
Hari ini masi seindah hari kemarin, matahari menyelinap masuk melalui jendela kamar yang telah terbuka.
Setelah mengoleskan liptint merah muda di bibirnya, Aizka tersenyum simpul seraya mengedipkan mata di depan kaca.
"Papa sih terlalu percayaan ama orang harusnya nih, papa tu pilih-pilih__" ucapan Liza__ ibu angkat Aizka mulai terdengar saat kaki jenjang milik gadis cantik itu menurunin anak tangga.
"Pagi Mama!" Sapa Aizka yang telah berhenti di depan ambang antara ruang keluarga dan ruang makan.
"Eh sayang, sini sarapan dulu"
"Mmmm... gak deh Ma, Ai ga mau ganggu Mama sama Papa pacaran hihi" ucap Aizka sedikit mengoda
"Kamu tuh ya paling seneng ngegodoain Mama kamu, sini makan dulu" kini Apsal yang mulai bersuara.
Aizka tergelak "Ai hari ini sarapan di warung Ibu aja deh Pa, kangen" Aizka menunjukan cengiranya sembari melirik arloji putih yang melingkar di pergelangan tangannya "Lagian ini juga udah telat mau kekantor"
Apsal melirik Liza dan mengangguk, pertanda setuju atas permintaan putrinya.
"Kamu pulang kantor pulang kesinikan?"
"Hmm kayaknya gitu Ma, kenapa?"
"Bilangin ama Ibu kalau Mama kepengen di buatin Soto Khas Medan, kayaknya dia bikin pas Lebaran kemarin ya Pa?" Ucapan Liza yang langsung di jawab anggukan oleh Apsal
"Siap bos, sekarang Ai pamit dlu ya Ma, Pa assalamulaikum"
"Waalaikumusalam, hati-hati nyetirnya"
Aizka memberi isyarat oke dengan tanganya "hamba mengerti paduka ratu" setelah mengucapkan itu Aizka tergelak dan pergi meninggalkan kedua orang tua angkatnya yang hanya bisa menggeleng melihat tingkahnya.
Bease sa cinta satu sa pinta
jang terlalu mengekang rasa
Karna sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Lirik lagu timur itu menghiasi bibir aizka hingga gadis cantik itu berhenti di depan mobil kesayangannya.
Disana juga terlihat lelaki paruh baya yang sedang mengelap kaca mobil.
"Eh non Ai, berangkat?" Tanya Pak Ujang Driver Pribadi yang di tugaskan Liza untuk mengantarkan Aizka kemana saja.
"Cus dong Pak" lalu Aizka tertawa dan masuk ke dalam mobil.
"Tumben ni non pagi kali, berangkatnya" ucap Pak Ujang ketika ia sudah menghidupkan mesin mobil.
"Pengen kaya raya Pak, pengen beli pulau buat bulan sugar?"
"Bulan sugar apaan non?" Tanya Pak Ujang dengan nada heran
"Bulan madu pak" lalu gadis cantik itu tergelak dan membuat Pak Ujang menggeleng.
"Jadi udah nikah nih non?" Tanya Pak Ujang lagi dengan melirik putri majikannya dari spion dalam.
"Nyetir aja Pak, Ai mah jangankan nikah pacar aja ga punya" Aizka menampilkan wajah duka yang di buat-buat.
__ADS_1
"Jodoh non, ga ada yang tau. Syaratnya nikah bukan pacaran non. Insyallah nih ya non akan nikah dalam waktu dekat"
"Amin ya allah" Aizka tertawa hingga mereka kembali larut dalam obrolan yang tak bermanfaat. Karena Aizka yang begitu ramah membuat hampir semua orang menyukainya ya walaupun terkadang gadis cantik ini dominan tidak waras.
Hingga mobil hitam itu berhenti tepat di depan sebuah warung yang terlihat begitu sederhana. Tapi, jangan salah walaupun tampilannya tak elit masakan yang ada di sini juara. Terbukti dari ramainya orang yang berkunjung di warung sarapan sudi mampir milik Ibunya.
"Assalamulaikum" Aizka meraih tangan Widya dan menciumnya, inilah wanita hebat yang telah melahirkan dia kedunia ini.
"Waikumulasam sayang, udah sarapan?" Tanya Widya seraya meraih pipi putrinya yang kini tumbuh dengan baik.
"Justru Ai kesini mau minta makan" dan ucapan Ai mendapat cubitan ringan dari Widya, anak ini cantik tapi jika sudah berbicara mungkin kecantikannya berkuramg 70 persen.
"Minta makan, emangnya anak ayam" Widya tergelak. "Mau makan apa?"
"Hmm nasi goreng aja Bu"
Widya bergegas mengambilkan sepiring nasi goreng untuk putrinya bahkan ada pengujung yang ingin membeli ia abaikan, dan berakhir dengan suaminya yang melayani pembeli itu.
Widya selalu bersyukur pada Allah karena memiliki putri sebaik Aizka. Karena takdir selalu berjalan tidak sesuai dengan fikiran kita bahkan jauh dari apa yang kita bayangkan.
