101 Hari Menaklukkan Hati Pria Dingin

101 Hari Menaklukkan Hati Pria Dingin
eps~29


__ADS_3

Plak


Tangan fayra tiba-tiba melayang ke pipi mulus ha joon


"Aaah" (memegang pipi)


"Ternyata bukan mimpi,maaf"


"Tidak apa-apa" sambil memegang pipi


"Mana yang sakit?"


Fayra mengelus-elus wajah ha joon,seketika mata keduanya bertemu


"Miss you so much" ucap ha joon


Cup


Huaaaaa


Hiks. . .hiks


"Oppa" tersedu-sedu


Fayra memukul-mukul dada ha joon


"Hehee,sorry" ucapnya tanpa bersalah


"Oppa tau tidak aku sangat sangat sangatttttt merindukan oppa"


Ha joon memeluk fayra


Fayra menatap lekat ha joon


"Oppa kapan pulang??? Kenapa tidak mengabari ku dulu"


"Kemarin sore,apa aku membuatmu takut?"


"Huhuuu tak kirain tadi penculik" hahaa


"Aaah badanku terasa sakit semua karna ulahmu" wajah yang pura-pura sedih


"Hehee oppa sih bikin orang ketakutan,datang pun tiba-tiba mana pakai topeng lagi. kok oppa tau kalau aku tidak ada dirumah bisa-bisanya nungguin sampai tengah malam begini"


"Hahaa rahasia"


"Aisss"


Keduanya menghabiskan malam bersama dengan bercerita kadang bercanda juga.


Jam menunjukan pukul 1.30 malam


Hoaammmm


"Oppa aku ngantuk" fayra menyandarkan kepalanya dibahu ha joon

__ADS_1


"Ayo aku antar kamu masuk kedalam rumah,kamu harus istirahat"


"Tidak usah aku tidur disini saja"


"Baik lah"


Ha joon merapikan rambut fayra yang berantakan,ia menatap gadis itu lekat


"Aku mencintaimu,sangat mencintaimu"


Tidak lama kemudian gadis itu tertidur dan ha joon pun merasa sangat ngantuk dan akhirnya ia pun ikut tertidur


Jgerrr. . .jgerrrrr. . .


Byurrrr tiba-tiba hujan turun sangat deras langit yang tadinya terang menderang dengan bertaburan bintang-bintang seketika menjadi gelap


***


RUMAH


Tak tak tak. . . Suara langkah kaki seseorang


Kreekkk. . . Pintu kamar dibuka


Laki-laki itu mendekat kearah tempat tidur


"Dia belum pulang" ucapnya dalam hati


Kreekkk. . . Pintu kamar ditutup


Roy mondar mandir seperti setrikaan ia khawatir karna anak gadisnya blum juga pulang,ntahlah kanapa laki-laki paruh baya itu tiba-tiba berubah biasanya ia tidak peduli dengan fayra


"Ahhh"


Sesekali ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya,ia mengeluarkan handphone dari saku celana ,sepertinya ia terlihat sedang menelpon seseorang.


~Nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif~


"Kamu dimana sayang? jangan buat papa khawatir maafkan papa karna selama ini papa kurang memperhatikan mu"


Jam menunjukan pukul 2.00 malam


Hoaaammmm


"Mataku sangat berat"


Roy kembali kekamarnya


***


Fayra menoel-noel pipi ha joon


"Hehee gemes sekali"


"Hemm" Ha joon membuka kedua matanya

__ADS_1


Fayra tersenyum pada ha joon


"Morning"


Tiba-tiba ha joon memeluk fayra


"Love you" berbisik ditelinga fayra


Plak. . .fayra memukul pelan dada ha joon


"Oppa aku susah nafas"


"Maaf hehee"


Suasana tampak hening


"Hemm,fay apa kamu hari ini sibuk?"


"Tidak,kenapa oppa?"


"Aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang"


"siapa oppa?"


"Seseorang yang sangat berarti dalam hidupku"


"Baiklah"


"Aku akan menjemputmu"


Ha joon berpamitan pulang,ia harus mempersiapkan tempat buat pertemuan nanti.


Tidak terasa hari sudah semakin sore warna jingga dilangit sangat indah,ha joon terlihat sangat gugup karna hari ini adalah hari istimewa untuknya


"Aiss" mengacak-ngacak rambut


Tiba-tiba ada tangan yang menepuk bahu ha joon. Ha joon menoleh kebelakang


"Kakek" ucapnya gugup


"Haha wajar kalau kamu gugup ini sudah biasa terjadi"


Wajah ha joon memerah ia merasa sangat malu karna digoda kakeknya


"Kenapa wajahmu memerah begitu?"


Ha joon hanya menunduk


"Ahh sial" ucapnya dalam hati


"Joon apa kamu sakit?" ucapnya khawatir karna tak ada jawaban dari ha joon


"Aku baik-baik saja kek"


"Ahh syukurlah"

__ADS_1


__ADS_2