10 HARI

10 HARI
Ep. 1 - Murid Baru


__ADS_3

Tuhan, aku selalu bertanya kenapa kau memberikan aku waktu yang begitu terbatas dan mengapa kau membiarkan aku tau bahwa hari terakhirku akan segera tiba


Mungkin akalku terbatas untuk menyelami hatimu, tuhan. Tapi aku pikir mungkinkah kau memberiku waktu yang begitu terbatas karena kau menyayangiku dan kau ingin aku melakukan semua yang ku lakukan sebelum batas akhir waktuku tiba.


_____


Kriiiiing,


Gadis cantik itu berteriak menutupi telinganya karena suara jam yang begitu berisik. Waktu sudah menunjukan pukul 7 dan itu artinya, "Oh my God, gue kesiangan!" Teriak Nayla panik



Namanya Nayla, anak satu-satunya pantas kalau dia manja dan apapun keinginannya selalu terpenuhi. Dia bukan anak konglomerat hanya saja ayahnya mempunyai beberapa hotel mewah di kota Jakarta. Haha sama saja ya, sorry!


Dia cantik, darah Korea dan Indonesia begitu melekat dalam tubuh nayla. Bahkan disekolah dia dijuluki queen of saint Peterson, nama sekolah dimana Nayla menimba ilmu nya


Nayla semua orang memanggilnya begitu, gadis cantik yang selalu ceria bahkan teman-temannya merasa aneh apakah dia tidak pernah menangis? Karena dihadapan semua orang dalam keadaan apapun dia selalu bahagia.


Dia buru-buru berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tidak butuh waktu lama setelah selesai dengan seragam kebanggaannya dia langsung turun menghampiri ibu dan juga ayahnya yang sedang sarapan.


"Ibu engga bangunin aku sih, aku kesiangan nih" Ucapnya seraya menuruni anak tangga


Nayla mengambil roti yang sudah ibu nya siapkan di meja makan, "Ibu udah ketuk pintu ya kamu nya aja yang tidurnya kayak orang mati, nay!"


"Pelan-pelan, sayang makannya" imbuh ayah karena takut Nayla tersedak.


"Aku berangkat!"


Nayla berlari segera memacu mobilnya setelah berpamitan dan mencium kedua pipi orang tuanya.


Mendengkus kesal saat jalanan sedikit macet, "Ada apaan sih, woy gak tau ya kalau gue kesiangan" Hardiknya kesal


____


Disekolah murid-murid telah berbaris dengan rapih siap untuk mengikuti upacara bendera yang rutin dilakukan setiap hari Senin. Nayla dengan nafas ngos-ngosan berlari setelah memarkirkan mobilnya dan bergabung dengan teman-temannya di barisan paling belakang


"Untung belum dimulai, gila gue cape banget" Ucapnya dengan nafas tersengal


Nayla mengatur nafasnya yang terasa mencekik tenggorokannya, jantungnya berdebar terasa kacau setelah berlarian tadi. Apalagi drama pada sang penjaga gerbang sekolah yang sedikit menjengkelkan untung Nayla selalu punya cara merayunya jika ia kesiangan seperti saat ini.


"Hey nona Nayla, jam berapa ini Hem?"


"Cuma 30 menit doang, dit"

__ADS_1


Upacara telah selesai dilaksanakan, murid-murid menuju kelasnya masing-masing untuk mengikuti pelajaran pertama. Nayla dan teman-teman sudah duduk ditempatnya, menunggu guru pelajaran pertama masuk.


"Selamat pagi semuanya" Sapa pak guru dengan ramah, dibelakang sudah ada seorang laki-laki sangat tampan mengikuti pak guru masuk.


"Pagi pak" Jawabnya serentak


"Ganteng banget tuh cowok, murid baru kayaknya" Bisik Dita pada Nayla yang sedari tadi terus memperhatikan murid baru itu, "Woy, ngedip kali" Senggol Dita kesal


"Ish diem kek, loe gak liat pemandangan indah apa"


Pak guru memberitahukan kepada muridnya bahwa dikelasnya kedatangan murid baru pindahan dari Bandung dan itu membuat gaduh para perempuan dikelas itu, termasuk Nayla.


"Hai semuanya, perkenalkan nama saya Rayyan Albanny Fanditha. Saya pindahan dari Bandung, semoga kita bisa berteman dengan baik. Terimakasih"



"Lebih dari temen boleh gak?" Celetuk Nayla seraya menggoda rayyan yang masih berdiri didepan sana dan semua teman-teman Nayla menyorakinya.


"Ssst Nayla kamu itu perempuan gak baik bicara seperti itu" Sela pak guru memperingati


"Nanya doang pak, yaelah!"


