10 HARI

10 HARI
Ep. 5 - 3 R


__ADS_3

Happy reading ya :)


_____


Setelah Nayla sadar jordhan dan Aiko langsung membawa pulang Nayla yang masih terlihat sangat lemah. Meskipun dokter melarangnya pulang tapi Nayla tidak begitu suka berada diruangan serba putih dan beraroma menyengat ini, jadi dengan terpaksa dokter muda itu mengijinkannya pulang


"Aku tuh cuma kecapean, bu. Gak perlu dibawa kerumah sakit gini" Protesnya pada ibu setelah Nayla duduk didalam mobil. Aiko yang duduk disebelah jordhan pun menoleh mendengar keluhan putri nya itu


"Iya sayang, ibu cuma khawatir aja"


Nayla memilih diam, dan tidak berniat menyahutinya lagi, percuma saja ibu memanglah seperti itu. selalu berlebihan.


Keesokan harinya Nayla pergi ke sekolah dengan seperti biasanya, tentu saja hari ini dilalui nya dengan sedikit drama dengan ibunya, Aiko. yang melarangnya untuk sekolah dulu karena masih menghawatirkan keadaan putrinya


Dengan segala jurus keyakinan akhirnya Nayla lolos dan disinilah ia berada, kantin sekolah yang seperti biasanya ramai dengan murid-murid yang sedang sarapan, jajan maupun hanya nongkrong saja.


Mengambil kotak sarapannya dari dalam tas, Nayla dikejutkan oleh kedua sahabatnya yang baru datang


"Dor!" Kaget Dita dengan menepak pundak Nayla yang baru saja akan memasukan roti sandwich nya ke dalam mulutnya


Mendengus sebal lalu mengelus dada nya kaget, "Sialan! Kalau gue mati gimana"


"Mau gue taburin bunga apa bawang goreng diatas kuburan loe, Hah?" Seloroh Rima yang memang terkenal dengan ke bar-barannya


"Bawang goreng aja biar wangi, puas!" Seru Nayla dan ketiga gadis penguasa saint Peterson itu pun tertawa-tawa


Mereka sarapan bersama dikantin dan setelah selesai kelas menjadi tujuan mereka selanjutnya.


Disana sudah ada rayyan dengan memegang ponselnya, apalagi kalau bukan memainkan game nya yang sedang booming itu. Headphone selalu menempel pada telinga nya agar ia fokus mendengar percakapannya bersama sahabat-sahabatnya yang berbeda kelas.


Rayyan memang sedikit tertutup dan tidak mengakrabkan diri dikelasnya, dia lebih memilih menyendiri, tapi bukan berarti rayyan tidak memiliki teman ya. Rio dan juga Reyhan adalah sahabat rayyan yang masih memiliki ikatan darah dengan rayyan.


"Hey ganteng" Sapa Nayla pada rayyan yang terus mengacuhkannya. Nayla mengambil sekotak sandwich yang sudah disiapkannya untuk diberikan pada rayyan.


"Nih" imbuh Nayla yang membuat konsentrasi seorang rayyan terganggu


"Gue off!" Ucap rayyan pada sahabatnya yang sedang melakukan Mabar


Rayyan menatap tajam pada kotak makanan yang diberikan Nayla lalu beralih pada Nayla yang sudah duduk menghadap ke arahnya, "Gue udah sarapan, makasih!" Sahutnya dengan mengembalikan kotak berwarna pink peach itu.

__ADS_1


Mengerucutkan bibirnya sebal, Nayla yang tidak suka di tolak lalu memberikannya lagi pada rayyan dengan setengah memaksa, "Gue udah cape ya bikinin ini buat loe, please diterima, ya ya yaaa?" Mohonnya dengan mengerjap-kan kedua matanya dan sialnya itu terlihat sangat imut Dimata rayyan.


Rayyan menetralkan kembali pikirannya itu lalu mengambil kotak makanan itu dan berdiri, "Oke!" lalu pergi meninggalkan Nayla yang terlihat senang karena rayyan membawa kotak makanan yang diberikannya tadi. Tapi seketika senyumnya musnah saat melihat rayyan membuang kotak itu ke tong sampah yang ada didepan kelasnya dan Nayla buru-buru mengambilnya dengan perasaan yang entah tidak bisa dijabarkan.


Antara marah, sedih, kecewa dan sakit hati.


