
5 jam berlalu akhirnya mereka sampai ditujuan diperkampungan yang jauh dari gemerlapnya kota,suasananya masih sangat asri. fayra angga dan nayla tertidur hanya raka yang masih segar matanya.
Jam menunjukkan pukul 00.30 wib
Mobil berhenti didepan rumah yang sederhana tapi kelihatannya sangat nyaman
"Nay bangun kita sudah sampai" raka membangunkan sepepunya itu
"10 mnt lagi"
Raka turun dari mobil ia berjalan menuju rumah yang ada didepan mereka
Tok tok tok
"Assalamualaikum"
Tok tok tok
"Waalaikumsalam"
Kreeek. . .
"Ma"
"Kamu sudah pulang? nayla mana? katanya dia ikut"
"Masih didalam mobil,nayla tidur ya udah aku tinggal aja"
Plakk . . .
"Aawww sakit ma"
"Bangunin sana dasar anak nakal,mama tunggu didalam"
"Iya"
Raka kembali ke dalam mobil
"Nayla,angga,fayra bangun kita sudah sampai"
Tidak ada respon
"Tolong kebakaran" teriak raka
Mereka pun bangun
"Mana?"
"Hoaammmm"
Brukk. . angga terjatuh saat hendak membuka pintu mobil
"Aarrggh"
"Hahahaa,ayo turun kita sudah sampai"
"Sialan lo" ucap nayla
Nayla menoleh kebelakang dilihatnya fayra masih tertidur
"Fay . . .fay bangun yok kita sudah sampai" nayla mengoyang-goyangkan tubuh fayra
__ADS_1
Fayra mengucek matanya
"Kita sudah sampai?"
"iyaa"
Nayla dan raka masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam,keponakan tante"
Disusul oleh angga dan fayra
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam,eh ada tamu siapa gadis cantik ini?"
"Tante ini sahabat nayla,ini fayra dan angga"
"Ohh saya lili mamanya raka"
Lili sudah menyugukan makanan dan minuman buat mereka
"Mari silakan duduk,tante udah buatin kalian minuman"
"Terima kasih tente"
Hari sudah semakin larut karna didekat pegunungan cuacanya sangat dingin,mata gadis itu enggan terpejam ia terlihat gelisah sementara gadis disampingnya tertidur sangat pules
Zzz. . .
Fayra merasa tenggorokan nya sangat kering
"Nay. . .nay. . "
"Emmmm"
"Gw haus temenin gw cari minum yok"
"Aelah tinggal kedapur aja lo,gw ngantuk fay"
"Dapurnya sebelah mana?"
"Tanya raka"
"Ogah"
Fayra turun dari ranjang ia berjalan keluar mencari dapur,dilihatnya angga tidur disofa depan kamar.
fayra menoel-noel pipi angga
"Anggaaaaaaa"
"Apaan sih" ucapnya kesal
"Temanin gw" ia menarik tangan sahabatnya itu
"Mau kemana?"
"Kedapur"
__ADS_1
"Males ah lo sendirian aja"
Angga kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa
"Hoaaaaam"
Dibalkon terlihat seseorang pria sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi
"Sudah berapa lama aku seperti ini,aahhh"
Ia teringat masa lalu yang menurutnya sangat menyedihkan,tatapannya kosong. samar-samar ia teringat sosok wanita yang pernah ada dihidupnya wanita yang dulu ia sangat cintai dan wanita itu juga yang mengkhianatinya.
Brukk. . .
"Brengsek cwek sialan" ucapnya kesal
Tiba-tiba listrik mati diiringi dengan suara petir
jgeer . . .
"Aaahhhhhhh"
Fayra menutup matanya ia sangat takut
Hiks. . .hiks
Raka yang kaget berlari kesumber suara
Tak tak tak. . .suara langkah kaki mendekat
"Siapa itu? jangan-jangan hantu" ucapnya dalam hati
Dengan senter ditangannya ia melihat seorang gadis berjongkok tubuhnya gemetar. raka berjongkok dan memegang pundak gadis itu
Deg
Fayra membuka matanya
"raka"
Fayra memeluk raka
Hiks. . .hiks
Dag dig dug jantung raka berdetak tak karuan,raka merasakan ada yang aneh dengan dirinya
"Ahhh jantung gw" batin raka
"Lo kenapa?"
"Gw takut" semakin erat fayra memeluk raka
"Hahahaa ternyata lo bisa takut juga,fay gw susah nafas"
"Sorry"
Raka membantu fayra berdiri
Jgeer. . .
"Lo ngapain berkeliaran tengah malam begini?"
__ADS_1
"Gw haus makanya gw kesini"
Raka mengajak fayra duduk dibalkon sambil menikmati suasana pedesaan