
~
Cafe
"Hai"
Seseorang melambaikan tangan
"Kalian udah lama menunggu,sorry tadi kena macet"
"Lumayan" ucap angga datar
"Hahaa sorry,kali ini gw bakal traktir lo semua"
"Hah gw ga salah dengar" ucap nayla kaget
"Ga lah"
Nayla memegang kening fayra
"Lo ga lagi kesambet kan fay?"
"Astagaa apaan sih" ucap farya kesal
"Sorry sorry gw cuma heran tumben-tumbenan lagi banyak duit lo hahaa"
"Kalian mau makan apa tinggal pilih"
"Wih makan enak kita malam ini,lo serius kan?" angga
"Hemmm"
Angga dan nayla sibuk membolak-balikan buku menu
Nayla mengangkat tangannya
Waiter pun datang
"Mau pesan apa kak?"
Nayla menunjuk dibuku menu
"Ada lagi yang mau dipesan?"
"Udah cukup"
"Tunggu sebentar ya kak"
"Oke"
30 mnt kemudian makanan mereka pun datang
"Gaes gw mau cerita"
"Apa" jawab angga yang antusias
"Kalian lanjut aja makannya cukup dengerin gw"
Hufssss . . .fayra tampak bingung mau cerita mulai dari mana
"Gaes gw dijodohin"
Uhuk. . .uhuk
__ADS_1
"What" nayla kaget
"Serius lo fay?" tanya angga
"Apa wajah gw terliat sedang bercanda? Kalian tau ga gw dijodohin dengan siapa?"
"Mana kita tau,emang sama siapa? Jangan bikin penasaran deh" coloteh angga
"Gw dijodohin dengan raka sepulu lo nay"
Nayla yang sedang menikmati makanannya tiba-tiba sendok yang ia pegang jatuh ke lantai
Ting
"Apaaaa!!! Raka? Kok bisa"
Angga terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut fayra barusan
"Bagus dong hahaa" ledek angga
"Ternyata bokapnya raka rekan bisnis bokap gw"
Huaaaaaa
"Gimana ini? gw ga mau" hiks . . .hiks
Nayla memeluk fayra
"Fay gw bakal bantuin lo supaya perjodohannya batal"
"Gw juga" ucap angga
"Makasih gaes"
"Fay lo yakin mau pulang sendiri, ini udah malam banget mending barang kita"
"Ya elah lo kek baru kenal gw aja hahaa"
"Eh lo kan pembalap biasa keluyuran" angga
Fayra melambaikan tangan
"Gw duluan . . .bye"
"Hati-hati jangan ngebut"
Dalam perjalanan pulang
"Nay"
"Apa?"
"Raka ga kasih tau lo tentang perjodohan itu"
"Ga dia ga pernah cerita masalah pribadinya,jangan sampai raka nerima perjodohan ini gimana nasib percintaan fayra dan ha joon"
"Semoga ya"
***
Brumm. . .brumm. . .suara mobil
Fayra turun dari mobil
__ADS_1
Kreeek . . .pintu dibuka
"Untung ga dikunci" ucap fayra dalam hati
Suasana rumah sagat gelap,saat fayra melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tiba-tiba ada seseorang yang manarik tangannya keluar orang itu memakai topeng mengenakan pakaian serba hitam
"Awww" teriak fayra
Dengan cepatnya orang tersebut langsung menggendong fayra
"Hei kamu siapa? Lepas"
Fayra memukuli tubuh orang tersebut
Plak. . .plak. . . .
Orang tersebut tak menghiraukan gadis yang sedang digendongnya
"Tolong. . .kau mau membawaku kemana? Lepas!"
Gadis itu meronta-ronta
Huaaaa
"Papaaaa tolong. . .fayra diculik" hiks hiks
"Papa kemana sih?anaknya dalam bahaya kek gini" ucapnya dalam hati
"What kamu bilang aku penculik" batin orang tersebut
Bib. . .bib . . Suara klason mobil
"Hei kau mau membawaku kemana?"
Fayra terlihat pucat tubuhnya bergetar ia sangat takut ia teringat berita ditelevisi akhir-akhir ini marak penculikan,penjulan organ manusia.
"Apa aku akan dimulilasi terus organku dijual" batin fayra
Huaaaa. . .huaaaa. . . Fayra menangis histeris
Fayra dibawa masuk kedalam mobil,fayra duduk disamping orang tersebut
"Hei kau siapa? Kenapa kau lakukan ini kepadaku?"
Orang itu hanya diam tak mengeluarkan satu kata pun
"Apa kau bisu" ucap fayra kesal
Orang tersebut mendekati fayra wajahnya cuma berjarak 5 cm dari wajah fayra
"Fay aku kangen banget sama kamu" batinya
Deg. . .
"Jantung gw" batin fayra
Fayra mendorong tubuh orang tersebuat agar menjauh darinya
"Lo mau ngapain?"
Tiba-tiba orang tersebut membuka topengnya,mata fayra membulat sempurna matanya berkaca-kaca
"Ha joon" ucapnya lirih
__ADS_1