10 HARI

10 HARI
Ep. 7 - Mencari tau


__ADS_3

"Sepi banget" Gumam nayla seraya memasuki rumah, matanya menyapu seluruh ruangan mencari keberadaan ibu nya tapi hanya beberapa maid yang terlihat sedang melaksanakan tugasnya, "Bi, ibu kemana ko sepi banget?" Tanya Nayla pada maid


"Lagi keluar, non" Sahut maid yang berumur kurang lebih 48 tahun itu. Nayla hanya mengangguk lalu pergi ke kamarnya yang ada di lantai dua


Merebahkan badannya yang terasa pegal, Nayla merasa kepalanya terasa sakit lalu ia mengambil ponselnya yang ia simpan di jas almamater nya


Ia mengetikan sesuatu pada salah satu situs internet untuk mencari tau kenapa kepalanya sering sakit bahkan ia sudah 3x mimisan terus.


Menghela nafasnya lega setelah membaca beberapa alasan tentang seringnya sakit kepala lalu mimisan disebabkan oleh beberapa faktor. Nayla tidak perlu khawatir tentang kesehatannya, ia melanjutkan mencari jawaban yang mungkin berbeda dengan yang lainnya


"Pergumpalan darah, tekanan darah tinggi, stroke dan juga kanker"


Deg


Nayla masih fokus membaca penyebab-penyebab yang membuat kepala sakit dan mimisan secara bersamaan, ia mengerinyitkan alisnya bingung kenapa semua nya berbeda-beda.


"Apa aku harus tanyakan sama ibu ya, 2 hari yang lalu kan aku sempat diperiksa dokter" Gumamnya pada diri sendiri. Ia menutup ponselnya dan meletakannya di kasur, ia berdiri untuk mengganti pakaiannya


Nayla yang baru saja turun dari kamarnya melihat mobil ayahnya yang baru datang, ia melihat jam yang melingkar di tangan kirinya, "Jam 3, tumben ayah udah pulang kerja?" Heran Nayla seraya menyambut kedatangan jordhan dengan menunggunya di depan pintu


"Ayah" Nayla menghambur memeluk jordhan yang baru turun dari mobil dan beralih saat melihat Aiko juga turun dari sana, "Sama ibu juga?" Imbuhnya yang membuat Aiko langsung memeluk Nayla


Ya Tuhan, dulu aku begitu mendambakannya hadir ditengah-tengah keluarga ini setelah dia ada dan membuat keluarga ini bahagia kau malah mau mengambilnya lagi


Sampai Aiko tidak sadar kalau dirinya sudah menangis dan dengan cepat ia menghapusnya


"Ibu dari mana, Ayumi cari-cari kata maid ibu keluar?" Tanya Nayla setelah Aiko melepaskan pelukannya. Aiko menggandeng tangan Nayla dan membawanya duduk di ruang tamu

__ADS_1


Ia membelai rambut Nayla dan mengusapnya dengan lembut, perkataan dokter yang mengatakan akan terjadi kerontokan pada rambut membuat Aiko hancur, ia tau kalau Nayla begitu merawat rambutnya yang panjang dan indah ini.


"Ibu dari kantor ayah, katanya pengen makan siang bareng" Dusta nya yang membuat Nayla terkekeh lucu lalu menatap jordhan yang masih duduk dihadapannya


"Manja banget ayah, kayak ABG aja" Sindir Nayla dan jordhan hanya tersenyum getir melihat putrinya harus mengalami takdir yang menyakitkan itu.


"Bu tadi aku mimisan lagi," Menatap Aiko yang terlihat sangat terkejut "Terus aku iseng-iseng aja cari di internet penyebabnya kenapa" Imbuhnya kemudian yang membuat Aiko was-was di buatnya


"Apa jawabannya?" Sela jordhan yang membuat Nayla dan Aiko menoleh secara bersamaan


"Katanya migren, pergumpalan darah, stroke dan juga...." Menjeda beberapa detik, lalu melihat Aiko dan jordhan "Kanker"


Deg!


Kenapa harus mendengar kata-kata itu lagi, Aiko berusaha terlihat tegar dan berusaha tidak menangis di hadapan Nayla. ia hanya belum sanggup dan mungkin tidak akan pernah sanggup kalau harus mengatakannya sekarang.


