~SIN~

~SIN~
~9~


__ADS_3

“Sinar matahari pagi memang begitu cantik, tetapi sinar matahari akan kalah cantik bila dibandingkan dengan senyuman indahmu” Aizka membayangkan senyuman cowok tampan yang mengantarkannya kemarin.


“ Pagi Ma, Pa" sapa Aizka dengan senyuman khasnya dan duduk di samping Apshal Papanya.


“Pagi juga sayang" balas Liza sementara Apshal hanya tersenyum melihat Putrinya.


Aizka mengambil nasi serta lauk pauk kepiringnya, kemudian melahapnya dengan semangat.


Setelah selesai, ia segera pamit pada Liza dan Apshal untuk berangkat ke kampus. Karena memang hari ini ia izin tidak masuk kerja demi menyelesaikan tugas akhirnya.


"Pak Ujang, anterin Ai ke kampus" pinta Aizka pada supir pribadinya.


"Baik Non, "sahut Pak Ujang kemudian mengemudikan mobil.


Setelah sampai di Kampus, ia bertemu dengan sahabatnya Winda dan Halimah.


"Eh Ndot, Limeh" sapa Aizka kemudian meletakkan tasnya di sebelah Winda.


"Eh, ngantin yuk. Laper nih" ajak Winda sambil memegangi perutnya yang keroncongan.


"Buset dah!!! lo pagi-pagi udah ngantin aja. Kenapa, Neng?? gak sarapan??? " sindir Halimah


"Kalian duluan aja ya, Ai mau ketoilet dulu nih perut mau berdisko" ucap Aizka


'BRUKKK'


"Aw.... " Aizka memegangi jidatnya yg mulus itu karena menabrak seseorang.


"Jalan Mata di pakek!!!! " ucap seseorang yang ditabrak Aizka yang tak lain adalah Ayra.


"Maaf.. Maaaf Kak, Ai gasengaja" ucap Aizka


"Maaf kepala lo! rusak tas mahal gue! emang lo sanggup ganti??! gaya lo aja sembraut! ngaca loh! " bentak Ayra lagi. Ia puas mencaci maki Aizka untuk melampiaskan kemarahannya kepada Aizka.


"Kan Ai udah minta maaf Kak, kenapa kaka malah marah-marah sampek segitunya??? " tanya Aizka dengan nada lembutnya.


"Persetan!! urusan lo ama gua gak selesai sampek sini!! lo liat ajaa entar!!! " balas Ayra dan berlalu pergi dari sana.


Lo liat aja Aizka, ini baru awal permainan keluguan elo itu bisa gua manfaatin buat Putra segera ngelamar gua.


Ayra pergi meninggalkan kampus dan kembali kerumahnya.

__ADS_1


Ayra menceritakan segala hal yang dilakukannya di kampus dengan Aizka kepada Mamanya. Ia meminta kepada Sonya untuk menghubungi mamanya Putra dan mempercepat pertunangan mereka.


“Syalom Nyonya Fernando”


“Syalom Nyonya Hutama, ada angin apa nih tiba-tiba nelfon saya” ucap Lala


“Begini Jeng, saya langsung tudupoin saja . Soal Anak-anak kita Ayra dan Putra kan mereka sudah lama menjalin hubungan bagaimana kalau tiga har kedepan kita melangsungkan pertunangan mereka Jeng???” tanya Sonya


Lala tidak langsung menjawab pertanyaan dari Sonya, ia berfikir masalah apa yang di buat Putra sehingga calon besannya itu ingin mempercepat pertunangan anak mereka.


"Jeng" Sapa Sonya


"Eh, iya Jeng. Nanti saya tanyaka kepada Putra ya Jeng" balas Lala


"Oke Jeng" jawab Sonya dan memutuskan sambungan telepon itu.


~


"Kenapa dia marah serem banget, padahal kan jidat Ai yang sakit. Tapi ngalahin monster galaknya" Aizka berbicara dalam hati lalu masuk kedalam toilet.


Setelah Selesai, Akhirnya Aizka pergi kantin menemui sahabatnya dan memesan makanan.


Halimah dan Winda memperhatikan gerak gerik Aizka yang berubah seketika, seolah-olah gadis itu lagi menyembunyikan sesuatu dari mereka.


"Apa aku punya salah ya sama dia??? " kata Aizka dalam hati.


**


Setelah menerima telepon dari Mamanya Ayra, Lala pun pergi ke atas untuk menemui Putra dan menanyakan langsung ada apa sebenarnya yang terjadi antara Putra dan Ayra. Kenapa bisa Sonya langsung yang turun tangan.


