3 Tuan Muda Yang Dingin

3 Tuan Muda Yang Dingin
Don't Be Like That 2


__ADS_3

"Taman ini benar-benar indah Shikamaru!" ucap Ino


"Ya..Mamaku bilang, sesuatu yang enak dilihat,juga akan juga akan berdampak besar pada seseorang." jawab Shikamaru


Ino tersenyum,saat hendak memetik salah satu bunga yang ia puji tadi. Tapi,dia melihat salah satu bunga yang tidak asing dengan masa lalunya. Ino mengambil bunga itu. Shikamaru yang melihat Ino memetik bunga itu,langsung tersenyum


"Apa kau menyukai yang itu? kalau kau suka,kau bisa mengambilnya!" ucap Shikamaru


Ino menunduk sambil memegangi bunga itu


"Apa kau tau sesuatu tentang hubungan ku dengan bunga ini Shikamaru?" tanya Ino membalikkan badannya menghadap Shikamaru sambil memegangi bunga itu


"Hm? apa maksudmu?" Shikamaru tidak tau apa yang dimaksud Ino


Ino duduk di bangku taman sambil memegang bunga itu. Shikamaru mengikuti Ino dan duduk di dekatnya


"Apa kau membenci bunga Lily ini?" lanjut Shikamaru


"Bunga ini adalah simbol bagiku. Aku dan dia maksud ku." lirih Ino


Shikamaru tidak mengerti,apa yang sebenarnya Ino katakan


"Maksudmu?" tanya Shikamaru


"Hanya karena salah paham,dia meninggalkanku. Wanita sialan itu penyebabnya. Hm..aku tak tau tentang diriku saat ini Shikamaru! aku mencoba untuk melupakan kejadian dengan Karin saat di kantin, tapi...benakku masih belum terima!" ucap Ino sambil mengelus lembut kelopak bunga Lily yang ia pegang


"Apa kau masih menginginkannya?" tanya Shikamaru agak kesal


Ino menatap Shikamaru


"Siapa?" tanya Ino


"Orang yang telah direbut oleh wanita itu." jawab Shikamaru masih agak kesal


'Apa Shikamaru cemburu? tapi kenapa?! dia bahkan tidak mempunyai perasaan padaku kan?' tanya batin Ino


"Maksudmu,Sai?" tanya Ino


Shikamaru hanya diam


'Kenapa aku menanyakan hal itu?' batin Shikamaru


"Tentu saja tidak! aku hanya masih belum terima saja,semua yang telah dilakukan oleh Karin. Dia hanya memanfaatkan laki-laki! aku.. hanya kasihan pada Sai,yang menjadi korban dari Karin." ucap Ino


Shikamaru menatap Ino


"Jadi,kau tidak punya perasaan lagi dengan mantan pacarmu itu? lalu,apa maksudmu dengan bunga ini?" tanya Shikamaru sambil menunjuk kearah bunga Lily itu


"Aku tidak mau dan tidak akan pernah kembali menerimanya sebagai apa-apa ku lagi! dan.. Soal bunga ini..bunga ini adalah bunga yang pernah Sai berikan padaku. Saat dia menembak ku,dia memberikan sepucuk surat dengan didampingi oleh bunga ini. Dan,saat aku putus dengannya,bunga ini juga sebagai saksi akhir hubungan kami!" jawab Ino

__ADS_1


Shikamaru benar-benar tidak percaya dengan apa yang Ino katakan


'Ternyata...bunga ini yang membuatmu sedih kembali?' tanya batin Shikamaru sambil menatap sedih kearah Ino


"Bunga ini indah,tapi sayang... terlalu banyak madu di dalamnya. Madu itu terasa manis, saking manisnya,saat aku terlalu lama menikmatinya, akhirnya aku merasakan pahitnya juga" lanjut Ino


"Jadi,apa kau membenci bunga ini?" tanya Shikamaru


"Dulu,aku sangat membenci bunga ini. Bahkan taman belakang rumah ku,harus aku hancurkan. Tapi..." jawab Ino di jeda


"Tapi apa?" tanya Shikamaru


"Tapi,saat aku melihat bunga ini tumbuh di pekarangan tempat tinggal mu,mood jelek ku langsung hilang! sepertinya bunga ini tidak terlalu buruk!" lanjut Ino sambil tersenyum


