
Mobil terparkir di sebuah Apartemen yang begitu besar dan memiliki halaman rumah yang sangat luas. Ya,itu adalah Apartemen milik sang mempelai pria,yaitu Uchiha Itachi.
Tamu undangan begitu banyak. Bahkan dari luar negeri berdatangan untuk menghadiri acara pernikahan sang anak tertua dari Uchiha Fugaku dan Uchiha Mikoto.
•
•
"Bagaimana menurut anda,Izumi-sama?" tanya seorang perias kepada Izumi.
Izumi duduk di depan meja rias lalu melihat dirinya.
"Wah..ini sangat bagus. Kau hebat sekali." puji Izumi.
"Hihi..Itachi-sama meminta saya untuk merias calon istrinya secantik mungkin. Jadi,saya harus membuat anda terlihat sempurna." jawab sang perias.
Izumi tersenyum lalu dia bangkit dari duduknya. Izumi mengenakan pakaian Kimono berwarna putih dengan corak bunga sakura,dengan disertai lambang keluarga Uchiha. Rambut panjangnya di Gelung miring sebelah kanan dengan tambahan hiasan bunga Dahlia yang ditancapkan. Poni yang di tata rapi kanan dan kiri membuatnya terlihat begitu sempurna.
Tok
Tok
Tok
Seseorang mengetuk pintu.
"Ah Izumi-sama,saya keluar dulu. Itu pasti Itachi-sama." ucap perias itu pamit lalu pergi
Saat membuka pintu,perias itu langsung membungkukkan badan. Memberi rasa hormat kepada tuannya.
Itachi memasuki ruangan Izumi. Sama seperti Izumi,dia juga mengenakan Kimono berwarna hitam dengan corak bergambar naga berwarna coklat. Disertai lambang keluarga Uchiha.
Izumi mendekati Itachi yang sedari tadi hanya melihat Izumi berdandan.
"Itachi-kun." ucap Izumi saat berada di depan Itachi.
Itachi melihat dari atas sampai bawah, diakhiri dengan menampakkan senyuman puas.
"Hn..kau cantik." puji Itachi
Izumi tersenyum dan memuji Itachi kembali.
"Kau juga tampan." pujinya balik.
"Sebentar lagi acaranya akan dimulai. Mama dan Papa sedang menemui tamu diluar." ucap Itachi
"Heem..ayo kita keluar." ucap Izumi
Itachi menghentikan Izumi dengan menarik pelan lengannya.
"Eh,ada apa? kau bilang sebentar lagi akan dimulai." ucap Izumi
"Kau tak ingin memberiku hadiah?" tanya Itachi tiba-tiba
Izumi tak mengerti dengan ucapan Itachi.
"Maksudmu?" tanya balik Izumi
Tangan kanan Itachi menarik pinggang Izumi mendekat. Sedangkan tangan kirinya menarik tengkuk leher Izumi. Disitulah bibir mereka bertemu.
Izumi kaget dengan apa yang dilakukan Itachi. Dia ingin memberontak karena malu. Tapi dia tau bahwa Itachi akan memanaskan permainannya. Jadi Izumi memutuskan untuk diam.
Itachi melepas ciuman itu. Dengan nafas saling memburu dikarenakan oksigen yang menipis.
"Itachi-kun,kau keterlaluan." ucap Izumi dengan rona merah di pipinya.
Itachi cekikikan
"Hihi..ini baru ciuman sayang." ucap Itachi
Itachi lalu membisiki sesuatu kepada Izumi
"Malam ini jatahku." bisik Itachi
Izumi sontak kaget dengan ucapan Itachi. Dia tak menyangka calon suaminya begitu mesum.
"Sudah ah! ayo kita keluar!" jawab Izumi
Itachi masih cekikikan. Tapi dia menghentikan tawanya lalu menggandeng tangan Izumi keluar.
