3 Tuan Muda Yang Dingin

3 Tuan Muda Yang Dingin
Dinner


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 18.50




Hinata telah bersiap-siap mengganti baju. Kini dia sedang menunggu Naruto.


"Ah..masih kurang 10 menit lagi. Hm..aku bawa cookies yang tadi aku buat saja." ucapnya sambil menuju ke dapur.


Neji melihat Hinata sedang membungkus sesuatu. Neji menegur Hinata.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Neji


"Ah.. Nii-can,ini.." jawab Hinata sambil melihat kearah kotak kecil berisi cookies yang dia bungkus tadi.


"Oo...kau mau membawanya kemana?" tanya Neji


"Ada makan malam di apartemen keluarga Uchiha. Naruto dan kedua temannya yang mengundang kami." jawab Hinata


"Hm? 'Kami'? jadi, Sakura dan Ino juga ikut?" tanya Neji


"Eem.." jawab Hinata sambil mengangguk.


"Baiklah,apa kau sudah izin dengan Mama?" tanya Neji


"Sudah. Tapi,.." ucap Hinata di jeda.


Neji mengangkat sebelah alisnya. Menandakan bahwa dia tak mengerti maksud sang adik.


"Hehe..aku bilang,kalau ada janji dengan Sakura dan Ino." lanjut Hinata yang senyum yang dipaksakan.


Neji tertawa terbahak bahak. Adiknya yang polos,kini telah berbohong demi pacarnya.


"Nii-can,jangan begitu!" ucap Hinata sebal


"Maaf! iya iya,tidak apa-apa! kau tenang saja, masalah disini biar aku yang urus. Kau pergilah!" ucap Neji yang menghentikan tawanya.


"Terimakasih Nii-can." ucap Hinata senang sambil tersenyum.


Ting tong...


Suara bel pintu berbunyi beberapa kali. Neji dan Hinata menghentikan tawa mereka.


"Ah..itu pasti sang pangeran. Dia sedang menunggumu tuang putri." ucap Neji iseng.


"Sampai jumpa Nii-can!" ucap Hinata lalu pergi menemui Naruto



"Maaf,aku terlambat." ucap Hinata


"Iya tidak ap-" ucapan Naruto terpotong


Naruto melihat dari atas sampai bawah dengan kagum. Dia melihat yang dia cintai kini sangat cantik.


"A-apa aneh Naruto?" tanya Hinata yang mengetahui bahwa dia sedang di tatap oleh Naruto.


"Ti-tidak ada,kau terlihat cantik."ucap Naruto.


Pipi Hinata memerah karena perkataan Naruto. Naruto mengulurkan tangannya ke Hinata.


"Hm..ayo!" ucap Naruto sambil tersenyum tipis.


Hinata menggapai tangan Naruto lalu mengangguk.




Sasuke~




Ting tong...


Suara bel rumah Haruno berbunyi. Sakura lantas pergi membuka pintu.


"Ah.. Sasuke?" ucapnya


"Kau sudah siap?" tanya Sasuke


"Iya! sebentar,aku ambil ponsel dulu." jawab Sakura. Sakura pergi kedalam dan mengambil kotak kecil beserta ponselnya.


"Ayo!" ucap sakura setelah selesai mengambil sesuatu dari dalam.


"Hn.." Sasuke hanya tersenyum saat melihat sakura mengenakan baju berwarna pink seperti rambutnya.


'Dia cukup manis' batin Sasuke.




Shikamaru~




Berbeda dengan Naruto dan Sasuke, Shikamaru menghubungi Ino lewat ponsel.


Shikamaru: Aku sudah sampai. Aku tunggu di luar pagar ya!


Ting..


"Pasti Shikamaru!" ucap Ino setelah mendengar nada dering ponselnya.


Ino: Tunggu,aku segera keluar.


Ting...


Shikamaru tersenyum. Dia menunggu sedikit lama.


Blam...


Ino masuk kedalam mobil.


