampai dikamarnya.


Lala menghembuskan nafasnya kasar, ia melihat anaknya itu berubah akhir-akhir ini. Ada apa sebenarnya dengan Putra. Sebagai seorang Ibu tentu Lala mengerti akan perubahan sikap anaknya. Ia merasa Putra sedang mendekati wanita lain sampai-sampai Ayra nekad menguhubungi dirinya.


TBC@@@@@


Akankah Aizka dengan Putra? bagaimana Ayra yang mengikuti putra dan tau bahwasanya Putra lebih memilih menjemput Aizka dari pada mengantarkannya???


Nantikan di Eps berikutnya 😀


Happy Reading Guys 🤗🤗🙏🙏🙏

__ADS_1


~Gadis Recehan~


__ADS_2