
Nayla pulang ke rumah dengan keadaan wajah nya yang sangat pucat dan itu membuat ibu yang baik unkekuar dari dapur untuk menyambut Nayla kepanikan
"Ya Tuhan, Ayumi!" Pekik ibu setelah melihat keadaan Nayla yang sangat pucat. Ibu setengah berlari menghampiri Nayla yang duduk terkulai di sofa ruang tamu, badannya lemas membuat Nayla ambruk.
"Aku pusing Bu" Sahut Nayla dengan suara yang melemah. Ia memejamkan matanya sebentar dan membuat ibu semakin panik dibuatnya
Ibu duduk disebelah Nayla dan mengelus kepala putri nya, "Kita ke dokter ya?" Ajak ibu karena sangat tidak bisa melihat putrinya sakit seperti itu
"Aku mau tidur aja, bu. Cape" Sahut Nayla yang sedikit membuka matanya untuk meyakinkan ibu nya agar tidak membawanya ke rumah sakit "Aku kecapean aja kayaknya" Yakinnya pada ibu
Tak lama kemudian gadis itu memejamkan matanya kembali dan mengangkat kakinya untuk di naikan ke atas sofa masih dengan sepatunya yang menempel
Menghela nafasnya pelan lalu Ibu beranjak untuk melepaskan sepatu putrinya dan berlalu mengambil selimut tipis dari kamar tamu yang tak jauh dari ruang tamu dan menyelimuti tubuh putrinya lalu kembali ke dapur dan membiarkan Nayla tertidur di sofa.
Semakin Nayla memejamkan matanya semakin terasa denyutan ngilu yang terasa dikepalanya, "Aduh sakit banget ya, gue migren deh kayaknya" Gumam pelan Nayla seraya memijit kepalanya
Lalu tidak lama kemudian Nayla terlelap karena merasa sakit nya telah hilang. Cukup lama Nayla tertidur dan itu membuat ibu khawatir, apalagi saat melihat wajah putrinya yang masih terlihat pucat.
"Anak ibu pasti lagi gak enak badan, aku telpon ayah dulu deh suruh pulang cepet" Lirih ibu seraya berjalan mendekati telpon rumah yang berada di sebelah sofa lainnya
Cukup lama ibu menunggu sambungan telpon itu terhubung, dan saat ibu akan meletakan telponnya suara laki-laki terdengar bersalah, "Maaf sayang, ayah baru selesai meeting. Ada apa?" Tanya ayah khawatir karena tidak biasanya ibu menelpon di jam kantor sekalipun
"Nayla sakit yah, wajahnya pucet banget. ibu khawatir" Sahutnya langsung pada intinya dan itu membuat seseorang disebrang sana berdiri dan panik
"Hah, ibu tunggu sebentar lagi ayah sampai rumah"
Jordhan segera mengambil jas nya yang baru saja ia sampirkan ke punggung kursi kebesarannya dan berjalan cepat setelah mengambil tasnya yang ia letakkan di atas sofa ruangannya
"Darma, saya pulang. Kamu atur semuanya" Ucap jordhan ketika melewati sekretarisnya yang hendak masuk membawa laporan untuk di berikannya
Dengan sigap darma menyahut, "Siap!" Pada bos nya yang terlihat panik tersebut
_____
__ADS_1
30 menit berlalu dan jordhan belum sampai juga dirumah dan itu membuat Aiko khawatir dan mewanti-wanti
"Apa macet ya?" Aiko terus mondar-mandir di dekat pintu dan sekali-kali menengok siapa tau saja suaminya telah sampai gerbang depan
Aiko mendekati Nayla yang masih tertidur dan mengelap keringat yang terlihat banyak diatas keningnya, "Ibu harus bawa kamu ke dokter, ay" Ucap ibu lirih. Aiko mengingat saat kejadian tadi pagi dimana Nayla mengeluarkan darah dari hidung nya
Jordhan masuk setengah berlari mencari keberadaan istrinya yang ternyata sedang duduk di sofa mengelusi kepala Nayla. Dan Aiko yang lega dengan kedatangan suaminya lantas berdiri dan langsung menghampirinya
"Mas"
"Maaf, tadi macet sayang" Ujar jordhan dengan raut wajah bersalahnya. ia langsung mendekati putrinya yang masih tertidur di sofa
"Pucet banget sayang" Ucapnya saat menatap wajah putrinya yang masih terpejam, lalu beralih melihat istrinya yang terlihat sangat khawatir "Udah lama Nayla tidur?" Imbuhnya yang membuat Aiko melihat arloji yang melingkar pas di pergelangan tangannya
"Udah 4 jam mas"
"HAH?"
