
Di apartemen~
•
•
"Tobi..maksudku, Obito-nii, bagaimana tadi?"
tanya Naruto yang seketika kepo nya meronta-ronta
"Katakan Obito-nii!!" lanjut Shikamaru
"Cepat! cepat! katakan!!" Sasuke juga ikut memojokkan Obito
Obito yang melihat kelakuan para keponakannya,kini hanya bisa menghela nafas berat
"Iya,iya! Sabar dulu,ok? jadi begini...Bla..Bla..Bla..Bla.." Obito mulai menjelaskan
"Begitu! aku hanya pura-pura,jadi ya mungkin mereka menganggapnya serius." lanjut Obito
"Wah..kau hebat Obito-nii!" ucap Naruto mengacungkan jempol
"Hn..jadi,besok kan? apa Nii-can mau mengikuti mereka?" tanya Sasuke
Obito tersenyum,lalu memanggil Yamato dengan menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah nya. Yamato yang mengerti hal itu langsung membungkuk dan mulai mengatakan sesuatu
"Jadi begini para tuan muda, kedua wanita itu akan melaksanakannya besok pagi saat pergi sekolah. Rencananya,kalian tetap pergi ke sekolah seakan tidak terjadi apa-apa. Tuan Itachi akan mengawasi pergerakan mereka lewat seseorang yang juga ikut dalam pencurian bayaran itu. Tuan Obito dan saya akan tetap berpura-pura mengikuti rencana mereka." jelas Yamato panjang lebar
"Ah..tapi,paman Yamato..aku sedikit cemas. Masalahnya,Ino..." Shikamaru merespon dan menjeda bagian Ino. Dia mengkhawatirkan sesuatu tentang Ino.
"Ada apa Shika?" tanya Obito
"Aku khawatir,jika kedua wanita brengsek itu benar-benar mendatangkan orang untuk memerkosa,.." jeda Shikamaru
"Aku akan kehilangan Ino. Mungkin lebih tepatnya,Ino yang akan merasa..dia terlalu kotor untuk ku." lirih Shikamaru
Mendengar kata-kata Shikamaru,Obito juga sedikit cemas. Naruto dan Sasuke juga merasakan hal yang sama.
'Shika benar. Apa setelah itu,aku masih mau dengan Hinata?' tanya batin Naruto cemas
'Sial,kenapa aku baru terpikir! Aku tidak akan memberikan Sakura pada siapapun!' batin Sasuke mulai menegakkan niat.
'Kasihan mereka. Aku harus bisa menggagalkan rencana kedua wanita itu. Apapun,akan aku lakukan untuk mereka bertiga,selama mereka bisa tersenyum kembali.' batin Obito
"Kalian tenang saja tuan-tuan! kita pasti bisa. Asal kalian mau mengikuti rencana,kita pasti bisa!" ucap Obito tiba-tiba menyemangati
Ketiga tuan muda itu langsung menatap kearah Obito. Entah tenaga dari mana, semangat mereka kembali mengalir.
"Benar! kita harus positif thinking. Kita bantu mereka menyelesaikan masalah mereka tapi secara tidak langsung. Kita juga pasti bisa." ucap Naruto yang juga ikut menyemangati
Sasuke dan Shikamaru tersenyum. Mereka saling menatap diiringi dengan senyuman.
Obito yang melihat itu,merasa senang. Walaupun kata-kata itu tak bisa ia mengerti sendiri,tapi jika itu bisa membuat Naru-Sasu-Shika tersenyum,itu adalah sebuah kebahagiaan untuknya.
•
•
Keesokan paginya~
•
•
Sakura,Ino, dan Hinata sedang berjalan bersama menuju sekolah. Mereka terlihat senang,entah karena apa.
"Hah..hari ini begitu cerah bukan?" tanya Sakura sambil menghembuskan nafas ke atas
"Benar. Ini sangat nyaman." jawab Hinata
Ino hanya tersenyum
Dari agak jauh, terlihat Karin,Shion dan beberapa orang berpakaian hitam sedang membuntuti mereka bertiga.
"Huh..ini memang cerah. Tapi setelah berada di tempat gelap,kalian akan melihat neraka ku!" ucap Karin
"Kalian! mereka bertiga itu sasarannya. Aku akan membayar kalian jika berhasil menangkap mereka. Dan...jika satu hal dapat kalian lakukan lagi, 2 kali lipat akan aku bayar." ucap Shion
Terlihat 4 orang berpakaian hitam yang Karin dan Shion suruh. Tapi,2 diantaranya adalah mata-mata dari keluarga Uchiha.