"Kalau emang engga mau ya engga usah dibuang juga kali" Ucapnya dongkol lalu memberikan kotak itu pada laki-laki cupu entah siapa yang dilewatinya tadi di depan kelasnya


_____


Jam istirahat dimana murid-murid berhamburan ke luar kelas, begitu juga dengan rayyan ia pergi kesebuah taman yang ada dibelakang sekolah nya yang terlihat sepi namun rapih


Dia mendudukkan dirinya di bawah pohon rindang yang terdapat kursi yang telah usang, mungkin sudah lama kursi ini ada jadi terlihat rapuh tapi masih kuat untuk di duduki satu orang saja


Kemudian ia mengambil ponselnya yang ia simpan dalam jas almamaternya dan menghubungi seseorang disebrang sana


Rayyan : Gue di taman belakang nih, loe pada kesini ya


Setelah itu ia memutuskan sambungan telponnya dengan sepihak. ia tidak tau saja disebrang sana Rio mendengkus dengan kesal karena rayyan yang selalu saja menyebalkan dimanapun ia berada.


"Kebelakang kuy, rayyan udah disana" Seru Rio setelah memasukan ponselnya ke saku jas nya dan mengajak Reyhan untuk ikut


"Kenapa disini sih?" Dengkus Reyhan karena dia pernah mendengar kalau taman belakang sekolah itu sempat ada yang bunuh diri dibawah pohon ini. Makanya taman ini menjadi sepi


"Iya nih si rayyan loe gak takut apa!" Timpal Rio yang sedari tadi matanya menyapu kemana-mana


"Gue lagi kesel jadi ketakutan gue ilang seketika!" Sahut sebal rayyan karena melihat kedua Sodara kembar itu hanya protes


"Kesel kenapa sih loe, baru juga 3 hari disini masa mau pindah lagi. gak usah sekolah aja sekalian loe!" Sahut Rio tak kalah kesal. laki-laki yang lebih tinggi dari lada rayyan dan Reyhan pun duduk disalah satu bangku dekat dengan rayyan


"Dikelas gue di gangguin cewek Mulu, mana centil lagi" Ungkapnya yang membuat si kembar terbahak-bahak


"Kenapa kalian ketawa, Sodara loe loe itu lagi kesel malah diketawain!"


"Sampai kapan loe mau nutup hati loe itu Ray, Fiona juga udah engga peduli sama loe kali"


"Betul" Sela Reyhan cepat


lalu Rio kembali melanjutkan ceramahnya, "Loe liat kan dia aja happy happy aja sama si Leon"

__ADS_1


"Betul" Sela Reyhan lagi


"Udah deh, lupain dia dan buka hati loe buat cewek lain" Imbuhnya kemudian yang membuat Rayyan berpikir sejenak. ada benarnya juga apa yang dikatakan Rio tadi.


"Betul"


"Loe dari tadi cuma betul betul betul doang, gue curiga loe ada golongan darah sama si Ipin!" Ucap Rio dengan menoyor kepala Sodara kembarnya itu


"Iya, elo upin nya!"


Akhirnya rayyan tertawa melihat si kembar seperti biasa akan ribut jika di tengah-tengah mereka ada rayyan


"Emang cewek centil itu siapa sih?" Tanya Reyhan begitu penasaran dengan gadis yang dimaksud oleh rayyan


"Seinget gue sih namanya Nayla atau apalah gue lupa" Sahut rayyan yang membuat Rio dan juga reyhan tersedak secara bersamaan


"Nayla Ayumi khansa?" Ulang Rio dengan menyebutkan kepanjangannya


Rayyan yang sedang meminum air nya pun menoleh dan menanggukan kepalanya mantap, "Nah itu, si Sassy girl"


"Gila, queen of saint Peterson. Selalu juara umum, si otak emas kebanggaan sekolah kita, juara umum sains di Amerika dan orang ke 3 terkaya se-Asia" Decak bangga Rio menjabarkan tentang seorang Nayla Ayumi khansa


Rayyan melihat Sodara nya itu, rupanya si Sassy girl itu berpengaruh juga disekolah ini. rayyan pikir gadis itu terkenal karena kecantikannya saja


"Hapal banget loe!" Seru rayyan pada Rio yang begitu tau tentang gadis itu


"Ya siapa yang engga kenal sama Nayla Ayumi khansa yang begitu di dambakan menjadi pasangan di fromnight nanti" Sela Reyhan cepat, sejujurnya dia juga ingin menjadi pasangan seorang Nayla nanti tapi dia cukup sadar diri karena itu semua tidak mungkin apalagi harus bersaing dengan Billy anak pemilik sekolahan ini yang naksir berat dengan Nayla


"Gue engga tertarik tuh!" Sahut rayyan yang mulai berdiri lalu melenggang pergi meninggalkan Rio dan juga Rayhan yang masih duduk


"Woy, maen ngeloyor aja tuh anak. Tungguin kek!"


Ini si kembar Rio dan Reyhan



_____


Bersambung dulu yaa

__ADS_1


Berikan cinta kalian dengan meninggalkan like disetiap episode nya, Terimakasih :)


__ADS_2