Gadis cantik ini harus menjadi anak Liza, sementara Ibu dan Ayahnya masi hidup. Tapi, keterbatasan biaya pada masa itu menjerat Widya hingga akhirnya wanita paruh baya ini harus merelakan Aizka di rawat oleh temannya karena berharap Aizka akan tumbuh dengan baik bersama mereka.
Dan lamunan Widya retak seketika saat suara sendawa Aizka mendominasi.
"Kamu ya, udah gadis masih kaya gitu" sungut Widya sembari menjewer kuping putrinya.
Aizka terkekeh geli dan mengaduh saat telinganya yang terasa sedikit sakit maap Ibu "abis masakan Ibu enak banget. Eh maskan Mama enak juga dong" ucap Aizka tak ingin membandingkan kedua wanita hebat itu.
"Ibu kenapa tadi ngelamun"
"Liatin kamu makan, lahap bener. Ampe ibu kenyang.
"Waalaikumsalam, Byee sayang Ibu"
Di tengah perjalanan, Aizka bernyanyi-nyanyi lagi membuat Pak Ujang sesekali melihatnya lagi dari kaca spion dalam.
" Nom Ai enggak lagi sakit kan?? " Tanya Pak Ujang karena memang gadis ini sangat ceria dan menampilkan suasana hati yang begitu senang
"Enggak kok Pak, memangnya Ai kenapa?? " tanya balik Aizka
"Gapapa, hari ini Ai beda aja semakin cantik Pak Ujang lihat" ia merasa tidak perlu memberitahukannya kepada Aizka, melihat Aizka tersenyum saja ia sudah bahagia.
"Ah Pak Ujang bisa aja deh" jawab Aizka dengan mentelnya.
Pak Ujang selalu saja bisa membuat Aizka tersenyum dan selalu bisa menghiburnya, karena memang Pak ujang sudah menganggap Aizka seperti anak kandungnya, bukan anak dari majikannya.
"Non Ai, udah sampai nih, gak turun?? ntar telat loh.. " ucap Pak Ujang yang membalikkan badan nya untuk melihat Aizka
"Lah, si Non malah tidur. "
"Non Ai bangun... ini udah sampai kantor non loh, ntar non telat di omelin lagi sama Pak Doly. " seraya membangunkan Ai yang tidurnya kayak kebo.
"Iya Pak Ujang" Ia langsung keluar dari mobilnya dan.....
bugggghh..
"Aw.... Kepala Ai, "
__ADS_1
"Ya ampun non Ai, pintu nya di buka dulu dong baru keluar" Pak Ujang menepuk jidatnya melihat kecerobohan Aizka
"Pak Ujang sih gabilang-bilang, tau ah!!" Aizka langsung keluar mobil setelah pintunya di buka kan oleh Pak Ujang.
"Eh tuh kepala kenapa cuy??? " tanya Santi yang bingung melihat Aizka tiba-tiba datang sambil memegangi kepalanya.
"Ketimpa pohon" jawab Aizka asal
"Serius lu Ai?? " tanya Santi lagi
"Enggak, tadi kena pintu mobil"
"Astaga, kasian pintu mobilnya ya"
"Tau ah.. "
"Cieeee ngambek, mukak jangan di tekuk Ai, nanti rezeki ilang di patok kuda" ucap Santi cengengesan
"Ehmmm" jawab Aizka lagi
"Gua ada berita baru loh.. "
"Berita apaan?? "
"Gua tadi ketemu cowok tampan itu di cafe yang kemarin"
"terus kenapa" tanya Aizka
"Yakin nih gamau tau?? " jawab Santi lagi
"Memangnya berita Apa?? "
"Dia enggak sendirian Ai, dia bersama seorang cewek"
"Memangnya kenapa kalau dia sama cewek???!! " Aizka memang mengagumi cowok tampan itu disaat pertemuannya di cafe, tetapi ia tidak berniat ingin mencari tau siapa cowok tampan itu.
"Lu tau??!! "
"Kagak"
"Ehhh Macan Meong!!!, cewek yang di bawanya itu si Ayra yang kecil anak Manajemen di kampus elu" ucap Santi lagi yang memang pernah berpapasan dengan Ayra ketika hendak menjemput Aizka sewaktu mau kecafe
"Ya biarin aja dah San, lagian kan dia bukan siapa-siapanya Ai" ucap Aizka santai.
"Eh tunggu dulu, siapaa tadii??? AYRAA??? kamu serius San??!! kok kamu tau dia anak Manajemen??" tanya Aizka kepo
"Dari tadi mulut gua berceloteh lu gak dengerin ya??!! " jawab Santi kesal.
"Aizka cengengesan, maafin Ai. Ai lagi mikirin Ice Cream"ucap Aizka dengan wajah yang di imut-imutin
"Ya ampun Ai, yang ada di otak lo Ice Cream mulu ya!! dasar gesrek emang lo"
Santi bener-bener kesel dengan kelakuan temannya ini, namun dia juga sayang.
~TBC~
Mon maap nih Gadis Recehan lama Up nya hihi...
__ADS_1
sekali lagi terimakasihh buat yang baca Story gajelas ini..
HappyReading.. 👍👍❤