101 Hari Menaklukkan Hati Pria Dingin

101 Hari Menaklukkan Hati Pria Dingin
eps~22


__ADS_3

~seoul,korea selatan


Jam menunjukkan pukul 3.30 waktu setempat


Ha joon tiba dibandar udara internasional incheon bandara terbesar dikorea selatan


Dreettt. . .dreettt. . . handphone ha joon bergetar


Ia mengeluarkan handponenya dari dalam tas,ada panggilan masuk dari nomer asing


"Nomer tidak dikenal"


"Hallo"


Suara terdengar dari balik telpon,terdengar sangat gagah


"Joon nanti ada anak buah saya yang menjemput kamu,welcome to home"


"Iya"


Dari ke jauhan terlihat seseorang melambaikan tangannya kepada ha joon ,ia memegang kertas yang bertuliskan HA JOON . ha joon berjalan menuju orang tersebut


"Tuan"


"Hemm"


"Mari tuan"


Ha joon mengikuti orang tersebut


Di dalam mobil mereka hanya berdua


Hening


"Hemm,Apa perjalanan kita masih jauh?"


"Sebentar lagi kita sampai,maaf tuan saya lupa memperkenalkan diri . perkenalkan saya ji hu,tuan besar selalu bercerita tentang anda"


"Hemm"

__ADS_1


"Astaga anda mirip sekali dengan tuan besar" batin ji hu


Pemandangan yang sangat indah banyak gedung-gedung tinggi,orang-orang berlalu lalang.


"Ji hu bisa berhenti sebentar"


"Baik tuan"


Ha joon mengeluarkan handphonenya dari saku celana


Ckreek


Ha joon mempotret bunga yang bertebaran dijalanan ia mengirimkan nya kepada fayra


"Jalan"


"Hahahaa"


"Hemm kenpa kamu tertawa?"


"Maaf tuan"


Ji hu turun dan membukakan pintu mobil untuk ha jon


"Tuan kita sudah sampai" ucap ji hu


"Terima kasih"


Didepan pintu ha joon sudah disambut oleh tuan rumah


"Kekek" ha joon memeluk seseorang laki-laki paruh baya


"Cucu kakek sudah besar,ayo masuk"


Ha joon terkagum-kagum dengan isi rumah sang kakek banyak barang-barang antik yang terpajang sangat rapi


"Wawwww" batin ha joon


Jung hee adalah ayah dari ibunya ha joon yang berarti jung hee adalah kakeknya ha joon

__ADS_1


Laki-laki paruh baya walaupun begitu ia masih terlihat masih sangat gagah dan wajahnya yang awet muda,jung hee adalah seorang pengusaha terkenal dikorea selatan,istrinya sudah lama meninggal saat melahirkan ibunya ha joon


"Kamu sangat mirip dengan ibumu" jung hee mengelus kepala ha joon


Tanpa ia sadari butiran-butiran air menetes dengan sendirinya


"Kakek tidak apa-apa?"


"Hahaa kakek cuma rindu dengan putri kakek"


Jung hee hanya memiliki satu anak yaitu sang hee ibu ha joon


"Kakek mari saya antar kekamar"


"Tidak usah kakek bisa sendiri,kamu istirahat sana pasti sangat capekkan habis perjalanan jauh,ji hu. . ."


"Iya tuan" ji hu


"Tolong kamu antar ha joon kekamarnya"


"Baik,mari tuan muda saya antar kekamar"


"Hemm"


Kreek . . .pintu terbuka


"Silakan tuan muda,saya permisi"


"Heh tunggu"


"Iya tuan kenapa?"


"Jangan panggil saya tuan,panggil saja ha joon"


"Baik tuan eh ha joon saya permisi"


Ji hu adalah tangan kanan jung hee,ji hu hidup sebatang kara bahkan ia tidak tau orang tuanya ada dimana. dulu sewaktu kecil ji hu dititipkan dipanti asuhan. jung hee sudah menganggap ji hu seperti cucunya sendiri dulu ia menemukan ji hu dipanti asuhan karna saat itu jung hee sangat kesepian lalu ia mengadopsi ji hu .


ji hu pria yang baik,tampan,penurut dan sopan ia selalu menuruti perintah jung hee.

__ADS_1


__ADS_2