•
•
Naru-Sasu-Shika sudah berada di Apartemen Itachi dengan pacar mereka. Mereka menggunakan juga menggunakan baju Kimono. Ya,pesta itu direncanakan untuk memakai baju tradisional khas Jepang itu.
Terlihat Naru-Sasu-Shika memakai Kimono yang sama warnanya. Kimono hitam dengan corak naga berwarna merah disertai lambang keluarga mereka masing-masing.
Sedangkan Sakura,Ino,dan Hinata memakai kimono berwarna putih dengan corak kipas berwarna merah. Disertai lambang keluarga mereka masing-masing.
Mereka ber-6 memasuki Apartemen Itachi yang begitu besar itu dengan bergandengan tangan masing-masing.
Sakura,Ino, dan Hinata benar-benar terkejut dengan Apartemen itu. Tempat itu bahkan dua kali lebih besar dari pada yang Naru-Sasu-Shika tempati.
Naruto menggandeng Hinata menemui seseorang.
"Naruto,kita kemana?" tanya Hinata
"Kita menemui keluarga ku." jawab Naruto sambil tersenyum.
Terlihat Kushina sedang berbincang dengan suaminya, Minato.
"Papa?" tanya Naruto
Minato melihat asal suara. Dia melihat putranya sedang datang menemuinya bersama seorang,cewek?
"Naru-chan." ucap Minato lalu berdiri untuk menghampiri Naruto.
Naruto sangat senang lalu memeluk Papanya.
"Papa! kenapa lama sekali pulangnya?!" ucap Naruto
"Hahaha..maaf! banyak kerjaan di luar negeri,dan Papa tidak bisa untuk menundanya." jawab Minato
Kushina berdiri lalu menghampiri Hinata.
"Ayo duduk! kita berbincang." ajak Kushina.
Hinata tersenyum lalu menganggukkan kepala.
Minato menghentikan istrinya itu.
"Sayang,tunggu sebentar!" ucap Minato menghentikan langkah Kushina dan Hinata.
"Siapa wanita ini?" tanya Minato.
"Ah iya. Papa,ini Hinata. Dia pacarnya Naru." ucap Naruto
"Halo paman!" Sapa Hinata.
Minato tersenyum lalu menyapanya balik.
"Iya,Halo juga." jawab Minato
"Kau lihat,dia sangat cantik bukan?" sahut Kushina.
"Calon menantu seperti ini yang aku mau!" lanjut Kushina yang berdampak besar pada Hinata. Semburat merah di pipinya yang menandakan bahwa Hinata malu.
"Iya,iya! tapi mereka masih di bangku sekolah. Setelah Naru sudah bisa menggantikanku, dia baru boleh menikah." jawab Minato
"Apa-apaan ini? aku dan Hinata masih lama untuk urusan itu. Sudah ah.." sahut Naruto
"Hihi ya sudah,kami ingin ngobrol dulu. Kalian bisa mengobrol berdua jika mau. Ayo Hinata!" ucap Kushina lalu menggandeng tangan Hinata.
Hinata hanya ikut saja. Dia diberi banyak pertanyaan pribadi oleh Kushina. Hinata hanya menjawab apa adanya saja.
__ADS_1
•
•
Selang beberapa menit,terlihat Itachi dan Izumi sedang menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan. Terlihat begitu mesra dan romantis jika terlihat. Mengundang banyak rasa iri di hati para jomblo.
Upacara pernikahan pun berlangsung dengan baik.
"Sekarang kalian resmi menjadi sepasang suami istri." semua memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
Acara pelemparan bunga juga diadakan. Dan yang berhasil menangkap bunga itu adalah Kushina dan Minato. Semua tidak percaya dengan adegan itu.
"Wah, hahahaha...Mama,Papa, sepertinya kalian harus menikah lagi." tawa terbahak-bahak keluar dari mulut Naruto.
Kushina memang kesal,tapi dia punya cara untuk membalas ejekan putra laki-lakinya itu.
