
Sore hari,matahari ingin menenggelamkan diri dan menampakkan kegelapan.
Pukul 4 sore. Masih terasa cukup siang.
Perempuan berambut cokelat di Gelung kanan dan kiri,kini sedang berjalan di tepi sungai. Berpakaian ala orang Cina dengan corak bunga sakura berwarna pink. Serta putih pos menutupi sebagian dari corak itu. Celana coklat pertengahan paha. Sangat cocok dengan budayanya.
Melihat kearah matahari yang sedang menyinari nya. Dia tersenyum dan memutuskan untuk duduk di tepi jalan. Memeluk lutut sambil mendongakkan kepalanya ke langit.
"Suasana ini, benar-benar membuatku rindu." gumamnya
Sepoi-sepoi angin sore membuat poni yang menutupi jidatnya,kini menampakkan jidatnya dengan jelas.
"Apa kabar kau yang disana?" lirih Tenten yang tanpa sadar,air matanya menetes.
"Hiks..aku merindukanmu." lirihnya,sambil menghapus air mata.
Tidak jauh darinya,ada 2 anak kecil yang sedang memancing. Anak laki-laki dan anak perempuan itu terlihat sedang memancing.
Tenten memperhatikan kedua anak itu dengan senyuman lembut.
Neji berjalan sambil mengingat perkataan Hinata,perempuan itu butuh pengakuan. Neji berjalan tanpa arah. Hingga dia berada di tempat dimana dia dan Tenten menghabiskan waktu luang mereka.
Ya,dia sedang menatap sungai. Pemandangan matahari terbenam adalah saat-saat yang indah. Sepasang mata lavender miliknya sangat senang ketika mengingat kembali,dimana saat Tenten terus mengajaknya untuk memancing.
Tenten melihat kedua anak itu tertawa senang karena mendapat ikan. Mereka pergi dan saling menggandeng tangan. Tenten terus memikirkan hubungannya dengan Neji. Saat memikirkan hal itu,dia merasa sedih kembali.
Brukhh!!!
"Haaa... lutut ku sakit!" gadis perempuan yang tadi memancing dengan teman laki-lakinya itu,kini dia terjatuh.
Tenten tersadar dari lamunannya. Dia mencari asal suara itu. Lalu menemuinya.
Di sisi lain,Neji juga melihat kejadian itu. Dia mulai mendekati kedua anak itu.
"Kau tidak apa-apa? ini hanya lecet sedikit. Sini,aku bersihkan." ucap teman laki-lakinya.
Tap
Tap
Tap
"Kau tidak apa-apa?" tanya Tenten yang jongkok di depan kedua anak itu.
"Hm..ini hanya luka kecil. Kakak bersihkan ya!" lanjut Tenten sambil tersenyum dan mengusap bagian yang lecet itu.
"Nah.. sekarang tidak apa-apa kan? jangan menangis! ini hanya luka biasa. Huhh...huhhhh..." ucap Tenten lalu meniup bagian yang terluka itu.
"Hiks... Terimakasih." ucap gadis itu
Tenten tersenyum sambil membelai rambut gadis itu.
"Wah.. terimakasih kakak cantik." ucap anak laki-laki itu.
"Hihi..tidak masalah. Lain kali,jangan lari lagi ya!" jawab Tenten
Neji terhenti dari jalannya. Dia melihat seperti 'Tenten?' atau memang Tenten?. Entahlah,tapi dia ingat betul,suara serta rambutnya. Sayangnya,wanita itu membelakanginya.
"Haha..sampai jumpa kakak cantik!" teriak kedua anak tadi.
Tenten berdiri dari jongkoknya. Dia melambaikan tangan kanannya,dengan tangan kirinya yang memeluk barangnya.
Neji mendekati wanita itu. Dia berharap,bahwa dia benar. Bahwa wanita itu adalah kekasihnya,Tenten.
__ADS_1
Tenten membalikkan tubuhnya. Matanya membulat saat melihat sosok laki-laki berambut panjang,serta sepasang mata lavender yang ia rindukan,kini berada di hadapan nya.
Neji tidak salah. Dia terlihat senang,lalu melangkahkan kakinya untuk mendekati Tenten.
Tenten hanya diam. Tapi dalam diamnya,dia juga ingin memastikan bahwa itu memang benar-benar Neji,kekasihnya.
Neji senang,lalu memeluk Tenten. Pelukan hangat itu dirasakan oleh Tenten dan,dia sadar.. ternyata itu memang benar Neji.
Tenten tidak langsung membalas pelukan itu. Dia menangis lagi. Tak pernah terbayangkan, orang yang dia cintai,kini berada tepat di depannya. Terlebih lagi,dia sedang dipeluk.
"Aku merindukanmu Tenten." lirih Neji
Tenten memeluk Neji. Dia benar-benar rindu dengan kekasihnya itu.