"Hm..kau itu aneh!" ucap Shikamaru sambil mengetuk pelan jidat Ino


"Hihi..kenapa? memang iya kok!" jawab Ino


"Bunga ini seperti dirimu Ino! kau bilang dia manis saat kau pertama kali menikmatinya bukan? tapi lama kelamaan,terasa pahit. Semua itu seperti perjalanan bunga ini! kau tau?" ucap Shikamaru


"Hm? tidak! maksudmu?" tanya Ino sambil mengangkat sebelah alisnya


"Dia butuh proses agar bisa tumbuh menjadi bunga. Bunga yang ku pegang ini,sudah mekar. Jika kau bilang manis tapi pahit,itu adalah hubunganmu! kau masih dalam proses pertumbuhan waktu itu. Memang banyak rintangan,tapi jika kau sudah niat,pasti akan terwujud! seperti bunga ini,butuh waktu untuknya agar bisa seperti ini." jawab Shikamaru


Ino menatap Shikamaru dan sedikit membulatkan matanya. Dia mulai memikirkan tentang ucapan Shikamaru tadi


"Hm? kau tak perlu menghiraukan omonganku tadi Ino! jangan sedih. Dia yang akan menyesalinya nanti!" ucap Shikamaru


Ino kini merasa,sangat sedih. Bagaimana tidak sedih,Sai yang telah meninggalkannya dan meninggalkan luka,seakan muncul kembali


'Shikamaru...kau itu sebenarnya siapa?' tanya batin Ino sambil menatap sendu kearah Shikamaru


Shikamaru tersenyum saat Ino menatapnya


"Jangan menangis Ino! kau itu orang yang baik. Sai akan menyesal telah meninggalkan wanita sebaik dirimu!" ucap Shikamaru sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Ino


"Shikamaru.." lirih Ino lalu menyandarkan kepalanya di dada Shikamaru


Awalnya Shikamaru kaget, tapi dia merasa jika Ino butuh teman curhat seperti dirinya


'Kenapa aku selalu nyaman denganmu Ino?' tanya batin Shikamaru sambil mengelus rambut panjang Ino


"Ada apa?" lirih Shikamaru


"Terimakasih!" lanjut Ino


"Hm..tidak masalah! aku senang bisa membantu mu Ino!" jawab Shikamaru


'Kenapa jantungku berdetak kencang ya?' batin Ino

__ADS_1


'Apa yang harus aku lakukan? kenapa aku merasa,sangat nyaman dengan Ino?' batin Shikamaru


"Ino? apa,aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Shikamaru sambil memegang pundak Ino


"A-ada apa?" tanya Ino dengan pipi memerah


'Sial! bagaimana jika dia tak menyukaiku?' batin Shikamaru


Saat Shikamaru hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba Sakura dan Sasuke datang


"Ino,ayo pulang! ini sudah hampir siang!" ucap Sakura


Ino dan Shikamaru kaget dengan kedatangan dua makhluk tak diundang itu


"I-iya!" jawab Ino


"Ano.... Shikamaru,kita lanjutkan besok pagi saja ya!" lanjut Ino


"Iya! apa kalian akan pulang jalan kaki?" tanya Shikamaru


"Tidak apa-apa! rumah kami tidak terlalu jauh dari sini!" jawab Sakura


"O, baiklah!" ucap Shikamaru


"Mari kita pulang bareng!" ucap Hinata yang tiba-tiba muncul


"Naruto,kau dari mana?" tanya Sasuke


"Aku mengajak Hinata untuk berkeliling!" jawab Naruto


"Ayo! Sampai jumpa teman-teman! kita akan bertemu besok pagi! daa.." ucap Sakura


Kini,mereka bertiga telah pulang. Hanya tinggal Tuan-tuan di rumah itu


'Besok pagi,aku akan mengatakannya!' batin Shikamaru bersemangat




Di sisi lain~




'Apa yang ingin Shikamaru katakan padamu ya?' tanya batin Ino


Mereka berdua saling mempersiapkan diri. Shikamaru mengatur kata-kata yang akan dia ucapkan pada Ino besok pagi. Dan Ino,dia sedang memikirkan apa yang sebenarnya akan Shikamaru katakan padanya

__ADS_1


__ADS_2