"Kalau Mama dan Papa menikah lagi,kami akan melakukan malam pertama. Apa kau mau punya adik Naru? sepertinya kau serius sekali ingin kami menikah lagi." ucap Kushina lalu ditertawai oleh Minato.
Naruto lalu menggeleng kepalanya.
"Tidak mau! Naru kan sudah besar! masa harus punya adik lagi?" jawab Naruto kesal.
"Oo...kalau kau mau tidak apa-apa." sahut Kushina.
"Tidak mau! pokoknya tidak mau!" ucap Naruto sambil menggeleng geleng dan mengepal kedua tangannya di depan dada seperti anak kecil.
Hinata yang melihat itu langsung mengubah sifatnya. Dia benar-benar tidak tau bahwa kekasihnya sangatlah manja.
Minato dan Kushina tertawa dengan kelakuan anak laki-lakinya itu.
•
•
Sasuke sedang duduk dekat Papanya. Sedangkan Sakura seperti biasa,dia diajak Mikoto untuk berbincang.
"Kau harus bisa menjaga sikap depan wanita Sasu! perlu banyak kesabaran agar wanita mau luluh!" ucap Fugaku
"Memang sulit mengendalikan wanita Papa." jawab Sasuke
"Hn..bagaimana kau bisa menyukai gadis itu?" tanya Fugaku
"Tidak tau. Hanya saja,aku kasihan saat melihatnya hampir di makan teman sendiri!" jawab Sasuke
Fugaku tak mengerti dengan ucapan Sasuke.
"Maksudmu?"
"Temannya ada yang menyukai kami bertiga,dan pacarnya Naru dan Shika,serta Sakura yang menjadi sasarannya." jawab Sasuke
"Mereka bertiga hampir dinodai seseorang atas perintah temannya Sakura itu. Sakura selalu di ejek,di fitnah,bahkan di sebut ******. Sejak saat itu,aku merasa ada hati yang tersakiti karena aku. Dan...ya, seperti itulah. Kami jadian!" lanjut Sasuke panjang lebar.
"Astaga, ternyata masih banyak wanita seperti itu ya!" jawab Fugaku
Sasuke menganggukkan kepalanya.
•
•
"Shika! kau benar-benar tidak menganggap ini merepotkan?" bisik Shikaku,itu adalah Papa Shikamaru.
"Tidak!" jawab Shikamaru santai
"Apa yang kalian berdua bicarakan?!" bentak Yohsino
"Tidak ada!" jawab Shikaku
'Astaga, benar-benar merepotkan!' batuk Shikamaru
"Ayo Ino-chan,kita duduk disana!" ucap Yohsino
Ino hanya menurut saja.
•
•
"Iya, seperti itulah!" jawab Itachi
"Sayang,malam ini kau mau tidur di kamar yang mana?" tanya Itachi dengan polosnya tanpa berpikir terlebih dulu.
"Kau itu hanya memikirkan rencana malam ini terus dari tadi!" sahut Izumi
"Ya,karena aku menahan ini setengah mati mulai dari diadakannya acar ini! kau pikir,siapa laki-laki yang tidak akan tertarik dengan perempuan cantik? benarkan?" ucap Itachi
Izumi hanya menatap malas suaminya itu.
Semua tamu memberi ucapan selamat sekaligus berpamitan untuk pulang. Acara itu selesai sampai pukul 7 malam.
Naruto mengajak Hinata keluar untuk pergi mencari udara segar. Mereka duduk di bangku taman.
"Akhirnya,aku bisa bernafas juga." gumam Naruto
"Hihi..kau kenapa Naruto?" tanya Hinata
"Hm..aku benar-benar tidak habis pikir tentang Mamaku. Maaf ya soal Mamaku tadi. Dia memang suka begitu." ucap Naruto
"Tidak apa-apa." jawab Hinata
Mereka duduk berdekatan. Hinata menyandarkan kepalanya di bahu Naruto.