Mata-mata 1 sedang merekam kejadian itu lewat rekaman suara.
Itachi yang sedang berada di meja kerjanya,sedang asik dengan suara rekaman itu.
"Hn..boleh juga. Kita lihat, siapa yang akan menang!" gumam Itachi
"Lakukan sekarang!" perintah Karin
Keempat pria itu langsung membungkam mulut Sakura,Ino,dan Hinata. Mereka bertiga kaget,langsung memberontak. Tapi usaha mereka sia-sia. Mereka bertiga kehabisan oksigen dan langsung tak sadarkan diri.
"Bagus,ayo bawa!" ucap Karin
•
•
"Mereka telah membawanya,cepat kesana!" perintah Itachi pada anak buahnya
"Obito,mereka telah membawanya. Sisanya aku serahkan padamu." ucap Itachi dari telepon
"Tenang saja! aku dalam perjalanan." jawab Obito lalu menutup panggilan
__ADS_1
•
•
Terlihat gudang sepi dan gelap. Sakura,Ino,dan Hinata di sekap dalam gudang itu,dengan posisi mereka yang tangannya diikat di belakang kursi yang mereka duduki,kaki diikat,dan mulut di bungkam dengan kain.
Sakura sadar dari pingsannya. Dia kaget,karena tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali. Dia melihat ke kanan kirinya, terdapat Ino dan Hinata yang juga diikat dan tak sadarkan diri.
"Apa sudah sadar?" tanya seorang
Mata Sakura mulai melihat kearah suara itu. Dan,betapa terkejutnya dia saat mengetahui orang itu
'Karin?' batin Sakura
"Emm..emm.." ucapan Sakura tidak jelas
"Kenapa? iya,ini aku! kau pasti berpikiran bagaimana kau bisa disini Dangan aku yang pertama kau lihat?" tanya Karin mengejek
'Karin,kenapa kau melakukan ini?' batin Sakura
Ino dan Hinata mulai terbangun. Sama seperti Sakura, mereka juga terkejut dengan keadaan itu.
"Mereka sudah sadar semua. Lebih baik buka bungkaman mulutnya!" ucap Shion yang tiba-tiba muncul.
Karin menarik kain dari mulut mereka bertiga secara kasar
"Aw.." Ino memekik
"Hah...Karin,apa yang kau lakukan? kenapa kau melakukan ini pada kami?" tanya Sakura
"Kalian pasti sudah mengetahuinya kan. Aku butuh Sasuke! kenapa kau tidak memberikannya padaku?" ucap Karin
"Ya..dan aku butuh Shikamaru,kau jangan egois donk Ino." lanjut Shion dengan senyuman, senyuman yang tidak bisa diartikan
"Kalian..kalian kan sudah minta maaf! kenapa kalian melakukan ini?" tanya Hinata
Karin dan Shion menatap Hinata dengan sorot mata tajam
"Kau...kau seharusnya ikut kami! bukannya malah mereka! kau tau Hinata, ****** seperti mereka itu, harusnya melayani laki-laki! dan kau, sepertinya kau sudah melayani Naruto!" jawab Karin dan tersenyum smirik
"Kau itu jalannya! aku tak sekotor dirimu! dan aku tak pernah melayani siapapun!" sahut Sakura
Pandangan Karin kembali ke Sakura
"Sakura,aku beri kau waktu 5 menit untuk berpikir. Serahkan Sasuke padaku,atau..." ucap Karin di jeda,sambil mengangkat sebelah tangannya dan menggerakkan jari telunjuknya. Seseorang datang berpakaian hitam berada di sebelah Karin
"Mereka akan memuaskan nafsu kalian." lanjut Karin dengan diiringi senyuman jahat.
Sakura,Ino, dan Hinata menelan ludah. Mereka seakan sedang terancam bahaya. Ya, memang sekarang mereka sedang terancam bahaya
"Apa maksudmu Karin?" bentak Ino
'Sasuke,tolong aku!' batin Sakura meneriaki nama Sasuke
'Shikamaru,kau dimana?' batin Ino juga menyebut nama kekasihnya
'Naruto,tolong!' teriak batin Hinata
Laki-laki itu mendekati Sakura,Ino,dan Hinata. Sedangkan yang didekati hanya bisa menutup mata dan membusungkan tubuhnya.