"Maaf aku tidak masuk rumah tadi." ucap Shikamaru


"Tidak apa-apa. Aku tau alasanmu. Ada Mamaku tadi di dalam." jawab Ino sambil tersenyum


"Ha? Mamamu? apa mereka pulang?" tanya Shikamaru.


"Hanya Mama. Ayo cepat! nanti keburu Sakura dan Hinata sampai duluan." jawab Ino


Shikamaru hanya tersenyum sambil melajukan mobilnya.




Apartemen Uchiha~




Beberapa mobil hitam mewah terparkir di halaman Apartemen keluarga Uchiha.




Di ruang makan

__ADS_1




"Itachi-chan,apa mereka bertiga belum kembali?" tanya seorang perempuan berambut merah panjang yang tidak lain adalah Kushina Namikaze,Mama Naruto.


"Belum bibi. Mungkin sebentar lagi." jawab Itachi sambil tersenyum


"Astaga. Aku sampai tak percaya jika mereka akan mengundang pacar mereka juga." ucap Yohsino Nara,Mama Shikamaru.


"Hn? kenapa memangnya?" tanya Mikoto Uchiha,Mama dari Itachi dan Sasuke.


"Shika,selalu menganggap perempuan merepotkan bukan? jadi ya,aneh saja." jawab Yohsino.


"Hihi..bibi tenang saja. Pacar mereka baik dan cantik. Mereka juga bertanggung jawab." ucap Izumi


"Wah..benarkah? aku jadi tidak sabar menemui mereka!" jawab Kushina sambil tersenyum.


"Hn..kita tunggu saja!" ucap Itachi


"Kita lebih baik membahas tentang kalian. Bagaimana?" tanya Mikoto


"Nanti saja setelah semua berkumpul." jawab Itachi sambil tersenyum


Tiga mobil hitam memasuki pekarangan halaman Apartemen Uchiha. Naruto, Sasuke dan Shikamaru telah sampai.


Sakura menatap beberapa mobil di sebelah mobil Sasuke yang di parkirkan.


"Sasuke,kenapa ada banyak mobil disini?" tanya Sakura. Sasuke memang tak memberi tahunya. Anggap ini sebagai sebuah kejutan.


"Hn..nanti kau tau sendiri." jawab Sasuke


Perasaan Sakura mulai aneh. Dia benar-benar gugup dengan keadaan saat itu.


Sama halnya dengan Sakura, Hinata dan Ino juga merasakan ada yang aneh.


'Kenapa ada banyak mobil di sini? Shika bilang kalau hanya kita yang diundang. Apa ada sesuatu yang dia sembunyikan?' batin Ino lalu menatap Shikamaru.


"Hm? ada apa?" tanya Shikamaru


"Kenapa ada banyak mobil disini? kau bilang hanya kami bertiga." tanya Ino


"Nanti kau tau sendiri." jawab Shikamaru dan tersenyum.


"Kau jangan macam-macam Shikamaru!" ucap Ino yang mulai gemetar.


"Jangan takut! ini tidak seperti yang kau bayangkan!" sahut Shikamaru sambil memegang tangan Ino.


'Aku mulai takut.' batin Hinata


Hinata menggigit bibir bawahnya. Dia terlihat sangat gugup karena keadaan yang sedikit berbeda. Atau lebih tepatnya,aneh.


Naruto menyadari hal itu. Dia menatap Hinata dan memegang tangan Hinata.


"Hm? kau kenapa?" tanya Naruto lembut.


"Naruto,kenapa ada banyak mobil disini?" tanya Hinata


"Tidak ada. Nanti juga kau tau sendiri." jawab Naruto sambil tersenyum


"Ayo turun!" lanjut Naruto.


Mereka ber-6 turun dari mobil masing-masing. Keadaan yang membuat gugup,kini dirasakan oleh Sakura,Ino,dan Hinata.


