10 HARI

10 HARI
Ep. 10 - Mengantar pulang


__ADS_3

"Kenapa loe?" Tanya Rio pada rayyan yang sedari tadi hanya melihat ke arah Nayla dengan tatapan sebalnya


Reyhan yang sedang meminum juice nya pun menoleh memperhatikan rayyan


"Dia siapa?" Tanya rayyan tiba-tiba dengan menunjuk laki-laki yang sedang tertawa bersama Nayla dan teman-temannya, "Pacarnya?" Imbuhnya yang membuat si kembar mengikuti arah telunjuk rayyan


"Oh, si Billy!" Sahutnya santai


"Siapa Billy?" Tanya rayyan lagi begitu penasaran.


"Anak pemilik yayasan, anak dokter dan anak orang terkaya ke 2 se-Asia" Sela Reyhan cepat ketika Rio akan menjawabnya. Rio yang sebal kemudian menoyor kepala Reyhan karena sudah memotongnya saat berbicara


Rayyan hanya menganggukan kepala nya saja lalu kembali memakan makanannya


"Kenapa loe nanyain dia?" Tanya Reyhan penasaran, tidak biasanya saudaranya itu peduli dengan sekitar


"Gak apa-apa!"


"Mereka Deket banget, temenan dari orok ya gitu" Ujar Rio menjelaskan saat melihat wajah rayyan yang terlihat penasaran


"Oh!" Sahutnya acuh


🌻


Nayla sudah berada di parkiran, ia sudah duduk dibelakang kemudi. saat akan menyalakan mesin mobil pandangannya tertuju lada laki-laki tampan incarannya. siapa lagi kalau bukan rayyan.


Cepat dia turun dari mobilnya dan melihat rayyan yang terlihat begitu kesal karena ban motornya bocor padahal tadi pagi tidak apa-apa


Nayla menghampiri rayyan dengan sedikit berlari, wajahnya terlihat bahagia karena ia berencana akan memberikan tumpangan pada rayyan ya meskipun dia pasti akan menolaknya dengan kasar tapi untuk kali ini dia akan memaksa dan tidak ingin di tolak


"Hay, kenapa motornya?" Sapa Nayla basa-basi padahal ia melihat sendiri ban motor laki-laki yang sedang menatapnya sebal itu bocor


"Bocor!"


"Yuk gue anterin pulang" Ajak Nayla seraya menarik tangan rayyan untuk masuk ke mobilnya

__ADS_1


Rayyan yang di tarikpun berusaha melepaskan diri dari Nayla tapi kenapa tenaga gadis centil ini terasa kuat ya?


"Gue gak mau, gue bisa pesen taxi" Berusaha menepis tangan Nayla yang sedari tadi menarik tangannya


Nayla tidak mendengarkan, ia terus memaksa rayyan agar masuk ke mobilnya "Bodo, jangan nolak gue Ray." Sahutnya dengan senyum penuh kemenangan karena telah berhasil membawa rayyan masuk ke dalam mobilnya, meskipun laki-laki yang sudah duduk disebelahnya terus menggerutu tapi Nayla terus melajukan mobilnya


"Pemaksa!" Ucap rayyan sebal tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Nayla yang sedang menyetir sedikit menoleh dan hanya tersenyum menanggapinya


"Rumah Loe dimana?" Tanya Nayla setelah sudah berada di perempatan jalan


Menyahut sebal, "Kanan!"


Nayla menganggukan kepalanya seakan mengerti ternyata rumah mereka satu arah dan itu menjadi kabar bahagia bagi Nayla.


"Yang itu!" Ucap rayyan setelah mereka hampir dekat dengan rumah rayyan. Rumah mewah dengan cat putih dan terdapat taman yang luas didepannya.


Nayla menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang rumah laki-laki yang sudah lebih dulu turun tanpa mengucapkan sepatah katapun. Nayla buru-buru keluar dan memanggil rayyan dengan berteriak


"Ray!"


Setelah rayyan benar-benar masuk, dengan tawa riangnya Nayla melajukan mobilnya kembali untuk pulang ke rumahnya. Sedangkan rayyan ia langsung masuk ke dalam kamar mengabaikan panggilan kakak laki-laki nya yang baru saja pulang bertugas dari rumah sakit


"Kenapa Adek aku kayak kamu ya?" Tanya nya pada kulkas yang sedang ia tatap. ia membuka kulkas lalu mengambil air dingin untuk diminum.


Laki-laki yang masih menggunakan jas khas dokter itupun menuju kamarnya, ia melepas jas kebanggaannya dan meletakannya di punggung kursi kerja nya


Menangani banyak pasien di rumah sakit membuatnya lelah, ia menuju kamar mandi untuk berendam air hangat agar membuat otak maupun badannya kembali normal dari rasa lelah dan penat


Menghirup aroma yang membuat pikirannya tenang lalu memejamkan matanya membuatnya nyaman, apalagi saat bayangan pasien gadis manis itu melintas di pikirannya


Sudah 2 hari ini bayangan gadis itu terus melintasi pikirannya, sebelumnya ia tidak pernah memikirkan perempuan. ia hanya sibuk menjalani profesinya sebagai dokter dan membuat kedua orang tuanya bangga, hanya itu.


Bahkan di umurnya yang ke 28 tahun ia masih betah sendiri, sedikitpun pikirannya tentang menjalin hubungan itu tidak pernah terpikir olehnya. Tapi kenapa saat menangani gadis itu tiba-tiba hatinya gelisah, ia terus memikirkannya


Kenapa harus dia?

__ADS_1


Reymond bryanata Fanditha, seorang dokter ahli Hematologi/Onkologi. Di usianya yang ke 24 tahun ia sudah berhasil mendapat gelar Sp.PD-KHOM di belakang namanya dan itu menjadi prestasi paling membanggakan untuknya. dan sudah 4 tahun ia menjalani profesinya dengan penuh perjuangan, apalagi saat menghadapi pasien dengan penyakitnya yang sangat mengerikan baginya.



(Mirip lah ya sama rayyan 😄 kan ceritanya Adek kakak)


Setelah hampir satu jam berendam dan air pun sudah tidak terasa hangat lagi, Rey menyudahi aktifitasnya itu


Ia mengambil handuk kimono yang tergantung lalu memakainya, ia berjalan keluar seraya mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


Duduk di kursi kerjanya, ia mengambil keterangan tentang gadis itu lalu membuka profilnya, seketika senyum itu terukir indah di bibirnya dan menggumamkan nama gadis yang sedang ia tatap foto nya itu berkali kali


"Nayla Ayumi khansa, anak pemilik RS dan hanya seorang gadis SMA dan anehnya aku tertarik" Ucapnya lirih seraya memperhatikan foto Nayla yang terpampang jelas di layar laptopnya



Nama yang cantik, secantik wajahnya


"Aku akan berusaha membuatmu sembuh, semampuku"


*Ayumi


Ayumi


Ayumi*


"Kayaknya aku harus konsultasi sama si betrand nih kenapa kalau inget gadis itu jantung aku berdebar-debar, dia kan ahli jantung" Ucapnya seraya memegangi dadanya yang terasa berdetak lebih cepat saat menatap foto gadis itu dihadapannya


Rey menutup laptopnya dan segera memakai baju saat mendengar mobil yang terdengar tidak asing masuk ke dalam rumahnya dan ternyata itu adalah Theo dan raisha, orang tua Rey.


Ia bergegas turun ingin menyambut orang tuanya yang selama seminggu ini mereka tidak pernah bertemu karena jadwal Rey yang begitu padat


🌻


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, Terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2