BRAKKKK!!!!
Pintu di dobrak seseorang dari luar. Naru-Sasu-Shika berlari kearah kekasihnya masing-masing dan di temani 10 orang pengawal mereka dari belakang. Obito juga masuk kedalam sana.
Karin dan Shion terkejut dengan kedatangan mereka. Nampak wajah pucat mereka yang tak percaya akan ada yang tau tempat itu.
Sasuke melepaskan tali yang mengikat Sakura, begitu juga dengan Naruto dan Shikamaru.
Sakura menangis lalu memeluk erat Sasuke
"Aku takut hiks.. Sasuke.." ucap Sakura diikuti detak jantung yang berdetak kencang
"Sssttt.... tenanglah,aku disini! kau akan baik-baik saja! " jawab Sasuke mencoba menenangkan Sakura
"Tolong....aku...Hiks.." lirih Ino sambil memeluk Shikamaru
"Tidak apa-apa,tidak apa-apa! kau sekarang baik-baik saja. Kau bersama ku sekarang!" jawab Shikamaru yang juga memenangkan Ino
"Naruto...Hiks.." lirih Hinata pada pelukan Naruto
"Ah...tenang! kau aman sekarang!" ucap Naruto
Karin dan Shion yang melihat itu, sekarang tak bisa berkata-kata
'Bagaimana ini bisa terjadi?' batin Karin
Shion kini nampak pucat dengan keadaan yang menegang itu.
"Tangkap mereka berempat!" perintah Obito
Kini pasukan penjaga Naru-Sasu-Shika menangkap kedua anak buah Karin,dan juga menangkap kedua bos itu.
"Tu-tuan Uchiha,ini tidak seperti yang kau bayangkan! kami,tidak bermaksud melakukannya!" ucap Karin
"Tidak bermaksud kau bilang? Brengsek!! kau hampir menyakiti temanmu sendiri!" bentak Naruto uang masih memeluk Hinata
"Tu-tuan Uchiha,kau bilang kau membenci ketiga perempuan itu kan? kau bilang kami harus berusaha untuk mendapatkan mereka bertiga kan?" ucap Karin sambil menunjuk kearah Sasuke
Sakura yang mendengar itu langsung menegang
'Apa maksudnya?' tanya batin Sakura
__ADS_1
"Itu karena aku tau rencana kalian berdua. Aku ingin tau lebih banyak tentang itu." jawab Obito
"Ta-tapi, mereka berdua juga bersalah! kenapa hanya kami yang di tangkap?" tanya Shion sambil menunjuk kearah 2 orang suruhan Itachi
"Kami adalah suruhan tuan Uchiha." jawab salah satu dari mata-mata itu
Kini Karin dan Shion benar-benar terpojokkan. Mereka seperti ingin pingsan di tempat. Mereka berpikir,apakah masih bisa selamat dari Naru-Sasu-Shika atau tidak. Setelah kejadian di kantin waktu itu, mereka masih punya kesempatan. Tapi,kali ini mereka benar-benar telah sepenuhnya salah.
"Obito-nii,bawa saja mereka ke polisi! aku muak dengan wajah mereka!" ucap Sasuke
"Sasuke,kami mohon, maafkan kami! kami janji tidak akan melakukan hal ini lagi!" pinta Karin
"Jika masih ada kesempatan bagi kalian, rencana busuk apa lagi yang akan kalian mainkan?" ucap Shikamaru tegas
"Shikamaru-kun,tolong beri kami kesempatan lagi! kami janji tidak akan melakukan hal ini lagi!" pinta Shion
"Bawa mereka!" perintah Obito
"Kami minta maaf! tolong maafkan kami! tolong jangan membawa kami!" kini Karin mulai bersujud untuk dilepaskan
Sakura yang melihat hal itu langsung angkat bicara. Dia tidak tega melihat Karin seperti itu. Meskipun dia telah merendahkan mereka bertiga,tapi mungkin dia juga masih punya kesempatan lagi.