"Langit malam ini benar-benar indah ya Naruto!" ucap Hinata
"Em! aku tidak tau kalau malam,langit bisa seindah ini." ucap Naruto
"Naruto." panggil Hinata
"Em? ada apa?" tanya Naruto
Naruto membulatkan mata terkejut. Hinata mencium Naruto.
Hinata melepas ciumannya lalu minta maaf kepada Naruto.
"Maaf." lirihnya
Naruto tersenyum jahil,dia tak menyangka ternyata Hinata bisa seperti itu. Naruto meraih tengkuk leher Hinata,lalu menciumnya kembali.
Hinata terkejut,tapi dia tetap menikmati ciuman itu.
Ciuman itu semakin memanas dan berubah menjadi lumatan. Setelah beberapa lama mereka berciuman,akhirnya mereka melepas ciuman itu dengan nafas yang saling memburu.
Naruto memegang pipi kiri Hinata.
"Kau cantik malam ini. Tapi aku ingin aku saja yang melihatnya." ucap Naruto
Hinata hanya tersenyum lalu memegang tangan Naruto.
"Aku mencintaimu Naruto." ucap Hinata
"Aku juga!" jawab Naruto.
Malam itu,sangat berharga bagi Naruto dan Hinata. Mereka saling terbuka satu sama lain tentang perasaannya.
Tanpa mereka berdua sadari,Sasuke dengan Sakura,dan Shikamaru dengan Ino menghampiri mereka.
"UWAAAA!!!!!!" mereka berempat mengejutkan Naruto dan Hinata.
Naruto dan Hinata seketika kaget dengan itu.
"Ck! kalian mengagetkanku saja!" ucap Naruto tegas. Sedangkan yang di bentak malah tertawa.
Sasuke memanggil pelayan untuk membawakan minuman.
"Ini tuan muda." ucap pelayan itu
__ADS_1
"Nih,minum!" Sasuke mengambil satu persatu gelas untuk teman-temannya.
Pelayan itu pergi.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Shikamaru
"Tidak ad-" ucapan Hinata terpotong.
"Ciuman!" ucap Naruto tanpa dosa.
"Naruto!!" tegas Hinata yang kini malu karena perkataan Naruto.
Semua yang ada disana tertawa.
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Naruto
"Kau itu ciuman bilang-bilang,apa lagi kalau nanti udah jadi suami istri. Apa kau akan memamerkan malam pertama kalian?" tanya Shikamaru sambil tertawa.
"Naruto!! kau lihat,mereka hanya akan menertawai kita! humpp!!!" ucap Hinata lalu menggembungkan pipinya.
"Hihi..jangan malu Hinata! tapi,memang benar sih! itu bisa merusak harga diri perempuan!" ucap Ino
"Nah itu benar!" sahut Sakura.
"Apanya yang benar? kau dulu berciuman denganku terlihat sangat senang!" ucap Sasuke. Seketika itu juga tawa Sakura mereda.
"Kau itu mau mempermalukan aku ya?!" ucap Sakura kesal
"Sudahlah! kenapa harus membicarakan tentang ciuman pribadi sih? pengen muntah rasanya!" ucap Ino
"Ayolah! kau juga sama Ino!" sahut Shikamaru lalu tertawa.
"Bagaimana kalau lomba saja!" ucap Sasuke
"Hah? lomba apa?" tanya Naruto dan Shikamaru bersamaan
Sakura,Ino,dan Hinata tak mengerti.
"Kita lomba berciuman! siapa yang bisa membuat pacarnya melenguh,dia yang menang!" jawab Sasuke dengan polosnya
Sakura,Ino, dan Hinata menganga lebar. Mereka tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Sasuke.
"Oke!" Ucap Naruto
"Siapa takut!" sahut Shikamaru
Mereka bertiga tertawa licik sambil melirik kearah pacarnya masing-masing. Sedangkan yang dilirik meneguk ludahnya.