"Putra!!!!! " Lala memanggil Putra dan mengetuk Pintu kamarnya.


Putra yang saat itu lagi main game onlen sangat terganggu dengan suara Mamanya, dengan berat hati ia membuka pintu kamarnya tanpa bersuara sedikitpun.


"Kamu kenapa sama Ayraa???!!!, jangab macem-macem deh Put! jangan buat malu keluarga Fernando! ngerti kamu!! " ucap Lala dengan nada marah


Putra masih sibuk berkutat dengan ponselnya dan masih memainkan game online kesukaannya.


"PUTRA!!!!!.... Mama bicara sama kamu!! kamu dengerin gak sih??! jangan sampai Mama sita Ponsel kamu nihyaa!!! "


"Mama yang apa-apa an datang kekamar aku tiba-tiba marah dan nanya kenapa aku sama Ayra! Mama tanya aja sama tuh anak! tingkahnya buat Putra bosen! awalnya Putra sayang ama dia, Cinta ama dia, tapi makin lama tuh anak makin ngatur kehidupan Putra. Putra gak suka diatur sama siapapun!!! Mama tau gimana Putra, kenapa Mama bertanya lagi??? " ucap Putra panjang lebar kepada Mamanya.

__ADS_1


Putra mengeluarkan semua uneg-uneg di dalam hatinya, jika tidak berbicara dengan orangtuanya mungkin Putra sudah berkata kasar.


"Terserah kamu!!! pokoknya Mama gamau tau! 3 hari lagi kamu harus bertunangan denga Ayra! ingat gimana keluarga mereka membantu kita dulu! " ucap Lala tegas.


"Aku gak mau Ma! Mama aja yang bertunangan dengan dia! aku bisa kok balas jasa mereka yang udah ngebantu keluarga kita! aku bisa bayar dengan keuntungan di Cafe! " balas Putra dengan nada yang semakin tinggi.


"Gak ada Otak kamu ya!!! anak durhaka kamu!!! " Lala murka lalu keluar sambil membanting pintu kamar Putra.


Lala berlari menuruni tangga dan masuk kekamarnya, ia menangis. Ia merasa gagal mendidik anak semata wayangnya itu.


"Ma, Mama kenapa??? " tanya Herman yang tiba-tiba masuk kedalam kamar mereka.


"Itu anak kamu! buat masalah sama Ayra. Tadi Jeng Sonya nelpon Mama Pa, ia minta 3 hari lagi Ayra dan Putra bertunangan. Tetai Putra menolaknya. Gimana Mama gak sedih??? " Ucap Lala kepada Suaminya itu sambil meneteskan airmatanya.


Herman diam, ia tidak menjawab ucapan dari Lala. Ia tau Putra tidak bisa dikerasin, semakin di tekan ia akan semakin membangkang. Herman memikirkan gimana caranya meluluhkan hati Putra.


Selama ini Herman juga sudah memperhatikan anaknya itu, walaupun ia sibuk dengan pekerjaan kantornya tetapi ia tetap terus mengawasi gerak gerik Putra. Bahkan Herman tau siapa yang Putra antar kemaren sore. Hanya saja ia tidak memberitahu Lala, ia ingin mencari jalan keluarnya sendiri tanpa tau Lala dan Putra.


Herman juga sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tau siapa sebenarnya Aizka dan dari keluarga mana ia berasal.


Ia sudah mendapatkan semua informasi tentang Aizka, Ibu kandung bahkan Orang tua yang mengakatnya.


Herman sangat bergerak cepat. Mengingat Putra dan Ayra sudah lama berhubungan, ia juga tidak mau hubungannya dengan Keluarga Clinton kandas hanya karena perjodohan anak mereka.


~


Winda yang melihat Aizka begitu, langsung mengebrak meja.


Aizka terkejut karena tingkah sahabatnya yang mendadak, sehingga sendok yang berada ditangannya jatuh.


"Kamu kenapa sih Ndot, semua orang ngelihat kita! " ucap Aizka


"lu yang kenapa??? semenjak habis dari toilet tadi, lu berubah. Apa ada masalah di dalam toilet?? atau lu gelut sama Air???" balas Winda lagi.


~TBC~


Hai... balik lagii dengan aku Gadis recehan... mon maap telat Up nya...


gimanaa nihh Naseb nya Aizkaaaa yaa???


Salam Sayang darii akuu 😍😍😍❤🤗

__ADS_1


__ADS_2