Mereka masuk dalam apartemen. Melihat sekeliling,dan..betapa terkejutnya mereka bertiga saat melihat beberapa orang sedang berkumpul dan bersenda gurau.


Mata tak bisa berpaling dari mereka semua yang sedang duduk di ruang makan.


Izumi melihat mereka datang dan langsung menyapanya.


"Nah,itu mereka sudah datang." ucap Izumi


Semua yang ada di ruang makan langsung menatap ketiga gadis yang sedang bergandengan tangan dengan ketiga pria muda masing-masing.


Rasa gugup yang sedang mereka rasakan,kini semakin kuat. Menggenggam erat tangan Sasuke yang Sakura lakukan.


Mereka menuju ruang makan.


Mama Naruto berdiri dan memeluk putra semata wayangnya itu.


"Naru,kau lama sekali tidak pulang. Kau tau,betapa Mama sangat merindukanmu?" ucap Kushina.


Naruto membalas pelukan hangat ibunya itu.


"Maaf ma!" jawab Naruto


Mereka bertiga memeluk Mama mereka masing-masing. Sakura,Ino, dan Hinata hanya diam di sebelah pacarnya masing-masing.


'Kami-sama,jadi mereka adalah orang tuanya?' batin Ino


'Sasukeeeee!!! kau mau menjebak ku lagi? kami-sama,bantulah hambamu ini!!' teriak batin Sakura yang meronta-ronta dari balik sikap gugupnya itu.


'Kami-sama,kau boleh menghentikan detak jantungku jika tau akan seperti ini!' batin Hinata.


"Wah..dia siapa Naru?" tanya Kushina saat melihat Hinata,dan melepaskan pelukannya dari Naruto.


"Ah..iya. Mama, perkenalkan. Dia adalah Hinata, Pacarku. Dan Hinata,ini adalah Mamaku!" ucap Naruto saling memperkenalkan.


"Ha-halo bibi!" sapa Hinata canggung.


"Hai! apa kabar mu? aku Kushina. Mama tersayang Naru." sapa balik Kushina


Hinata tersenyum ramah. Memang Hinata orangnya ramah bukan?


"Mama,ini Sakura. Dan Sakura,ini Mamaku." ucap Sasuke


"Ha-halo bibi!" sapa Sakura


"Wah..kau cantik sekali. Halo,namaku Mikoto. Mamanya Sasu." sapa balik Mikoto dan tersenyum


Sakura.encoba se-ramah mungkin dengan Mama Sasuke.


"Mama,ini Ino. Dan Ino,ini Mamaku." ucap Shikamaru


"Halo bibi!" sapa Ino


"Halo juga. Kau pacar Shika? astaga,aku harap kau mau bersabar menghadapi tingkahnya ya! namaku Yohsino." Sapa balik Yohsino.


Ino tertawa kecil untuk mencoba menghilangkan rasa gugupnya.


"Ayo sekarang kita makan malam dulu!" ucap Izumi yang menyadarkan mereka.


"Ah.. benar. Hinata-chan,mari duduk sini!" ucap Kushina sambil membawa Hinata untuk duduk di dekatnya.


Semua menikmati makanannya. Makan sambil berbincang. Apalagi dengan para Mama-mama yang sibuk dengan pacar dari anak mereka. Itachi berbincang dengan Izumi.


Selesai makan,merupakan hal yang paling dinanti oleh mereka semua. Termasuk Sakura,Ino,dan Hinata. Mereka bertiga bingung,kenapa mereka diikutkan membahas keluarga mereka.


"Jadi, Itachi..Apa yang ingin kau bahas? sampai-sampai harus ada makan malam segala?" tanya Kushina.


"Jadi begini bibi,aku ingin membahas tentang acara pernikahan ku." jawab Itachi


"Benarkah? kapan? kau bilang,akan menundanya lagi! tapi kenapa sekarang tiba-tiba?" tanya Yohsino.


"Hihi..bibi,kami memang sempat menundanya. Tapi,mungkin akan lebih baik jika lebih cepat." jawab Izumi.


