10 HARI

10 HARI
Ep. 6 - Acute lymphoblastic leukemia


__ADS_3

Aiko sedang membuat makanan di dapur, ia sengaja membuat siomay untuk Nayla karena ia tau putrinya sangat menyukai makanan itu. Sebelum Nayla pulang ia harus segera menyelesaikannya, tentu saja agar langsung dimakan oleh Nayla


Tidak lama kemudian suara cempreng itu terdengar begitu keras dan membuat Aiko senang. ia tau siapa yang datang, siapa lagi kalau bukan Nayla


"Sayangnya ibu udah Dateng" Ucap Aiko seraya memeluk putri kesayangannya itu lalu menuntun Nayla untuk duduk di sofa ruang tamu, "Cape?" Imbuhnya kemudian. Nayla menyenderkan kepalanya pada bahu Aiko dan Aiko dengan lembut mengelus kepala nayla


"Iya Bu, cape banget. kepala aku pusing" Keluh Nayla, ia memejamkan matanya seraya menahan rintihan agar ibu nya tidak panik


Tapi justru keluhan itu membuat Aiko sangat panik dan langsung menangkup wajah Nayla yang memang terlihat pucat


Aiko hendak ingin menelpon dokter bryand tapi dicegah oleh nayla, "Jangan Bu, Ayumi mau tidur lagi aja. nanti sore bangunin ya bu" Ucap Nayla yang membuat Aiko menyimpan kembali telponnya dan mengantar Nayla ke kamarnya


Nayla membuka buku diary nya setelah Aiko keluar dari kamarnya, dan mencatatkan kesehariannya disana, kata demi kata terangkai menjadi sebuah kalimat yang nanti mungkin akan mereka baca


Hai diary


Aku engga tau kenapa aku sering banget sakit kepala terus sekarang aja tulang aku pada linu banget cuma aku engga bilang sama ibu kalau ibu tau aku yakin ibu pasti bakal bawa aku ke rumah sakit lagi atau manggil dokter ke rumah.


Setelah menulis Nayla menutup buku diary nya lalu menyimpannya di dalam laci, ia merebahkan tubuhnya dan tidak lama kemudian matanya terpejam karena rasa ngantuk yang tidak bisa ditoleransi lagi


_____


Rayyan membanting tubuhnya ke atas sofa yang berada di ruang keluarga, disana sudah ada Riana yang sedang bersantai dengan alat-alat sulam nya. Ia menoleh pada putra bungsu nya yang terlihat sangat kacau


"Ko kusut banget muka nya?" Tanya Riana tapi mata ya tetap fokus pada kegiatannya


Rayyan yang sedang berbaring lantas duduk mendengar mamah nya bertanya, "Cape banget, ma!" Sahut rayyan setelah mendudukkan dirinya disebelah Riana

__ADS_1


Mengerinyitkan alisnya heran, kemudian ia meletakan kerjaannya itu dan beralih pada putra bungsu nya yang sedang menyenderkan dirinya pada punggung sofa.


"Cape kenapa?" Tanya Riana cemas, tidak biasanya rayyan mengeluh seperti itu.


"Banyak tugas ma" Sahutnya singkat lalu berdiri menuju kamarnya yang ada di lantai 2.


Menggelengkan kepalanya seraya tersenyum menghadapi putra bungsunya yang dingin itu. lalu dia melanjutkan kegiatan menyulamnya lagi


Di kamar besar rayyan membaringkan tubuhnya di atas kasur king size nya, dia meletakan kedua tangannya dibelakang kepala dan menjadikannya sebagai bantal.


Pikirannya menerawang mengingat kembali kata-kata Rio tadi saat di sekolah, apa benar dia harus membuka hatinya untuk gadis lain?


Tapi apa bisa? Bahkan sampai saat ini namanya masih terukir sempurna di hatinya.


Menatap langit-langit kamar yang didominasi warna putih itu, kenapa sekelebat wajah Nayla tiba-tiba muncul ?