"Oke Rayyan, silahkan duduk dibelakang Nayla"


_____


"Hai, anak baru. Kita belum kenalan, nama gue Nayla Ayumi khansa?" Ucap Nayla seraya mengulurkan tangannya pada rayyan yang sedang mendengarkan musik menggunakan earphone nya.


Rayyan melihat sekilas gadis yang sedang duduk dihadapannya, ia membuka earphone nya dan meletakannya di atas meja, "Lo ngomong sama gue?" Tanyanya yang membuat Nayla emosi


"Gue nanya sama bayangan loe, siapa tau dia engga sombong kaya wujud nyata nya!" Jawabnya cetus dan itu membuat Rayyan tersenyum tipis seraya menggelengkan kepalanya.


Melipat tangan di dadanya, Nayla membuang muka karena emosi. susah sekali menarik perhatian anak baru itu, padahal disini semua laki-laki begitu menggilainya, tapi dia, anak baru itu malah mengacuhkannya.


Oh my God, apakah kecantikan seorang Nayla Ayumi khansa telah pudar sehingga ada lelaki yang secara terang-terangan menolaknya


"Loe udah tau kan nama gue pas perkenalan tadi?"


"Ya kan beda, gue pengen kenalan sama loe langsung!" Nayla menjawab dengan senyum manisnya yang membuat Rayyan aneh, tadi muka nya terlihat marah tapi sekarang?


Berdecak sebal, "Ck! Ngerepotin!" rayyan beranjak pergi dan meninggalkan Nayla yang tidak percaya dengan sikap murid baru itu yang benar-benar mengacuhkannya


Kurang ajar!

__ADS_1


"Kita liat aja seberapa lama loe bisa cuekin gue, Nayla Ayumi khansa queen of saint Peterson!" Ucapnya membanggakan diri


_____


Bel berbunyi tandanya kegiatan belajar hari ini di sekolah telah usai, Nayla dan 2 sahabatnya masih mengobrol didalam kelas. Mereka sedang merencanakan kegiatan yang akan dilakukan untuk acara camping sekolahnya.


"Gimana kalau besok kita belanja keperluan buat camping Minggu depan?" Usul Dita yang dijawab anggukan oleh Nayla dan juga Rima.


"Setuju, besok kan pulang cepet tuh nah kalian nanti bareng mobil gue aja, gimana?"


"Siap!" Jawab Dita dan juga Rima.


Nayla menengok ke belakang dan ternyata si anak baru incarannya itu masih belum pulang, Nayla yang memang berani lalu menghampiri rayyan dan duduk disebelahnya


Rayyan yang sedang merapikan bukunya menoleh, anak centil ini lagi, gerutunya malas


"Hay!" Sapa Nayla yang sudah duduk disebelah rayyan dengan tampang cantiknya


"Apa?" Sahut rayyan singkat


Menopang dagu dengan kedua tangannya, "Loe ikut acara camping minggu depan kan?" Seraya tersenyum manis


"Gak tau!" Jawabnya malas.


"Kelas 12 wajib ikut loh!"


"Terus kenapa elo nanya gue ikut apa engga kalau loe tau jawabannya apa!" Berdiri, lalu menyenggol tangan Nayla untuk tidak menghalangi jalannya keluar, "Minggir!"


Menganga dengan rahang yang nyaris menyentuh lantai, Nayla dibuat takjub dengan sikap ajaib rayyan yang dingin begitu juga dengan Dita dan Rima yang hampir tertawa karena melihat temannya yang baru kali ini di acuhkan oleh seorang laki-laki


"Kalian liat?" Ucap Nayla yang masih terkejut, Dita dan Rima hanya mengangguk menahan senyum nya


"Fix, gue harus dapetin itu anak baru!" Ucapnya mantap, "Meskipun pasti bakalan lama naklukinnya, tapi gue suka tantangan kali ini"


Dita dan Rima tidak tau harus memberi semangat apalagi, mereka hanya mengangkat kedua jempolnya seakan mendukung Nayla dengan rencananya itu


Sampai akhirnya mereka keluar kelas dan pulang ke rumahnya masing-masing


_____


Hai namaku aqeela, aku baru menulis novel dan ini karya pertamaku. Mohon dukungannya ya semua, maaf kalau bahasanya kurang bagus, aku baru memulai dan masih harus banyak belajar dari author yang lebih hebat.


Jangan sungkan untuk mengkritik ya, karena itu membuatku lebih semangat belajar dalam menulis

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih sudah bersedia membaca novelku yang sederhana ini :)


__ADS_2