"Tu-tunggu! jangan bawa mereka." ucap Sakura
"Apa maksudmu Sakura? mereka hampir menyakiti mu! tidak ada maaf lagi dari mereka!" tegas Sasuke
"Sakura, mereka hampir mencelakai kalian! tidak ada maaf lagi untuk mereka!" sahut Naruto
"Naruto,biar bagaimanapun juga, mereka itu teman ku. Tolong,jangan terlalu memikirkan ambisi kalian!" ucap Hinata
"Tapi,..." ucapan Naruto terpotong
"Mungkin mereka benar! adakah kesempatan untuk mereka Sakura,Ino, Hinata?" tanya Obito
"Kami mohon, Sakura..aku minta maaf, aku salah..hiks..tapi, aku janji tidak akan mengulanginya lagi! Hinata,aku juga minta maaf! kita memang teman,tapi aku yang menjauhi mu,aku tau aku salah. Jadi,tolong maafkan aku!" ucap Karin
Sakura dan Hinata mengangguk,meski itu sangat menyebalkan di hati Sasuke dan Naruto.
Shion menatap Ino. Dari tadi,hanya Ino yang belum berkomentar apapun.
"Ino..apa kau mau memaafkan ku? aku minta maaf,aku salah! aku tau perbuatan ku memang di luar batas. Jadi,aku minta maaf!" ucap Shion
Ino tak merespon sama sekali. Dia hanya diam dan seperti sedang merenungi sesuatu
INO POV~
"Dasar ****** murahan! kau itu tidak pantas untuk Sai! untuk apa kau kemari? mengemis cinta? jangan harap! aku yang mencintai Sai lebih dari dirimu! kau itu ******! pergi sana!" teriak Karin
"Sai,apa kau mempercayai dia? hiks..aku tidak melakukan hal itu! hiks..apa kau benar-benar tidak mempercayai ku?" tanya Ino
"Bukti sudah jelas! kita putus! mulai sekarang, berhenti mengganggu ku! Ayo masuk Karin!" jawab Sai lalu pergi ke dalam
Karin tersenyum puas dengan apa yang ia dapat. Dia mendapat Sai,dan berhasil mengusir Ino dari kehidupan Sai
"SAIII!! KAU BILANG KAU AKAN MENCINTAI KU?!! HIKS..KAI BILANG KAU AKAN MEMPERTAHANKAN KU?!! MANA JANJIMU?!!! SAIIIIII!!!" teriak Ino di luar rumah Sai. Suara itu menggema di tengah derasnya hujan
"Kau jahat Sai! kau jahat!" lirih Ino
INO POV END~
"Aku masih belum terima!" lirih Ino
Shikamaru yang mendengar itu langsung menatap Ino yang sedang meneteskan air mata
Karin melihat kearah Ino. Ia juga teringat sesuatu,dia juga pernah merebut Sai dari Ino.
"Ino..aku juga minta maaf. Aku.. benar-benar menyesal." ucap Karin
Ino tak merespon,kini air matanya mulai deras membasahi pipi. Tapi dia tak menyadari hal itu.
"Ino.. maafkan kami berdua!" ucap Karin dan Shion bersamaan
Ino menoleh sambil tersenyum dan mengusap air matanya
"Itu tergantung kalian. Jika kalian masih melakukan hal seperti ini,mungkin ini terakhir kalinya aku memaafkan kalian!" ucap Ino
Sakura dan Hinata tersenyum.
"Kami janji,tidak akan mengulanginya lagi!" ucap Karin senang
"Kami janji!" lanjut Shion
"Jadi, masalahnya kelar dan kalian bertiga baik-baik saja. Aku senang dengan ini"
"Dan untuk mereka berdua,apa yang harus kita lakukan Obito-nii?" tanya Shikamaru
"Jangan! jangan! kami juga minta maaf! kami hanya melaksanakan perintah!" ucap salah satu dari mereka
"Maafkan saja mereka Shikamaru!" ucap Naruto
"Hihi..karena sekarang sudah membaik,mari kita pulang! aku sudah memesan makanan untuk kalian! kalian pasti lapar kan?" ucap Obito
"Dan untuk kalian berdua,aku akan melepaskan kalian! tapi jika kalian masih mengulangi lagi, polisi akan datang sendiri pada kalian!" lanjut Obito
Karin dan Shion mengangguk. Kini semua terlihat damai setelah kejadian itu
Makasih buat pembaca ya,yang mau nunggu Up nya Author!
Jan lupa Like 👍🏻 Komen 💬 and Vote 😉
Sampai jumpa di ep selanjutnya 😁👏🏻
__ADS_1