Tanpa banyak bicara jordhan langsung mengangkat tubuh nayla dan membawanya ke dalam mobil yang masih terparkir di depan pintu dan segera membawa nayla ke rumah sakit miliknya
Mengetahui pemilik rumah sakit datang, para staf yang melihatnya langsung sedikit berlari menghampirinya ketika anak pemilik RS itu terlihat tidak sadarkan diri
"Pak jordhan" Sapa pak Nicole selaku penanghung Jawab rumah sakit tersebut, ia langsung kaget saat melihat putri dari seseorang yang disapa nya terlihat sangat pucat
"Tolong anak saya" Ucapnya panik ketika para suster membawakan ranjang rumah sakit dan jordhan segera merebahkan tubuh putrinya diatas ranjang pasien
Dokter muda itu setengah berlari setelah mendapat panggilan darurat. Dia segera masuk dan memeriksa anak pemilik rumah sakit itu dengan hati-hati
Setelah 10 menit kemudian dokter itu keluar lalu memanggil jordhan yang sudah menunggunya di depan pintu
Sedangkan Aiko langsung menghampiri putrinya yang masih tertidur
"Bagaimana dok? sudah 4 jam ia tertidur apa dia baik-baik saja?" Tanya jordhan begitu penasaran
__ADS_1
"Putri anda pingsan, bukan tertidur pak"
DEG!
"APA?"
Dokter muda itu nampak ragu-ragu mengatakannya, "Apa putri bapak sebelumnya sering mengeluh sakit pada kepala atau yang lainnya yang sebelumnya tidak pernah terjadi?" Tanya dokter itu. jordhan mengingat kembali saat pagi tadi anaknya mimisan dan itu membuat dokter itu mengangguk paham
"Maaf pak, saya akan melakukan Tes darah dan CT-scan dulu sebelum memperjelas semuanya. Apa bapak setuju?" Tanya dokter itu lagi
Mengkerut kan alisnya heran, memang harus melakukan pemeriksaan seperti itu? Karena pikiran jordhan terlalu panik jadi apapun kata dokter muda itu ia mengiyakannya tanpa ragu
"Lakukan dok"
Jordhan keluar ruangan mengikuti dokter muda itu dan membawa Nayla yang didorong oleh ke dua suster yang membantunya
Aiko heran mereka akan membawa putrinya kemana, "Yah, Ayumi akan dibawa kemana?"
Jordhan mengusap lembut tangan istrinya lalu mereka duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang was-was
"Kita tunggu saja ya, kamu jangan cemas" Sahut jordhan lembut
Setelah satu jam pemeriksaan dokter menghampiri jordhan dan Aiko yang sudah menunggunya di ruang tunggu, ia mengatakan bahwa hasilnya akan diketahui 2 hari yang akan datang dan itu membuat Aiko heran
"Memangnya Ayumi sakit apa dok, Kenapa harus melakukan CT scan?" Ucapnya takut karena Aiko tau dengan pemeriksaan tersebut untuk mengetahui jenis penyakit apa yang diderita pasiennya
"Saya hanya baru menduga, nyonya. Anda jangan terlalu khawatir" Sahut dokter muda tersebut dengan ragu karena melihat ketakutan istri pemilik rumah sakit ini
"Iya tapi apa?" Tanya nya setengah berteriak, pikiran Aiko langsung merambah kemana-mana, ia takut dengan hasilnya
"Sabar sayang, Ayumi kita pasti baik-baik aja" Sela jordhan cepat Menenangkan istrinya yang mulai ketakutan
"Kita tunggu 2 hari lagi"
__ADS_1
_____
Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episodenya, Terimakasih :)