
Fayra terdiam ia sangat kecewa dengan roy karna tidak memberi tahunya terlebih dahulu tentang perjodohan ini
Raka sedari tadi memperhatikan fayra mentapnya lekat
"Sangat cantik" ucapnya dalam hati
Fayra yang memakai dres berwarna putih dipadu padankan dengan make up yang natural telihat sangat anggun
"Hemm apa calon mantu papa terlihat sangat cantik" bisik andi
Raka yang tersadar dari lamunannya karna bisikan andi
"Hehee sangat cantik pa" ucapnya malu-malu
Tidak lama kemudia anna dan cella pun datang,anna duduk disamping roy dan cella duduk disamping fayra yang berhadapan dengan raka
Cella memperhatikan raka dari ujung kaki sampai ujung kepala
"Tampan" ucapnya dalam hati
"Hai jeng,maaf tadi saya ada urusan sebentar"
(Cipika cipiki)
"Ah tidak apa-apa jeng"
Fayra berdiri ia duduk disamping raka cella menatap mereka sinis
"Gatel banget jadi perempuan" batin cella
Sementara para orang tua sibuk dengan urusan perjodohan raka dan fayra mereka terlihat sangat bahagia
"Saya tidak pernah menyangka kita bakal jadi besan pak roy"
"Haha saya pun begitu,saya sangat bahagia"
Raka heran dengan sikap fayra biasanya gadis itu sangat jutek kepadanya selalu ngajakin ribut kali ini ia sangat manis kapada raka
"Udah ga sabar lo haha" ucap raka
Plakk. . .fayra memekul tangan raka
"Jangan ke gr an deh,siapa yang mau dijodohin sama lu kalo gw mah ogah"
"Hahaa"
"Gw mau ngomong sesuatu"
Fayra berdiri ia menarik tangan raka
"Hemmm. Papa tante lili dan om andi saya permisi dulu" ucap fayra
"Astaga calon mantu,jangan buru-buru dong hahaa" ledek andi
__ADS_1
"Papa" ucap raka
Fayra mengajak raka duduk ditaman samping rumah
"Ka . . .gw mau jujur sama lo sebenarnya gw udah punya pacar gw harap lo menolak perjodohan ini" memasang wajah melas
"Hemm"
"Plis gw mohon"
Raka memegang tangan fayra
"Jangan khawatir gw bakal lakuin yang lo mau,gw bakal nolak perjodohan ini"
"Makasih,semoga lo ketemu dengan orang yang tulus mencintai lo"
"Tapi gw cintanya sama lo,kenapa sih fay? Apa tidak ada lagi tempat buat gw" ucap raka dalam hati
Hari sudah menjelang sore keluarga raka berpamitan pulang
"Kami permisi dulu pak roy semoga niat baik kita ini tidak ada halangan"
"Aamiin semoga ya pak andi"
Lili mendekati fayra tiba-tiba wanita itu meneteskan air mata,fayra memeluk lili
"Tante kenapa menangis?" tanya fayra
Ia memegang pipi gadis yang ada dihadapannya saat ini
"Tante harap kamu tidak menolak perjodohan ini fayra,tante ingin yang mendampingi raka adalah kamu" batin lili
"Nanti kita atur jadwal biar bisa lama mengebrolnya" ucap andi
"Hahaa siap" roy mengacungkan kedua jempolnya
Keluarga raka pun pergi meninggalkan kediaman roy
Cella merasa kesal ia tidak suka meihat fayra dijodohkan dengan raka
"Seharusnya aku yang dijdohkan dengan laki-laki tampan itu,awas lo fayra" batin cella
"Mama" cella merengek
"Ada apa sayang"
"Bilangin om roy biar cella saja yang dijodohkan dengan raka"
Anna kanget dengan permintaan putrinya
"Sayang kan banyak laki-laki yang jauh lebih dari dia,sepertinya mereka tidak selevel dengan kita" ucapnya sombong
"Ga mau pokoknya aku mau raka!"
__ADS_1
"Iya nanti mama bilangin,kalo perlu mama bujuk"
"Mama pokoknya yang terbaik"
"Fay gw bakal rebut semuanya dari lo,gw ga bakal biarin lo bahagia" ucapnya dalam hati
~
"Aaaah" fayra menjatuhkan tubuhnya diatas kasur
"Semoga raka menepati janjinya"
Fayra mengambil handponenya diatas nakas
ULAT BULU
FAYRA DZIKRA
"Bestieeeee"
5 mnt 10 mnt blum ada balasan chat
Ting
ANGGUN MANJALITA
"Apa we?"
FAYRA DZIKRA
"Miss you hahaa"
NAYLA
"Pesmisiiiii numpang lewat"
ANGGUN MANJALITA
"Miss you to"
"Awas nyungsep"
NAYLA
"Gaes kalian sibuk ga? Ngopi yuk ditempat pavorit kita hahaa,gw bete dirumah"
FAYRA DZIKRA
""Yukk sekalian ada yang gw mau ceritain sama kalian"
ANGGUN MANJALITA
""Gaskeun"
__ADS_1