Menghela nafasnya yang terasa sesak, Aiko mengelus lembut kepala Nayla "Jangan terlalu dipikirkan sayang, ibu juga pernah ko mimisan waktu kecil dan itu wajar" Kilahnya. Aiko melihat jordhan yang masih menunduk


Aiko semakin takut saat Nayla terus membicarakannya, "Aneh kenapa sayang?" Sela Aiko cepat


"Di badan aku ada memar dan itu sakit kalau di pegang, padahal aku engga kebentur apa-apa" ucapnya langsung memperlihatkan memar yang berwarna ungu di punggungnya dan tentu membuat Aiko terkejut


"Yah?"


jordhan menghampiri Nayla dan melihat punggung putihnya, "Sakit sayang?" Tanya jordhan seraya menyentuh memar yang ada di punggung Nayla dan membuat Nayla meringis karena sakit


"Sakit yah, banget"

__ADS_1


🌻


Dikamar nya Aiko menangis sambil membaca ulang hasil tes pemeriksaan Nayla, Aiko berharap ada kesalahan tentang hasilnya tapi beberapa kali Aiko membaca nya dan jawabannya tetap sama. ia melempar kertas itu hingga berserakan ke lantai sementara itu jordhan yang melihatnya langsung membawa Aiko dalam pelukannya, "Kita harus sabar sayang, pasti ada obat dan pasti Ayumi kita sembuh"


Jordhan mengelus punggung Aiko yang masih bergetar karena tangisnya yang tidak bisa ia tahan lagi, kata-kata semangatpun tak pernah berhenti terucap dari mulut laki-laki itu.


Flashback on


"Kemoterapi" Dokter laki-laki itu berkata dan sedikit membuat Aiko sedikit tenang, "Tapi" Imbunya kemudian yang disela cepat oleh Aiko yang tidak begitu sabar obat apa saja asal Ayumi nya sembuh


"Apa dokter, jangan bertele-tele" Sergah aiko


"Kemoterapi memiliki efek buruk pada leukemia, dan tingkat kambuhnya cukup tinggi. Terlebih lagi, kita tahu bahwa efek samping dari kemoterapi sangat besar, seperti pusing, mual, muntah, nafsu makan hilang, kulit menghitamkan, gatal-gatal kering, rambut rontok, anemia, dll menyebabkan reaksi yang parah pada sistim kekebalan tubuh yang secara spontan akan mengancam jiwa" Ujar dokter itu yang membuat jordhan menggebrak meja dihadapannya dengan raut wajah yang penuh dengan amarah


"Dokter jangan mempermainkan saya, atau saya akan mencabut ijin kerja dokter dirumah sakit saya" Ancam jordhan dengan penuh penekanan, dokter itu nampak ketakutan dan menyuruh jordhan dan Aiko tenang


"Bagaimana saya bisa tenang, Ayumi ku sedang kritis!" Bentak Aiko dengan berderai air mata


Jordhan duduk kembali lalu memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing dan menyuruh dokter itu menjelaskan pengobatan lain, "Apa ada cara lain?"


"Operasi transplantasi sumsum tulang. Namun, seperti diketahui umum bahwa operasi transplantasi sumsum tulang tidak efisien dan sangat sulit untuk menemukan jenis pasangan sumsum yang cocok untuk operasi transplantasi sumsum tulang, seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Setelah operasi transplantasi sumsum tulang, belum tentu juga berhasil, karena tingkat penolakan sumsum dan kekambuhan setelah transplantasi sangat tinggi. Ketika terjadi penolakan sumsum dan penyakit kambuh, maka sudah tidak bisa diobati lagi. Pasien akan segera meninggal"


Air mata jordhan tidak bisa ditahan lagi, laki-laki itu menangis dihadapan Aiko dan dokter bryand. Dokter yang melihatnya begitu terenyuh, ia faham dan bisa merasakan apa yang pemilik RS itu rasakan. Terancam akan kehilangan seseorang yang sangat amat kita cintai lebih menakutkan dari pada kematian kita sendiri


Flashback off


Aiko dan jordhan kaget saat tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Nayla sudah berdiri disana dengan tatapan yang penuh dengan kecurigaan

__ADS_1


"Ayumi, apa.......


Bersambung dulu yaa


__ADS_2