
Ayumi yang merasa bete dikamarnya lantas mencari ibu nya untuk memintanya di buatkan makanan yang hanya bisa di buat Aiko saja. Ia pergi ke dapur, ruang santai, taman belakang tapi tidak menemukannya juga
"Apa dikamar ya?" Kata Nayla seraya menaiki anak tangga dan ketika sampai di depan pintu kamar orang tuanya yang sedikit terbuka, Nayla mendengar Aiko sedang menangis dan itu membuat Nayla mengurungkan niatnya
Tapi saat Nayla akan berbalik pergi, sayup-sayup Nayla mendengar namanya disebut
Aku?
Obat?
Sembuh?
Memangnya aku sakit apa?
Karena penasaran Nayla menguping pembicaraan Aiko dan juga jordhan dan tidak sengaja mendorong pintu itu hingga terbuka dan membuat jordhan dan Aiko terkejut
"Ayumi apa kamu mendengar?" Tanya Aiko ragu membuat Nayla semakin curiga, tapi Nayla pura-pura tidak mendengar apa-apa
"Tidak bu, aku baru datang. ibu kenapa nangis, apa ayah jahat?" Sahut Nayla seraya berjalan menghampiri Aiko yang sedang menghapus jejak air matanya dan langsung memeluk tubuh Aiko dengan hangat. Entah kenapa akhir-akhir ini Nayla begitu sering memeluk Aiko yang rasanya sangat menenangkan
"Bukan ayah yang jahat, tapi takdir" Ucap jordhan yang membuat Aiko tersentak, apa suaminya itu akan mengatakan semuanya
"Takdir?" Heran Nayla tidak mengerti dengan apa yang ayahnya katakan
"Karena hanya menciptakan gadis secantik dirimu hanya satu didunia ini, coba kalau 3 atau 4 atau 5 pasti ayah akan sangat bahagia"
Tentu jawaban itu membuat Aiko bernafas lega, ia pikir suaminya akan mengatakan yang membuat Nayla menangis tapi nyatanya sekarang Nayla malah tertawa mendengar jawaban ayahnya "Kasian ibu dong yah, ngurusin aku aja ibu suka ngomel-ngomel karena aku gak bisa bangun pagi apalagi 5. Bisa stres ibu, ayah" Protes Nayla tidak setuju.
Jordhan hanya tertawa getir mendengarnya, ia berpikir harus bagaimana mengatakan pada putri satu-satunya itu tentang penyakit ganas yang sedang mengancam nyawa nya itu
Senyum itu sangat manis, apa jordhan akan tega merusak senyum itu? Tidak ada orang tua yang sanggup melihat anaknya bersedih termasuk jordhan apalagi Nayla adalah karunia terbesar dalam hidupnya setelah Aiko.
Ia harus menunggu 10 tahun untuk kehadiran Nayla dan sekarang?
Apa ia sanggup jika harus kehilangan Nayla begitu cepat?
Jordhan terus menatap Nayla yang sedang berbicara dengan Aiko, ia tidak akan sanggup jika harus kehilangan putri kesayangannya itu
"Ayah mau engga?" Tanya Nayla yang mana membuat jordhan yang sedang melamun tersentak kaget, "Ayah?"
"Eh iya kenapa sayang, maaf ayah ngelamun" Sahut jordhan yang membuat Nayla semakin curiga dengan sikaf kedua orang tua nya itu, tapi cepat ditepis oleh Nayla
"Ayah mau gak, aku mau bikin pancake durian sama ibu?"
"Boleh sayang, pasti enak banget kalau dibuat sama putri ayah yang cantiknya kebangetan ini" Seloroh jordhan. Aiko dan Nayla seketika terpingkal mendengar gombalan ayahnya itu
__ADS_1
🌻
Nayla mengambil buku yang ia simpan dalam laci, ia membuka nya lalu menulis kan sesuatu disana
Diary
Ibu dan ayah sedang menyembunyikan sesuatu dari aku, tapi aku takut untuk bertanya
Aku juga tidak sengaja mendengar sedikit tentang pembicaraan ibu dan ayah
Aku?
Obat?
Dan, sembuh?
Aku gak ngerti kenapa ayah bicara seperti itu. Tapi lagi-lagi aku gak berani bertanya dan aku cuma pura-pura gak tau
Menatap langit yang nerwarna hitam pekat, hanya sedikit bintang disana Nayla menerawang jauh tentang hidupnya
Apa dia akan bisa membahagiakan orang tua nya yang sudah ia tekadkan akan mengajak Aiko juga jordhan keliling dunia
Kenapa setelah mendengarkan percakapan orang tua nya ia menjadi ragu bisa mengajak mereka keliling dunia
Ya Tuhan, apapun rencana mu pasti itu semua pasti yang terbaik untuk semuanya.