Mengacak rambutnya frustasi ini tidak mungkin, apa rayyan mulai tertarik oleh si Sassy girl itu. Jangan sampai itu terjadi


_____


Tak henti-henti nya Aiko mengucapkan doa dalam hatinya saat langkah demi langkah menuju ruangan Dr bryand.


Aiko mencengkram erat tangan jordhan, ia hanya tidak sanggup jika sesuatu terjadi dengan putrinya tapi jordhan dengan lembut menenangkan Aiko kalau semuanya akan baik-baik saja


Aroma obat membuat ketegangan semakin terasa ditambah dengan dinginnya AC membuat suasana diruangan itu terasa mencekam.


Dr bryand sudah memegang hasil ct-Scan Nayla, dan beberapa surat lainnya yang sudah berserakan di atas meja.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya dok?" Tanya jordhan setelah ia duduk dihadapan dokter bryand. ia begitu tidak sabar dengan hasil pemeriksaan putrinya


Jordhan menatap dokter bryand dengan perasaan yang cemas, begitu juga Aiko yang terus menggenggam tangan jordhan.


"Apa tuan dan nyonya sudah siap mengetahui hasilnya?" Tanya Dr bryand seraya menatap jordhan dan Aiko silih berganti. Dr itu melihat kecemasan yang begitu besar didalam mata mereka


Begitu juga dengan dr itu, ia nampak ragu mengatakan semuanya. ini yang paling dia benci selama menjadi seorang dokter, membuat pasien atau keluarga pasien kecewa atas diagnosa nya


"Katakan"


Dokter muda itu lantas , memegang hasil ct-Scan yang menunjukan hasil pada jordhan dan aiko, "Acute lymphoblastic leukemia, atau leukimia limfoblastik akut (LLA). Satu jenis kanker darah. Penyakit ini terjadi ketika sel darah putih yang belum matang (limfoblas) memperbanyak diri secara cepat dan agresif"


DEG


Aiko yang mendengarnya pun tidak sadar kalau sudah meneteskan air mata begitu juga jordhan, ia menundukkan kepalanya tangannya terkepal menahan agar cairan bening itu tidak jatuh membasahi pipi nya


Aiko merasa dunia berhenti dan hancur seketika. Dunia nya seakan runtuh tak tersisa. Terkulai lemas ambruk diatas lantai rumah sakit yang terasa sangat dingin, jerit seketika menggema di ruangan itu, tangis seorang ibu untuk anaknya yang sangat terdengar pilu


"Ayumi, Engga, Engga mungkin dok. ini pasti salah kan dok, siapa tau aja hasil tes nya tertukar dok coba periksa lagi namanya, Ayumi ku sehat dia tidak sakit......" Jerit Aiko tidak percaya dengan penjelasan dokter muda yang sedang menjelaskan itu


Jordhan menenangkan Aiko yang mulai histeris, "Sayang dengar dulu penjelasan dokter, pasti ada obatnya" Ucap jordhan menenangkan istrinya yang sulit menerima apa yang dikatakan dokter muda itu, pandangannya lalu beralih menatap dokter yang sedang tertunduk itu "Iya kan dok?" Ucap jordhan


"Tentu, tuan. Tapi-" Dr bryand menjeda sedikit kalimatnya, ia beralih memandang kertas berisi tentang penyakit yang diderita putri pemilik RS itu dengan hati yang berdegup kencang. Ia sendiri ragu mengatakannya tapi apapun hasilnya keluarga pasien harus mengetahuinya.


"Tapi apa dokter, bicaralah yang jelas!" Sela jordhan cepat, ia berusaha tegar mendengarkan tapi ia juga tidak bisa berbohong kalau kecemasan terus membuatnya ketakutan dan tidak sanggup mendengar hal yang lebih buruk dari itu.


"leukimia limfoblastik akut (LLA) pada orang dewasa akan lebih sulit untuk disembuhkan"

__ADS_1


Bersambung dulu


Terimakasih telah memberikan cinta kalian, maaf kalau ceritaku ini berantakan. Maklum ya aku masih belajar dan akan terus belajar :)


__ADS_2