"Sakura,kau mau kan?" tanya Sasuke masih dengan tatapan licik
Sakura mulai geram dengan Sasuke
"Dasar SASUKEEE!!!!!" teriak Sakura
"Astaga!!! kau itu ternyata maniak ya!! aku tidak habis pikir denganmu,kau ternyata mesum juga!" lanjut Sakura
"Ayolah Sakura! aku ingin mencium mu!" ucap Sasuke memelas
"Dasar Idiot!!" ucap Sakura
Shikamaru melirik kearah Ino. Tapi yang dilirik sudah siap-siap.
"Apa?!!!" bentak Ino,itu membuat Shikamaru merinding
"Ti-tidak ada!" jawabnya gagap.
"Iya iya jangan marah ok?" ucap Shikamaru sambil memeluk Ino
"Apa yang kau lakukan Shikamaru?" ucap Ino yang malu karena di peluk tiba-tiba oleh Shikamaru
"Tidak apa-apa. Kau kan pacarku,jadi untuk apa aku harus memendamnya?" ucap Shikamaru
"Tapi.." ucap Ino
"Sssttt...tidak apa-apa!" lanjut Shikamaru
Sedangkan Sasuke mencoba minta maaf pada Sakura karena ulahnya.
Sasuke memeluk Sakura dari belakang.
"Apa kau marah?" tanya Sasuke
Sakura hanya diam
"Aku minta maaf!" lanjut Sasuke
Masih tetap diam
"Oke,aku minta maaf. Aku tadi hanya bercanda. Jadi jangan masukkan dalam hati." ucap Sasuke
Sakura lalu membalik tubuhnya untuk menghadap Sasuke. Sasuke tersenyum
"Kau mau memaafkan ku?" tanya Sasuke
"Hm! tapi jangan lakukan hal itu lagi Sasuke!" ucap Sakura
"Baiklah! aku tidak akan melakukan itu lagi!" jawab Sasuke
"Hm..kau janji?" ucap Sakura sambil mengulurkan jari kelingkingnya
Sasuke menangkap jari kelingking Sakura dengan jari kelingkingnya.
"Janji!" jawab Sasuke.
Sedangkan Naruto benar-benar merinding karena yang tadi menjadi taruhan adu ciuman ada di sebelahnya.
"Hi-hinata? kau tidak apa-apa kan?" tanya Naruto sedikit cengingisan.
Hinata menatap tajam Naruto.
Glek!!
"Ahaha.. ma-maaf! aku dan Sasu hanya bercanda tadi!" ucap Naruto
"Huh..untung aku sabar!" kata Hinata
"Jadi kau mau memaafkan ku?" tanya Naruto
"Iya." jawab Hinata sambil tersenyum
Kejadian itu dilupakan. SasuSaku dan ShikaIno kembali ke tempat dimana Naruto dan Hinata duduk.
"Sudah baikan kan?" tanya Naruto
"Tentu saja! kau pikir?" ucap Shikamaru
"Hn!" jawab singkat Sasuke lalu mengambil gelas. Mereka mengambil gelas mereka masing-masing.
"Nah,untuk merayakan kebersamaan kita,mari kita bersulang!" ucap senang Naruto.
"Ayo!!" jawab Semuanya dengan semangat.
Ting..
Mereka bersenang-senang malam itu. Bukan hanya Itachi dan Izumi saja yang menikmati malam itu,tapi ketiga tuan muda itu juga bersenang-senang bersama ketiga tuan putri.
**Tamat~
*Maaf kalau ep ini sangat menjengkelkan ya!
Terimakasih sudah mau membaca novel yang aku buat ini😇
Sekian dulu buat Novel ini ya!😁
Jan lupa Like 👍🏻 Komen 💬 and Vote 😉
__ADS_1
Sampai jumpa di Novel yang lain😁👏🏻***