🌻
"Ini bekal kamu sayang, ibu masukin ke tas ya?"
"Iya, Bu. Bikin 2 seperti biasanya kan Bu?" Tanya Nayla yang masih sibuk menyimpulkan dasi nya. Gadis dengan rambut panjang itu duduk disebelah Aiko
"Sesuai pesanan putri cantik ibu" Jawab Aiko yang membuat Nayla tersenyum lalu mengecup sekilas pipi wanita yang selalu terlihat cantik meski sudah berumur 40 tahun itu, "Emang buat siapa sih?" Tanya Aiko penuh selidik, dan tentu membuat Nayla gelagapan menjawabnya
"Rahasia Bu" Jawab Nayla dengan senyum manisnya
"Iya deh, ibu engga akan kepo. yang penting anak ibu seneng aja" Ucap Aiko seraya mengelus rambut panjang Nayla dengan kembut
Nayla yang mendengarnya hanya menampilkan deretan gigi putihnya saja, lalu beralih melihat botol putih plastik yang tidak ada namanya yang dipegang oleh Aiko
"Itu apa Bu?" Tanya Nayla penasaran
"Ini vitamin buat kamu, sayang. kamu kan suka pusing tuh nah kata dokter ini bagus untuk daya tahan tubuh" Sahut Aiko seraya memberikan botol kecil yang Nayla lihat berisi penuh dengan banyak butir obat yang begitu menyengat bau nya. Aiko mengatakan kalau itu adalah vitamin agar Nayla tidak curiga
Tanpa banyak bertanya Nayla memasukan obat itu kedalam tasnya
__ADS_1
"Jangan sampai kelewat ya sayang, itu penting buat kesehatan kamu"
"Iya ibu sayang"
Nayla mengemudikan mobilnya dengan pelan, ia masih penasaran tentang kejadian semalam.
Apa Nayla harus pergi ke rumah sakit dan bertanya pada dokter tapi Nayla yang tidak.begitu suka dengan aroma rumah sakit membuatnya bergidik dan mengatakan tidak untuk datang kesana.
Biarkan saja, kalaupun ada yang mereka sembunyikan pasti lama-lama akan ia ketahui.
Dan seoerti kata pepatah : Serapat-rapatnya kamu menyembunyikan bangkai, lama-lama akan tercium juga bau nya.
Tidak terasa mobil mewah berwarna kuning itu telah sampai diparkiran siswa. Nayla berjalan seiring dengan pikirannya tentang obat yang ibunya berikan tadi yang tidak boleh terlewat untuk diminum membuatnya curiga.
Kalau itu hanya vitamin saja tidak mungkin ibu sampai mengatakan seperti itu, ahh membuat pusing saja
Terlalu tenggelam dalam lamunannya sampai ia tidak menyadari telah menabrak seorang laki-laki dan membuat keningnya terbentur dengan dada laki-laki itu
Duk!
"Gak punya mata loe ya," Mengelus jidatnya yang tidak terlalu sakit lalu mendongkakan kepalanya dan mulutnya siap untuk memaki lebih laki-laki itu. Tapi tiba-tiba matanya membulat kaget dengan rahang yang terbuka lebar saat tau siapa orang yang sudah ditabraknya tadi
"Maki aja terus!" Ucapnya sebal dengan tangan yang dilipat didepan dadanya, lalu senyuman itu terbit ketika melihat keterkejutan gadis dihadapannya yang sudah sebulan ia tinggal
"Billy?" Pekik Nayla senang.
"Miss me?" Tanya Billy seraya merentangkan tangannya yang disambut bahagia oleh Nayla.
Tanpa ragu nayla langsung menghambur memeluk Billy dengan erat dan Billy yang sangat merindukan Nayla pun membalas pelukan gadis itu
"So much" Ucap Nayla dan Billy mengeratkan pelukannya bahkan mecium pucuk kepala gadis yang dipeluknya dan itu menjadi tontonan oleh beberapa murid yang baru saja datang.
Aaaaa manis banget
Pangeran kembali
Makin ganteng aja anak yang punya yayasan
Mau bersaing sama queen of saint Peterson ? sama bayangannya aja gue minder
Saat Nayla dan juga Billy berpelukan saat itu juga Rayyan yang baru datang menyaksikan adegan itu
Cih!
🌻
__ADS_1
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, terimakasih :)