"Tiga keluarga besar kita sudah bersahabat lama bukan? jadi,kami ingin mendiskusikan ini dengan kalian." ucap Mikoto.


"Hah..ini seharusnya menjadi pembicaraan laki-laki. Tapi,ya sudahlah." ucap Kushina


"Bibi benar. Tapi dengan keadaan mendesaknya pekerjaan,ini akan sulit dibicarakan dengan laki-laki." jawab Itachi.


"Iya,jadi bagaimana? kapan kalian akan melaksanakan pernikahan kalian?" tanya Kushina


"Sebenarnya,kami ingin melaksanakannya bulan depan. Tapi,mengingat bulan depan ada banyak meeting yang harus aku temui,jadi kau ingin mempercepat saja." jelas Itachi


"Kapan?" tanya Yohsino

__ADS_1


"Minggu depan!" jawab Mikoto.


"Apa??!!!" teriak Naru-Sasu-Shika


"Kenapa kalian berteriak?" tanya Yohsino


"Nii-can,kau tidak bercanda kan? Minggu depan? itu waktu yang mepet!" ucap Sasuke


"Sasu-chan,memang waktu yang mepet. Tapi,kami sudah membagikan undangannya." jawab Izumi sambil tersenyum.


'Astaga,ternyata Izumi-san benar-benar murah senyuman ya!' batin Sakura


"Yapss..Minggu depan!" ucap Itachi


"Itachi-nii,kami ikut senang tentang semua ini." ucap Naruto


Pembicaraan tentang pernikahan Itachi dan Izumi berlangsung. Setelah pembicaraan itu selesai,mereka duduk di tempat yang mereka sukai.


Naru-Sasu-Shika,merasa dibuang. Karena Mama mereka lebih memilih berbicara dengan sesama perempuan. Mereka duduk di sudut ruangan sambil menikmati cola.


Berbeda dengan orang kaya lainnya,mereka lebih suka memanjakan diri dengan cola, daripada dengan minuman keras.


"Mereka terlihat akrab." ucap Naruto


"Memang itu kan,yang kita inginkan!" sahut Sasuke


"Hm..awal yang bagus. Semoga akhirnya tak mengecewakan." ucap Shikamaru


Naruto dan Sasuke mengangguk.


"Wah..apa ini buatan mu sendiri Hinata-chan?" tanya Kushina saat menikmati cookies yang dibuat Hinata. Cookies itu seharusnya untuk Naruto,tapi ya sudahlah..


"I-iya bibi." jawab Hinata


Naruto menemui mereka berdua.


"Wah..ini enak sekali." ucap Kushina senang


"Wah..ini kan Cookies untukku. Kenapa Mama memakannya?" ucap Naruto


"Hihi..ini enak Naru. Kau mau coba?" ucap Kushina mengulurkan kotak yang dibawa Hinata


Naruto mengambil satu


"Wah..ini enak sekali!" ucap Naruto


"Te-terimakasih!" ucap Hinata


Naruto dan Kushina berebut cookies yang sangat menggiurkan di lidah itu. Hinata hanya tersenyum saat melihat Mama dan anak yang saling tertawa saat selesai memakan cookies miliknya.


Mikoto juga menikmati kue bolu yang dibuat Sakura.


"Kau pandai memasak ya?!" ucap Mikoto senang


"Terimakasih bibi." jawab Sakura sambil tersenyum


"Kau tidak kalah hebatnya dengan Izumi. Kau sama sepertinya." ucap Mikoto


Sakura tersenyum ramah. Sasuke menemui Mikoto dan Sakura. Sasuke merangkul dan menempelkan kepalanya di sebelah kepala Mikoto dengan sayang.


