1000 Hari

1000 Hari
END-


__ADS_3

ia keluar dari mobil, mengeluarkan sebatang rokok, lalu menghisapnya, lantas ia bertanya pada Sri, yg kebingungan


"Sri, awakmu wes ngerti kan, sak iki, sopo iku Atmojo" 


(Sri, sekarang, kamu mengerti kan siapa keluarga Atmojo)


Sri mengangguk,


"tapi opo awakmu yo ngerti sopo iku keluarga Kuncoro"


(tapi apa kamu mengerti siapa itu keluarga Kuncoro)


Sri terdiam memandang Sugik,


"aku ngerti"


"aku biyen kerjo nang keluarga Kuncoro, sak durunge, keluarga iku wani nentang Atmojo, aku eroh kabeh, yo opo, siji gal siji, keluarga iku mati, loro kabeh, sampe onok sing bunuh diri, tapi, sing gak di erohi ambek keluarga kuncoro iku"


(dulu, aku bekerja di keluarga Kuncoro, sebelum keluarga itu berani menentang keluarga Atmojo, saya tahu semuanya, bagaimana keluarga itu di bantai satu persatu dengan penyakit yg aneh, sampai ada yang bunuh diri, tapi ada yg tidak di ketahui oleh keluarga Kuncoro"

__ADS_1


Sugik diam,


"aku sing nandur Pasak jagor nang omahe keluarga Kuncoro, aku sing berkhianat nang keluarga iki, aku wedi Sri, sampe sak iki, nek iling iku, aku kudu nangis"


(aku yg menanam Pasak Jagor di rumah keluarga Kuncoro, aku yg berkhianat pada keluarga ini, aku takut Sri)


(bila ingat itu saya ingin menangis rasanya)


"mbah Tamin sing mekso, nek igak, anak bojoku bakal nerimo kirimane" (mbah Tamin yg memaksaku, bila tidak, anak isteriku yg akan menerima kiriman dari beliau)


Sri tidak habis pikir, sekarang, kepingan puzle itu selesai sudah.


bapak pergi keluar untuk memeriksa, namun, ia tidak kunjung kembali. Sri pun pergi memeriksanya


ia mendapati bapak memegang sebuah kresk hitam besar, mata bapak melotot kaget, melihat isi kresek itu, ketika Sri merebutnya, ia langsung tahu apa itu.


Uang, 


Uang yg memenuhi kantung kresek itu, barusaja di tinggalkan atau sengaja di tinggalkan di rumah ini..

__ADS_1


melihat itu, Sri lantas membawa uang itu, bapak coba menghentikan Sri namun, Sri keras kepala, ia membuangnya ke pembuangan sampah, mengatakan kepada bapak agar tidak mengambilnya lagi, bila tidak ingin, ia terjerat lagi dalam lingkaran keluarga Atmojo.


sampai disini, gw akhiri saja cerita ini, 3 narasumber itu, sebenarnya memang salah satunya adalah Sri, namun, 2 narasumber lain adalah beberapa orang yg mengaku tahu, cara kerja ilmu hitam seperti ini, bahkan nama angon (peliharaan) itu juga gw ganti, karena konon,


sedikit sulit menggambarkan penggambaran sebenarnya dari angon (peliharaan) ini,


yg paling gw inget dari ucapan mbak Sri adalah, 


"kabeh wong gede paling yo podo nduwe cekelan, gak usah kaget"


(semua orang besar di negeri ini, pastilah punya pegangan jadi tidak usah kaget)


"nek igak, yo gampang gawe matenine"


(kalau tidak, ya mudah buat cara matiin dia)


saya pikir, cerita ini adalah cerita tergila yg awalnya saya dengar dari tukang pijit, sampai setelah mendengarnya langsung, saya langsung merasa bahwa cerita ini akan bagus bila saya angkat


saya tidak tahu harus ngomong apa sebagai penutup, karena kalau ingat ini, rasanya saya cuma miih diam saja, yang jelas, apa yang kamu lakukan di dunia kelak akan di pertanggungjawabkan, karma itu ada.

__ADS_1


__ADS_2