10 HARI

10 HARI
Ep. 9 - Keterlaluan


__ADS_3

Happy reading ya :)


🌻


Rayyan dengan cepat menyimpan helm nya dan langsung meninggalkan parkiran lalu menatap tajam pada Nayla yang menyadari kehadirannya tapi Nayla justru mengabaikannya dan itu membuat Rayyan sedikit kesal


Nayla yang digandeng oleh Billy ke kelasnya pun mengabaikan banyak pasang mata karena melihat king of saint Peterson telah kembali


"Betah banget di Paris ya gak inget pulang?" Sindir Nayla yang membuat Billy semakin gemas melihat gadis yang sedang di gandengnya itu mengerucutkan bibirnya


Billy yang tidak kuatpun mencubit bibir gadis itu sampai ia tertawa, "Mau gue tarik sampe lepas nih bibir, hah?"


"Billy nyebelin!"


Billy Davidson adalah anak dari pemilik yayasan saint Peterson. Orang tua Billy dan Nayla adalah sahabat, makanya Nayla dan Billy begitu dekat karena sejak kecil mereka sudah bersama.



Bahkan kedua orang tua Nayla dan Billy akan menjodohkan mereka jika mereka sudah dewasa nanti tapi tentu tanpa sepengetahuan Nayla dan juga Billy.


Billy segera berlari saat Nayla akan menjambak rambutnya, itu adalah kebiasaan Nayla karena menurut Nayla rambut Billy itu enak buat dijambak haha


Setelah puas bercanda dengan Billy, Nayla hendak kembali ke kelasnya karena sudah pasti kedua sahabatnya sudah menunggunya disana.


"Gue ke kelas dulu deh, loe sana pergi. sakit mata gue liat rambut loe yang minta di jambakin terus!" Usir Nayla seraya mendorong tubuh Billy untuk pergi ke kelasnya, dan itu malah terlihat manis oleh beberapa murid yang sedang nongkrong didepan kelas.


Apalagi saat Billy mengelus pucuk kepala nayla dengan lembut, membuat beberapa murid junior berteriak histeris dalam hatinya


"Belajar yang rajin ya ayumiku, awas kalau nilai loe jelek!"


"Iya Billy ku, loe lupa ya kalau otak gue itu hampir setara dengan Albert Einstein" Ucap Nayla bangga dan membuat Billy senang menggodanya


"***** gue pengen muntah, Ay!" Seloroh Billy seraya memegangi perutnya yang pura-pura mual.

__ADS_1


"Aaaaa, udah loe pergi ah. Sebel gue!"


Billy tertawa tak lama kemudian pergi dengan melambaikan tangannya, "Bye, Ay!"


Setelah memastikan Billy pergi Nayla segera masuk ke kelasnya dan benar saja disana sudah ada dua sahabatnya yang telah menunggunya.


Untuk apa? Tentu saja untuk meminjam buku tugas


"Si Billy udah balik?" Tanya Dita setelah melihat Nayla duduk dan membuka tasnya dan mengambil buku tugas nya


Rima yang melihatnya langsung menyambar, "Thanks, ay!"


"Udah, kayaknya baru sampe kemarin deh" Sahut nayla. Nayla hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Dita dan juga Rima beberut buku milik Nayla, "Buku gue sobek *****!" imbuhnya kemudian yang membuat Dita dan juga Rima menyengir tanpa dosa


Membiarkan kedua sahabatnya yang masih ribut, Nayla mengambil kotak makanan yang ia siapkan untuk laki-laki tampan yang ada dibelakangnya


"Hai gantengku, udah sarapan?" Tanya Nayla seperti biasa so akrab


Mendengus kesal, rayyan yang sedang fokus dengan ponselnya mendongkak menatap Nayla yang entah kenapa hari ini terlihat pucat "Udah!" Sahutnya singkat.


"Yah padahal gue udah siapin ini buat loe" Ucap Nayla sedih "Tapi gak apa-apa, loe makan nanti aja ya kalau loe udah laper lagi" Memberikan kotak dengan warna yang sama seperti kemarin lalu meletakannya di dalam tas rayyan yang ia simpan di atas meja nya


"Gue bilang gue udah sarapan, jadi gue gak butuh ini" Merebut tasnya dan mengeluarkan kotak makanan dan membantingnya ke hadapan Nayla hingga potongan sandwich itu tercecer di lantai


Tersentak kaget karena baru pertama kali ia di bentak oleh laki-laki dan lakilaki itu adalah orang yang dicintainya


Semua murid yang mendengarnya pun ikut kaget dan menoleh pada sumber keributan dan mereka mulai berbisik-bisik


"Gak usah dibanting juga kali Ray, kalau gak mau kan tinggal ngomong. Jangan gitu!" Rima angkat suara karena kesal dengan murid baru itu yang terlihat angkuh dan sombong


Nayla segera memunguti roti yang berserakan itu lalu memasukan kembali ke dalam kotak, ia berdiri menatap rayyan dengan tersenyum


"Gak apa-apa rim, gue juga ko yang salah udah maksa. Maafin gue ya Ray"

__ADS_1


Menatap Nayla dengan aneh, gadis centil itu masih bisa tersenyum setelah ia membentaknya tadi


Nayla duduk kembali di bangku nya, Rima dan Dita menatap tajam pada rayyan yang masih memperhatikan Nayla


Apa gue keterlaluan ya?


Rayyan berdiri lalu meninggalkan kelas dengan hati yang terasa tidak enak dengan gadis centil itu.


🌻


Bel istirahat berbunyi, didepan kelas sudah ada Billy menunggu Nayla untuk di ajaknya ke kantin. Ia rindu mentraktir gadis cantik itu, apalagi saat ia merengek ingin dibelikan ice cream.


"Ay!" Teriak Billy memanggil Nayla yang sedang berjalan bersama kedua sahabatnya, ia menoleh dan tersenyum setelah melihat siapa yang memanggilnya


"Bill" Sahut Nayla melambaikan tangannya dan langsung menghampiri Billy yang sudah berdiri di depan pintu


Billy merebut tangan Nayla yang di gandeng oleh Rima dan juga Dita, "Ayok ke kantin" Ajaknya tanpa menghiraukan keberadaan Rima dan juga Dita.


Mendengus kesal lalu mengikuti Nayla yang sudah di seret oleh Billy, "Buset gak nganggep kita ada tuh cowok, balik dari Paris makin nyebelin aja itu si Billy!"


Mereka berempat sudah memesan makanannya, di meja khusus ke empat penguasa saint Peterson itu terlihat menikmati makan siangnya. setelah selesai Nayla mengeluarkan obat yang diberikan oleh ibu nya tadi pagi membuat Billy Rima dan juga Dita mengerutkan alisnya heran


"Obat apaan tuh?" Tanya Billy seraya merebut botol kecil berwarna putih polos itu, lalu melihat tidak ada keterangan apapun


"Vitamin!" Sahut Nayla singkat lalu menenggak obat yang sudah ada didalam mulutnya


"Tumben loe minum vitamin, biasanya juga engga" Heran Rima karena memang seperti itu kenyataannya


Nayla menutup air mineralnya lalu menyimpannya di atas meja, "Biar otak gue tambah pinter. Siapa tau aja bisa se-Genius si sifa" Seloroh nayla membuat Rima dan Dita tertawa tapi tidak dengan Billy


Billy yang notabenenya adalah anak seorang dokter ia masih curiga dengan obat yang disebut vitamin oleh Nayla.


Dia mengambil 1 kapsul tanpa sepengetahuan Nayla dan menyimpannya dalam jas.

__ADS_1


🌻



__ADS_2