"Maaf membuatmu menunggu sayang." lanjut Neji
"Hiks...kau terlambat. Hiks..aku benar-benar merindukanmu." lirih Tenten
"Maaf." jawab Neji
Tenten dan Neji sama-sama saling memeluk. Tenten terus menangis,dan Neji terus memeluk erat Tenten
Mereka duduk di tepi sungai. Yang mana,itu adalah tempat favorit mereka saat masih anak-anak.
"Tenten.." panggil Neji
"Hm?" tanya Tenten sambil melihat kearah Neji
"Apa kau selalu seperti ini? maksudku,selalu menangisi aku?" tanya Neji
"Em..tidak juga. Aku tau,kau sedang sibuk kuliah bukan? aku tak ingin menjadi beban pikiran mu." jawab Tenten
"Aku minta maaf jika selama ini selalu membuatmu sedih." ucap Neji
Neji melirik kearah Tenten.
"Aku tau,selama ini kau memang membuat ku sedih. Tapi,aku senang karena kau masih setia padaku." lanjut Tenten
Lavender Neji membulat. Dia tak habis pikir,ternyata kekasihnya sangat mencintainya.
"Aku disini mencoba menjaga kepercayaan mu Neji. Aku mencoba untuk bisa menerima kenyataan. Untuk saat ini,kita memang dipisahkan oleh jarak dan waktu. Tapi aku yakin,ada saatnya kita akan bertemu." ucap Tenten
Neji memeluk Tenten. Dia mencium kepala Tenten dengan lembut.
"Terimakasih sayang. Aku semakin mencintai mu." ucap Neji
Tenten membalas pelukan itu dengan sayang. Tenten merasa sangat beruntung karena memiliki Neji.
"Aku berharap,waktu tak memisahkan kita terlalu lama. Aku ingin segera memilikimu." lanjut Neji
"Jangan aneh-aneh! aku masih di bangku SMA. Kau itu kalau bicara,apakah tidak bisa dipikir dulu!" jawab Tenten sebal
"Itu adalah mimpiku! jadi,impikan hal yang sama sepertiku ya!" lanjut Neji.
Matahari menjadi saksi pertemuan mereka. Sepoi-sepoi angin sore yang membuat keduanya hanyut dalam gelombang cinta.
•
•
Di sisi lain~
•
__ADS_1
•
Ting...
Suara pesan masuk dari ponsel Sakura,Ino,dan Hinata berbunyi.
Sakura yang sedang mengelap rambut basahnya dengan handuk,kini dia mengambil ponselnya.
Sasuke: Malam ini,kami ada acara makan malam. Kau ikut ya! aku jemput jam 7 malam. Sampai jumpa.
"Acara makan malam? Ok lah." gumam Sakura.
Sedangkan Ino yang selesai minum air dingin karena lelah dari Cafe,dia melihat kearah ponselnya.
Shikamaru: Malam ini,kami ada acara makan malam. Aku akan menjemputmu jam 7. Sakura dan Hinata juga ada disana. Sampai jumpa nanti malam.
"Hah..dia memang tak bisa jika mengutarakan perasaannya. Dasar!" gumam Ino sambil tersenyum.
Dan di rumah Hinata.
Hinata sedang selesai mandi. Dia melihat layar ponselnya yang menyala. Dia mengecek, apakah ada yang memberinya pesan.
Naruto: Malam ini,kami ada makan malam. Kau mau ikut kan? ada Sakura dan Ino juga. Aku jemput jam 7 ya. Sampai jumpa.
Hinata tersenyum
"Hm.. Akhirnya,aku bisa melihat wajahmu." gumam Hinata.
Mereka bertiga mendapat pesan makan malam di apartemen keluarga Uchiha. Tentu saja mereka sangat senang.
•
•
Di sisi lain~
•
•
"Aku masuk dulu ya." ucap Tenten
"Aku harap,kita bisa sering bertemu." keluh Neji
"Jangan begitu. Kita masih bisa bertemu lagi. Ingat,jaga makan mu ya. Jangan lupa terus belajar. Dan..jangan memikirkan ku terus..hihi.." ucap Tenten sambil cekikikan
"Iya iya..kau juga ya." jawab Neji sambil mengacak-acak rambut Tenten
"Sampai jumpa!" Neji pamit pulang
"Hm..sampai jumpa." jawab Tenten
Tenten menatap kearah Neji pergi. Semakin lama semakin tak terlihat. Dia sangat senang karena rindunya terobati.
Selama perjalanan pulang,Neji terus teringat dengan Tenten. Tenten memang bukan tipe orang yang manja,tapi Neji sangat mencintainya.
'Aku mencintaimu,Tenten.' batin Neji sambil tersenyum.
Pertemuan itu sangat dinantikan oleh Neji dan Tenten. Sepasang kekasih yang harus dipisahkan jarak dan waktu. Kini bertemu kembali dengan tangis haru,serta kebahagiaan.
***Mksh yang udah bantu Vote ya😚
Jan lupa Like 👍🏻 Komen 💬 and Vote 😉
__ADS_1
Sampai jumpa di ep selanjutnya 😁👏🏻***