"Wah..ini kan kue bolu Sakura?" tanya Sasuke


"Hn..kau mau coba?" tanya Mikoto lalu menyuapi putranya itu


"Hmm..ini enak dan tidak terlalu manis." ucap Sasuke


"Kau menyukainya?" tanya Sakura


"Hihi.. Sasuke suka kue yang tidak terlalu manis." ucap Mikoto


"Aku kan sudah manis. Kalau makan terlalu banyak gula,nanti tambah manis. Dan yang melihatku bisa diabetes nanti." ucap Sasuke lalu duduk di sebelah Sakura.


Mereka menikmati kue yang di bawa Sakura.


"Ino,kau anak yang baik. Apa kau sendiri yang membuat ini?" tanya Yohsino


"Hihi..iya bibi!" jawab Ino


"Shika paling suka makanan kering seperti ini. Apalagi Choco chips." ujar Yohsino


"Iya.." jawab Ino sambil tertawa kecil.


"Kau hebat bisa meluluhkan hati keras Shika. Selama ini,tidak ada yang bisa meluluhkan nya. Bahkan Izumi sering membawa anak perempuan ke apartemennya di luar negeri saat Naru-Sasu-Shika masih disana. Tapi tidak ada yang membuat mereka luluh sama sekali." jelas Yohsino


"Benarkah?" tanya Ino


"Benar. Tapi jangan khawatir,kau sudah ada dengannya. Jadi,akan ku pastikan tidak ada lagi yang dia inginkan." jawab Yohsino


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Shikamaru yang tiba-tiba muncul


"Hm?" Shikamaru melihat kearah kotak kecil berisi Choco chips kesukaannya.


"Hm..ini enak!" ucap Shikamaru sambil memakan Choco chips buatan Ino


"Terimakasih" ucap Ino.


Mereka semua menikmati acara malam itu. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam.


Naru-Sasu-Shika mengantar pacar mereka untuk pulang.


Di rumah Hinata..


"Terimakasih Naruto," ucap Hinata


"Tidak masalah. Maaf,tadi aku tidak memberi tahu mu." ucap Naruto


"Tidak apa-apa. Aku senang karena Mamamu sangat baik padaku." jawab Hinata


"Hihi..Minggu depan,aku jemput ya. Kita datang ke pernikahan Itachi-nii bareng." ucap Naruto


"Boleh! Sampai jumpa!" ucap Hinata.


Naruto pergi dari sana dengan keadaan senang.


Di rumah Sakura...


"Sasuke, lain kali beri tau aku dulu saat kau mau membawaku pada keluarga mu!" ucap Sakura sebal


"Hihi.. maaf-maaf. Aku hanya disuruh kakakku saja. Jangan marah ya!" ucap Sasuke


"Iya," jawab Sakura


"Minggu depan,aku jemput ya. Kita bisa bareng ke pernikahan kakakku." ucap Sasuke


"Tapi,apa kau tidak sibuk?" tanya Sakura


"Jangan takut! tidak apa-apa. Kalau begitu, Sampai jumpa." ucap Sasuke


"Iya,sampai jumpa!" jawab Sakura


Di rumah Ino...


"Lain kali,aku buatkan lagi Choco chips seperti tadi ya!" ucap Shikamaru


"Iya. Lain kali,kau juga harus memberi tau aku dulu Shikamaru. Jangan membuat ku takut seperti tadi lagi ok?" ucap Ino


"Maaf. Minggu depan,aku jemput ya!" ucap Shikamaru


"Boleh." jawab Ino


"Hm..kalau begitu,sampai jumpa!" ucap Shikamaru


Ino melambaikan tangannya saat mobil Shikamaru melaju.


Rasa lelah bercampur senang yang kini mereka bertiga rasakan. Gugup,dan canggung memenuhi benak dalam mereka. Tapi hal itu telah terlewati,bahkan terganti dengan hal yang lebih baik lagi. Itu yang Sakura,Ini, dan Hinata rasakan saat ini.


Author Up lagi nih 😁

__ADS_1


Jan lupa Like 👍🏻 Komen 💬 and Vote 😉


Sampai jumpa di ep selanjutnya 😁👏🏻


__ADS_2